AIR (DIHIDROGEN
OKSIDA) PEMBERSIH JIWA DAN RAGA
Air
beriak tanda tak dalam
tapi
jangan disangka air tenang tak berbuaya
Kata air seperti
pada kalimat di atas banyak dipakai dalam pribahasa. Istilah air tersebut menunjukkan
karakter seseorang. Kata air beriak artinya air memiliki olakan (turbulensi),
gelombang besar yang menunjukkan orang yang suka ribut, sering celoteh alias
cerewet, dan suka marah. Dan tanda tak dalam artinya dangkal atau
tidak begitu dalam. Hal ini menunjukkan orang yang suka marah dan sebagainya,
sebagaimana yang telah dijelaskan biasanya ucapannya hanya di mulut saja dan
tidak sampai di hati.
Sebaliknya air
tenang tak berbuaya menggambarkan pribadi yang pendiam (tidak banyak
bicara) jangan dikira tidak ganas, sehingga seenaknya mau berbuat sesuka hati
terhadapnya, karena terkadang pemain tenang tapi suka menyimpan rasa/pendendam.
Dulu orang tua kita terkadang menggunakan pribahasa ini untuk mengungkapkan
karakter seseorang secara halus tanpa harus mempermalukan orang tersebut di
depan orang lain. Tapi sayangnya peribahasa ini merupakan salah satu pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang jarang
lagi terdengar saat ini.
Hal tersebut di
atas merupakan dua contoh makna kata air dari segi Bahasa, dan bagaimana air (H2O) serta persenyawaannya bila ditinjau dari aspek kimiawi?
Air merupakan gabungan atau
ikatan antara 2 molekul Hidrogen dan 1 molekul Oksigen
sehingga membentuk dihidrogen oksida (H2O). Air murni
memiliki pH = 7 contohnya air zam-zam. Jika pH air kurang atau lebih 7 berarti
ada campuran unsur atau senyawa lain yang terdapat dalam air tersebut. Jika pH
air <7 maka ia bersifat asam seperti air sumur, sungai yang terdapat
campuran logam di dalamnya. Sedangkan pH air > 7 bersifat basa seperti air
oksi atau air kemasan yang umumnya dijual di pasaran. Sifat asam atau basa dari
air tersebut bertujuan untuk menetralkan cairan dan menjaga keseimbangan metabolit
(penguraian makanan) di dalam tubuh.
Air merupakan
kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Tidak bisa dibayangkan jika air tidak
ada. Hanya beberapa saat saja air tidak mengalir, maka banyak orang berteriak
tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti membersihkan, mencuci, masak, mandi,
menyiram tanaman dan sebagainya. Untuk minum saja dibutuhkan sekitar 2,5 liter
air atau setara dengan 8 gelas perhari untuk menggantikan air keringat yang
keluar (1-3)% cairan tubuh. Apalagi di masa pandemi ini kita harus perbanyak
minum air terutama air hangat. Demikian pula selama covid-19 ini hampir setiap
rumah, toko, masjid atau tempat umum lainnya menyediakan air sebagai pembilas
sabun untuk cuci tangan supaya steril dari virus covid-19. Bahkan seseorang
disarankan mandi setelah bepergian dan segera mencuci pakaian yang telah ia
pakai.
Selain fungsi air
sebagai pembersih raga (tubuh) maka iapun dapat membersihkan jiwa manusia
karena pada hakikatnya air itu hidup
bukan benda mati sebagaimana diungkapkan oleh peneliti dari Hado Institute di
Tokyo-Jepang, Masuru Emoto (2003) dalam bukunya Message from Water dan The True Power Of Water . Dari 2000
sampel penelitian dan foto kristal air, ia mengungkapkan bahwa partikel molekul
air dapat berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya yang secara
tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap karakterisasi molekul
air terutama ikatan hidrogennya. Iapun menjelaskan bahwa Ketika
ucapan/reaksi baik seperti doa dan bacaan Al-quran diberikan ke air maka
struktur molekul air akan tersusun indah dan mengagumkan. Tetapi sebaliknya jika
air diberikan ucapan/reaksi negatif seperti kata-kata kasar, musik rock atau metal,
berupa kesedihan maka struktur molekul air hancur berantakan dengan terlepasnya
ikatan hidrogen yang terdapat di dalam air.
Gambar 1. Beberapa
Struktur Molekul Kristal Air Hasil Penelitian Emoto
Pada gambar di atas
1,2 dan 3 adalah struktur molekul air yang hancur ketika diberi ucapan buruk
dan 4,5 serta 6 adalah struktur kristal air yang diberi ucapan baik. Hal inilah
yang diterapkan dalam Thibbun Nabawi khususnya pengobatan dengan menggunakan air
yang diberi doa.
Dan dari hasil
penelitian tersebut Emoto membuktikan pula keistimewaan dan keunikan air zam-zam
dari zaman ke zaman. pH air zam-zam adalah 7 yang menunjukkan sifat netral. Subhanallah
penelitian tersebut akhirnya membuat beliau memeluk agama Islam.
Dalam ajaran Islam juga
menjelaskan bahwa air dapat menyejukkan hati yang gundah gulana. Sebagaimana di dalam
Hadits Rasullullah SAW yang artinya :
“Sesungguhnya amarah itu
dari setan dan setan diciptakan dari api, api akan padam dengan air. Apabila
salah seorang dari kalian marah maka hendaklah berwudhu” (HR. Abu Daud)
Berkaitan dengan penjelasan hadits di atas secara kimiawi
sifat air pada hakekatnya dapat menurunkan tegangan permukaan benda seperti
muka dan anggota tubuh lainnya. Ketika air mengenai benda maka luas permukaan
benda tersebut menjadi lebih besar sehingga pori-pori terbuka dan otot menjadi
renggang. Makanya Ketika kita merasa lelah kemudian membasuh muka dengan air,
berwudhu atau bahkan mandi maka perasaan menjadi lebih segar karena sifat air
tersebut yang membuat kulit lebih elastis dan rilex.
Jadi sebagai kesimpulan bahwa air memiliki kekuatan yang
luar biasa dalam kehidupan ini, jika ia diberi aura positif atau negatiif akan
menghasilkan keadaan sesuai yang ada dipikiran kita. Jagalah ia karena air
dalam jumlah sedikit akan menjadi sahabat dan dalam jumlah besar bisa jadi
bencana.
Allahu Akbar atas segala nikmatnya


Mengaji lewat alam,informasi yang sangat menarik
BalasHapusSyukran katsir pak Doktor
Hapusmantap bu
BalasHapusTerima kasih bu Doktor
HapusInformasinya menarik sekali..👍
BalasHapusTerima kasih kanda
HapusMantap bu...materi yg menarik...👍
BalasHapusTerima kasih dinda
HapusSubhanallah...luar biasa
BalasHapusSubhanallah, sungguh luar biasa, pelajaran yg sangat berharga
BalasHapus