Sabtu, 13 Juni 2020

AIR (HIDROGEN OKSIDA)


AIR (DIHIDROGEN OKSIDA) PEMBERSIH JIWA DAN RAGA




Air beriak tanda tak dalam
tapi jangan disangka air tenang tak berbuaya

Kata air seperti pada kalimat di atas banyak dipakai dalam pribahasa. Istilah air tersebut menunjukkan karakter seseorang. Kata air beriak artinya air memiliki olakan (turbulensi), gelombang besar yang menunjukkan orang yang suka ribut, sering celoteh alias cerewet, dan suka marah. Dan tanda tak dalam artinya dangkal atau tidak begitu dalam. Hal ini menunjukkan orang yang suka marah dan sebagainya, sebagaimana yang telah dijelaskan biasanya ucapannya hanya di mulut saja dan tidak sampai di hati.
Sebaliknya air tenang tak berbuaya menggambarkan pribadi yang pendiam (tidak banyak bicara) jangan dikira tidak ganas, sehingga seenaknya mau berbuat sesuka hati terhadapnya, karena terkadang pemain tenang tapi suka menyimpan rasa/pendendam. Dulu orang tua kita terkadang menggunakan pribahasa ini untuk mengungkapkan karakter seseorang secara halus tanpa harus mempermalukan orang tersebut di depan orang lain. Tapi sayangnya peribahasa ini merupakan salah satu pelajaran  Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang jarang lagi terdengar  saat ini.
Hal tersebut di atas merupakan dua contoh makna kata air dari segi Bahasa,  dan bagaimana  air (H2O) serta  persenyawaannya  bila ditinjau dari aspek kimiawi?
Air merupakan gabungan atau ikatan antara 2 molekul Hidrogen dan 1 molekul Oksigen sehingga membentuk dihidrogen oksida (H2O). Air murni memiliki pH = 7 contohnya air zam-zam. Jika pH air kurang atau lebih 7 berarti ada campuran unsur atau senyawa lain yang terdapat dalam air tersebut. Jika pH air <7 maka ia bersifat asam seperti air sumur, sungai yang terdapat campuran logam di dalamnya. Sedangkan pH air > 7 bersifat basa seperti air oksi atau air kemasan yang umumnya dijual di pasaran. Sifat asam atau basa dari air tersebut bertujuan untuk menetralkan cairan dan menjaga keseimbangan metabolit (penguraian makanan) di dalam tubuh.
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Tidak bisa dibayangkan jika air tidak ada. Hanya beberapa saat saja air tidak mengalir, maka banyak orang berteriak tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti membersihkan, mencuci, masak, mandi, menyiram tanaman dan sebagainya. Untuk minum saja dibutuhkan sekitar 2,5 liter air atau setara dengan 8 gelas perhari untuk menggantikan air keringat yang keluar (1-3)% cairan tubuh. Apalagi di masa pandemi ini kita harus perbanyak minum air terutama air hangat. Demikian pula selama covid-19 ini hampir setiap rumah, toko, masjid atau tempat umum lainnya menyediakan air sebagai pembilas sabun untuk cuci tangan supaya steril dari virus covid-19. Bahkan seseorang disarankan mandi setelah bepergian dan segera mencuci pakaian yang telah ia pakai.
Selain fungsi air sebagai pembersih raga (tubuh) maka iapun dapat membersihkan jiwa manusia karena  pada hakikatnya air itu hidup bukan benda mati sebagaimana diungkapkan oleh peneliti dari Hado Institute di Tokyo-Jepang, Masuru Emoto (2003) dalam bukunya  Message from Water dan  The True Power Of Water . Dari 2000 sampel penelitian dan foto kristal air, ia mengungkapkan bahwa partikel molekul air dapat berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap karakterisasi molekul air terutama ikatan hidrogennya. Iapun menjelaskan bahwa Ketika ucapan/reaksi baik seperti doa dan bacaan Al-quran diberikan ke air maka struktur molekul air akan tersusun indah dan mengagumkan. Tetapi sebaliknya jika air diberikan ucapan/reaksi negatif seperti kata-kata kasar, musik rock atau metal, berupa kesedihan maka struktur molekul air hancur berantakan dengan terlepasnya ikatan hidrogen yang terdapat di dalam air.



Gambar 1. Beberapa Struktur Molekul Kristal Air Hasil Penelitian Emoto
                      (www.idn time.com, 2018)

Pada gambar di atas 1,2 dan 3 adalah struktur molekul air yang hancur ketika diberi ucapan buruk dan 4,5 serta 6 adalah struktur kristal air yang diberi ucapan baik. Hal inilah yang diterapkan dalam Thibbun Nabawi khususnya pengobatan dengan menggunakan air yang diberi doa.
Dan dari hasil penelitian tersebut Emoto membuktikan pula keistimewaan dan keunikan air zam-zam dari zaman ke zaman. pH air zam-zam adalah 7 yang menunjukkan sifat netral. Subhanallah penelitian tersebut akhirnya membuat beliau memeluk agama Islam.
Dalam ajaran Islam juga menjelaskan bahwa air dapat menyejukkan hati yang gundah gulana.  Sebagaimana di dalam Hadits Rasullullah SAW yang artinya :
Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api, api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah maka hendaklah berwudhu” (HR. Abu Daud)
            Berkaitan dengan penjelasan hadits di atas secara kimiawi sifat air pada hakekatnya dapat menurunkan tegangan permukaan benda seperti muka dan anggota tubuh lainnya. Ketika air mengenai benda maka luas permukaan benda tersebut menjadi lebih besar sehingga pori-pori terbuka dan otot menjadi renggang. Makanya Ketika kita merasa lelah kemudian membasuh muka dengan air, berwudhu atau bahkan mandi maka perasaan menjadi lebih segar karena sifat air tersebut yang membuat kulit lebih elastis dan rilex.
            Jadi sebagai kesimpulan bahwa air memiliki kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan ini, jika ia diberi aura positif atau negatiif akan menghasilkan keadaan sesuai yang ada dipikiran kita. Jagalah ia karena air dalam jumlah sedikit akan menjadi sahabat dan dalam jumlah besar bisa jadi bencana. 
Allahu Akbar atas segala nikmatnya

10 komentar:

SK Fungsional Lektor