Suatu
pabrik akan selalu menghasilkan barang yang mempunyai nilai komersil (nilai jual)
dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Pada umumnya posisi/ lokasi pabrik
tetap dan tidak berpindah-pindah tempat. Di dalam pabrik biasanya memiliki unit-unit
pengelolaan dengan fungsi masing-masing. Dan setiap unit terdapat penanggung
jawab yang mengontrol proses
pengolahannya. Tahapan produksi suatu pabrik dimulai dari penyiapan bahan
baku, pengolahan (processing) hingga menghasilkan produk.
Proses
pengolahan makanan di dalam tubuh manusia tak ubahnya seperti suatu pabrik kimia
yang berjalan. Pengolahan makanannya dimulai dari mempersiapkan makanan yang biasanya
dibeli di pasar, kantin, mini market atau bahkan di mall-mall yang terdekat
dari tempat tinggalnya. Makanan yang masuk di dalam tubuh kita ada yang melalui
proses pemasakan dulu dan ada pula bahan mentah yang hanya dicuci saja lalu
dimakan.
Pada
saat makanan masuk di dalam mulut maka mesin mekanik pertama yang menghancurkan
makanan adalah gigi yang dibantu oleh enzim amilase (katalisator
yang mempercepat terjadinya reaksi tapi tidak ikut bereaksi) bersama saliva (ludah) hingga makanan
menjadi ukuran lebih kecil. Enzim amilase
berfungsi untuk mengurai amilum (polisakarida) yang
terdapat di dalam karbohidrat (nasi) menjadi maltosa (disakarida).
Kemudian masuk ke dalam lambung melalui kerongkongan.
Pada
lambung enzim yang berperan adalan renin, pepsin
dan lipase. Makanan yang mengandung protein dan lemak diurai di dalam lambung. Enzim pepsin
bertugas untuk menghancurkan protein dan lipase merupakan enzim
penghancur lemak. Selain enzim yang telah disebutkan di atas, di dalam
lambungpun terdapat senyawa kimia yaitu
HCl (Hydrogen chloride) yang membantu kerja enzim agar makanan
lebih mudah hancur. HCl ini bersifat asam pekat memiliki pH=2 di dalam lambung.
Sehingga ketika seseorang tidak makan maka perut akan terasa perih karena tidak
terjadi proses netralisasi asam di dalamnya.
Setelah proses
di dalam lambung kemudian makanan menuju
usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) yang menyalurkan makanan, usus kosong (jejunum) untuk menyerap garam dan makanan yang tidak dapat dicerna, dan usus penyerapan (ileum) untuk pencernaan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Dari
usus halus makanan menuju usus besar, dengan pH
> 6 atau bersifat basa. Pencernaan makanan di dalam usus dibantu oleh cairan
pankreas dan empedu. Usus besar tersebut
berfungsi menyerap air dan mineral dari
sisa makanan sehingga berubah menjadi suspensi (padat) lalu membentuk tinja. Dan
tinja akan terdorong menuju rektum hingga dikeluarkan melalui anus dalam bentuk
feses. Feses yang dikeluarkan
merupakan limbah pabrik kimia manusia. Ia
terfermentasi menjadi biogas di dalam septik tank. Bagi
orang kreatif maka limbah biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan
menghubungkannya ke kompor gas mereka.
Selain proses di atas sebagian sari-sari makanan masuk
ke dalam aliran darah melalui dinding
usus dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam darah racun-racun disaring
oleh hati. Darah juga memiliki sel yakni sel darah merah dan putih. Sel darah
putih inilah yang berperan terhadap imunitas seseorang tergantung pada makanan
yang dikonsumsinya seperti buah dan sayur. Imunitas seseorang tidak hanya
diperoleh dari makanan saja tetapi faktor psikologi juga sangat berperan
misalnya stres dapat menurunkan imunitas. Demikian pula orang yang sembuh
dari suatu penyakit maka orang tersebut akan kebal dari penyakit
tersebut termasuk pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.
Imunitas adalah
daya tahan tubuh (kekebalan) seseseorang terhadap benda asing yang masuk di
dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Jika
terdapat sekelompok orang yang memiliki imunitas yang baik maka dikenal
dengan istilah herd immunity. Jadi kelompok orang yang sudah
sembuh dari covid-19 ini masuk dalam kategori herd immunity.
Imunitas mereka terbentuk secara alami
bukan buatan seperti vaksin, tapi
rasanya kurang bijak jika harus menunggu
sembuh dari sakit dulu kemudian menunggu pembentukan herd immunity.
Jadi
intinya imunitas dapat terbentuk dengan menjaga pola makan, kondisi fisik dan
psikis, sehingga kita dapat terhindar dari penyakit. Demikian pula jagalah
pabrik kimia atau mesin tubuh kita agar
tidak berproses terus menurus tanpa henti karena suatu saat akan aus juga seperti
mesin-mesin pada suatu pabrik. Ini dapat dilakukan dengan mengistirahatkannya
beberapa saat agar tetap awet seperti yang kita lakukan pada saat bulan
Ramadhan. Sebagaimana hadis Nabi Saw “Shumu Tashihhu” yang
artinya Puasalah niscaya kamu akan sehat (HR Ath -Thabrani). Dengan berpusa
maka tubuh akan mendetoksifikasi racun yang ada di dalamnya sehingga mesin
tubuh kita awet hingga akhir hayat.
Subhanallah
BalasHapusIlmiah sekali bu penjelasannya...😍😍
BalasHapusTerima kasih dinda berusaha untuk konsisten di bid Ilmu krn itulah yg sering diajarkan biar mudah menulisnya
HapusMasyaAllah, Hebat dinda?
BalasHapusSyukran kanda menulis sesuatu yg plg dekat dg diri kita
HapusMasya Allah 😍😍
BalasHapusSyukran dinda
HapusInspiratif Bu
BalasHapusTerima kasih
HapusLuar biasa. Saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat.
BalasHapusTerima kasih banyak atas bimbingannya selama ini, ditunggu koreksinya pak
HapusLuar biasa. Saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat.
BalasHapusMantap bu....jdi rindu ngajar kimia..
BalasHapus