Sabtu, 27 Juni 2020

GULA (GLUKOSA) HANYALAH PEMANIS DI LIDAH





Dimana ada gula disitu ada semut

Gula sangat identik dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan semut bermakna banyak orang. Jadi makna pepatah di atas adalah di setiap tempat yang menyenangkan pastilah banyak orang yang berdatangan. Demikian pula rasa manis yang terdapat pada gula tidak ada orang yang tidak senang akan hal tersebut, begitu pula Rasulullah SAW.

Dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu anha berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ

Artinya :

         “Minuman yang paling disukai Rasullullah SAW adalah yang dingin dan manis”. 

Rasa manis yang dimaksud di atas adalah air dengan campuran madu, kismis yang direndam gula serta kurma.(Bahrain R, 2015) 

Gula dalam istilah kimia disebut glukosa dengan rumus molekul C6H12O6. Gula diperoleh dari hasil penguraian karbohidrat dari polisakarida menjadi tetrasakarida, trisakarida, dan disakarida kemudian dalam bentuk paling sederhana yaitu monosakarida. Monosakarida inilah gula (glukosa). Dan di dalam tubuh manusia ia dapat diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat.  Kandungan gula pada tanaman berasal dari reaksi fotosintesis sehingga energi yang dihasilkan dari gula tersebut bersumber dari cahaya matahari dengan reaksi kimia yang telah dijelaskan  oleh Anna Poedjiadi  di dalam buku Dasar-dasar Biokimia di bawah ini:


               

Pada Industri/ pabrik pembuatan gula biasanya bahan baku diperoleh dari bahan alami dan buatan (sintetik) sehingga dikenal 2 istilah berikut ini : 

a.  Gula Alami

Gula yang diperoleh dari bahan baku yang terdapat di alam seperti nasi,ubi, jagung, tebu dan buah-buahan. Gula ini akan menghasilkan kalori (energi) yang besar serta aman untuk dikonsumsi. Gula alami ini contohnya gula pasir, gula aren dan gula bit.

b.  Gula Buatan (sintetik)

Gula yang dibuat dari campuran bahan-bahan kimia seperti sakarin, aspartam, siklamat, sorbitol dan sylitol. Pemanis buatan ini memiliki nilai kalori (energi) rendah atau bahkan tidak menghasilkan energi sama sekali dan terkadang sulit dicerna oleh tubuh sehingga memiliki efek buruk bagi kesehatan. Jika terlalu banyak mengkonsumsi pemanis ini akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus atau kanker. Biasanya para pedagang makanan yang ingin mendapatkan banyak keuntungan menggunakan pemanis ini, karena harganya relatif murah dan penggunaannya hanya sedikit akan memiliki rasa manis 200 kali lebih manis dari pemanis alami. Kalau dalam istilah di pasaran pemanis buatan ini disebut sarimanis. Di antara ciri pemanis ini biasanya meninggalkan rasa pahit dan manis yang berbekas di lidah. Rasa manis yang timbul dari gula yang kita konsumsi hanya terasa di ujung lidah saja, rasa pahit pada pangkal lidah serta asin dan asam pada pinggir lidah.

Menurut Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) kandungan gula yang disarankan untuk dikonsumsi perhari sekitar 500 gr atau setara dengan 4 sendok makan. Jadi perlu kontrol komposisi gula makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Tapi dalam kehidupan ini bukan hanya gula saja yang manis tapi kata-kata yang menyenangkanpun jauh lebih manis sehingga banyak orang ingin mendengarkannya dan ingin lebih dekat dengan kita, asal jangan manis hanya di bibir saja tapi tidak sampai di hati . Allah selalu melihat apa yang bersemayam di dalam hati kita.

Seorang istri harus bisa menjadi gula bagi suaminya, selalu merasa senang di sampingnya. Dosen harus menjadi gula bagi mahasiswanya agar mahasiswa senang bila diajar dan dibimbing. Pemimpin harus menjadi gula bagi bawahannya, agar bawahan semangat bekerja.  Seorang anak menjadi gula bagi orang tuanya, agar senyuman senantiasa terpancar di wajahnya, demikian pula sebaliknya.

Akhir kata bersifatlah seperti gula yang selalu memberi rasa manis di hati tapi jangan bersifat sepert semut yang hanya datang kalau ada kepentingan atau hal yang menyenangkan dan sebaik-baik rasa manis bukan hanya manisnya gula tapi manisnya iman.


10 komentar:

  1. Masya Allah luar biasa

    Kimia kehidupan


    Btw bu, sy mau bertanya, konsumsi gula pasir juga bisa mwnyebabkan penyakit DM pdhl itu masuk dlm kategori gula alami.

    Jd baiknya kita pakai gula yg seperti apa?🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dinda bisa DM klu berlebihan meskipun dr bahan alami.

      Hapus
    2. Sebaiknya yang aman tetap gula alami tapi jgn over dosis krn apun jika berlebihan sll berakibat buruk

      Hapus
  2. Keren sekali bu... ilmiah dan dari berbai perspektif tentang manis dan pemanis

    BalasHapus
  3. Mantap buu....jdi rinduu belajar kimia..😍😊

    BalasHapus
  4. Keren dan mantap, intinya adalah sgala sesuatu yg berlebih-lebihan akwn berakibat dan berfaedah buruk bagi diri sendiri

    BalasHapus

SK Fungsional Lektor