Sabtu, 06 Juni 2020

PABRIK KIMIA BERJALAN DAN HERD IMMUNITY


Suatu pabrik akan selalu menghasilkan barang yang mempunyai nilai komersil (nilai jual) dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Pada umumnya posisi/ lokasi pabrik tetap dan tidak berpindah-pindah tempat.  Di dalam pabrik biasanya memiliki unit-unit pengelolaan dengan fungsi masing-masing. Dan setiap unit terdapat penanggung jawab yang  mengontrol proses pengolahannya.  Tahapan produksi  suatu pabrik dimulai dari penyiapan bahan baku, pengolahan (processing) hingga menghasilkan produk.

Proses pengolahan makanan di dalam tubuh manusia tak ubahnya seperti suatu pabrik kimia yang berjalan. Pengolahan makanannya dimulai dari mempersiapkan makanan yang biasanya dibeli di pasar, kantin, mini market atau bahkan di mall-mall yang terdekat dari tempat tinggalnya. Makanan yang masuk di dalam tubuh kita ada yang melalui proses pemasakan dulu dan ada pula bahan mentah yang hanya dicuci saja lalu dimakan.

Pada saat makanan masuk di dalam mulut maka mesin mekanik pertama yang menghancurkan makanan adalah gigi yang dibantu oleh enzim amilase (katalisator yang mempercepat terjadinya reaksi tapi tidak ikut bereaksi) bersama  saliva (ludah) hingga makanan menjadi ukuran lebih kecil.  Enzim amilase berfungsi untuk mengurai amilum (polisakarida) yang terdapat di dalam karbohidrat (nasi) menjadi maltosa (disakarida). Kemudian masuk ke dalam lambung melalui kerongkongan.

Pada lambung enzim yang berperan adalan renin, pepsin dan lipase. Makanan yang mengandung protein dan lemak  diurai di dalam lambung. Enzim pepsin bertugas untuk menghancurkan protein dan lipase merupakan enzim penghancur lemak. Selain enzim yang telah disebutkan di atas, di dalam lambungpun terdapat senyawa kimia  yaitu HCl (Hydrogen chloride) yang membantu kerja enzim agar makanan lebih mudah hancur. HCl ini bersifat asam pekat memiliki pH=2 di dalam lambung. Sehingga ketika seseorang tidak makan maka perut akan terasa perih karena tidak terjadi proses netralisasi asam di dalamnya.

Setelah proses di dalam lambung kemudian  makanan menuju usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) yang menyalurkan makanan, usus kosong (jejunum) untuk menyerap garam dan makanan yang tidak dapat dicerna, dan usus penyerapan (ileum) untuk pencernaan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Dari usus halus makanan menuju usus besar, dengan pH > 6 atau bersifat basa. Pencernaan makanan di dalam usus dibantu oleh cairan pankreas dan empedu. Usus besar tersebut berfungsi  menyerap air dan mineral dari sisa makanan sehingga berubah menjadi suspensi (padat) lalu membentuk tinja. Dan tinja akan terdorong menuju rektum hingga dikeluarkan melalui anus dalam bentuk feses. Feses yang dikeluarkan merupakan limbah pabrik kimia manusia.  Ia  terfermentasi  menjadi biogas di dalam septik tank. Bagi orang kreatif maka limbah biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan menghubungkannya ke kompor gas mereka.

Selain proses di atas sebagian  sari-sari makanan masuk ke dalam aliran darah melalui  dinding usus dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam darah racun-racun disaring oleh hati. Darah juga memiliki sel yakni sel darah merah dan putih. Sel darah putih inilah yang berperan terhadap imunitas seseorang tergantung pada makanan yang dikonsumsinya seperti buah dan sayur. Imunitas seseorang tidak hanya diperoleh dari makanan saja tetapi faktor psikologi juga sangat berperan misalnya stres dapat menurunkan imunitas. Demikian pula orang yang  sembuh  dari suatu penyakit maka orang tersebut akan kebal dari penyakit tersebut termasuk pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

Imunitas adalah daya tahan tubuh (kekebalan) seseseorang terhadap benda asing yang masuk di dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Jika  terdapat sekelompok orang yang memiliki imunitas yang baik maka dikenal dengan istilah herd immunity. Jadi kelompok orang yang sudah sembuh dari covid-19 ini masuk dalam kategori herd immunity. Imunitas mereka  terbentuk secara alami bukan buatan seperti vaksin,  tapi rasanya kurang bijak jika  harus menunggu sembuh dari sakit dulu kemudian menunggu pembentukan herd immunity.

Jadi intinya imunitas dapat terbentuk dengan menjaga pola makan, kondisi fisik dan psikis, sehingga kita dapat terhindar dari penyakit. Demikian pula jagalah pabrik kimia atau mesin tubuh kita  agar tidak berproses terus menurus tanpa henti  karena suatu saat akan aus juga seperti mesin-mesin pada suatu pabrik. Ini dapat dilakukan dengan mengistirahatkannya beberapa saat agar tetap awet seperti yang kita lakukan pada saat bulan Ramadhan. Sebagaimana hadis Nabi Saw “Shumu Tashihhu” yang artinya Puasalah niscaya kamu akan sehat (HR Ath -Thabrani). Dengan berpusa maka tubuh akan mendetoksifikasi racun yang ada di dalamnya sehingga mesin tubuh kita awet hingga akhir hayat.

13 komentar:

  1. Ilmiah sekali bu penjelasannya...😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dinda berusaha untuk konsisten di bid Ilmu krn itulah yg sering diajarkan biar mudah menulisnya

      Hapus
  2. Balasan
    1. Syukran kanda menulis sesuatu yg plg dekat dg diri kita

      Hapus
  3. Luar biasa. Saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak atas bimbingannya selama ini, ditunggu koreksinya pak

      Hapus
  4. Luar biasa. Saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  5. Mantap bu....jdi rindu ngajar kimia..

    BalasHapus

SK Fungsional Lektor