Sabtu, 15 Agustus 2020

STYROFOAM DAN MAKANAN JAJANAN



Makanan (pangan) adalah kebutuhan primer manusia. Kita tidak akan dapat bertahan hidup tanpa adanya makanan yang disupply ke tubuh.Pola makan yang tidak teratur saja dapat memberikan efek negatif  bagi tubuh apatah lagi kalau tidak makan. Makanan yang masuk ke dalam tubuhpun harus sehat agar tidak mendatangkan penyakit. Ia dapat diperoleh dengan mudah melalui pengolahan sendiri  di rumah atau dari luar rumah.

Saat ini warung- warung, cafe, restoran berjamuran dan hampir di setiap sisi jalan kita temukan. Tetapi hal itu sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan pokok. Terutama bagi mereka yang hidup di kota sudah menjadi gaya hidup dengan membeli makanan yang siap saji akibat dari aktivitas/ pekerjaan yang padat sehingga tidak sempat untuk keluar kantor dan rumah. Dan sekarangpun banyak fasilitas jasa yang dapat membantu kita seperti Grab dan kurir. Makanan biasanya hanya dipesan lalu diantarkan di rumah. Demikian pula para pedagang atau penjual mengemas makanan mereka dengan berbagai tempat yang menarik dan variatif sehingga menarik minat para konsumen.

Untuk makanan jajanan biasanya dikemas dengan menggunakan styrofoam karena ringan, bentuk menarik dan harganya yang relatif murah. Styrofoam adalah  polimer atau plastik busa. Ia merupakan polystyrene dengan monomer  styrene, benzena dan formalin. Styrene merupakan zat yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker)jika melebihi batas toleransi. Styrofoam juga merupakan limbah abadi karena sukar terurai di dalam tanah. Ia membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terdegradasi.

Menurut pakar polimer Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc (2019) bahwa :

“Styrofoam aman buat mengemas makanan. Styrofoam aslinya itu adalah sebuah merek dagang. Merek dagangnya dimiliki oleh The Dow Chemicals Company. Sementara nama teknisnya sendiri adalah expanded polystyrene (EPS). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2009 mengungkapkan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Hal ini berdasarkan hasil pengujian terhadap 17 produk kemasan styrofoam seperti gelas, mangkok, kotak segi empat, lunch box, dan piring yang terbuat dari styrofoam, termasuk kemasan produk mi instan, terbukti aman digunakan sebagai kemasan pangan jika suhunya tidak melebihi 100oC”

 

            Hal ini perlu diperhatikan karena makanan atau air yang dimasak akan mendidih jika  suhu 100oC dan terkadang dibiarkan lama sehingga suhu mencapai di atas 100oC. Dan seketika itu makanan langsung dimasukkan ke wadah yang berbahan styrofoam.  Maka stirena (styrene) dapat bermigrasi atau berpindah ke makanan. Sedangkan  menurut peraturan BPOM No 16 tahun 2014 bahwa stryrofoam akan aman digunakan sebagai bahan pengemas jika kandungan  stirena kecil dan memiliki batas maksimum 5000 ppm. 

            Dan dari hasil penelitian Chairul ahmad dalam Simposium Nasional Polimer IV menyatakan bahwa bahan kemasan makanan berbahan stryrofoam yang beredar di Serpong berkisar (1- 1,7)% bobot dan Food and Drug Administration memberikan toleransi sekitar 1% untuk makanan dan 5% untuk minuman dan lemak sehingga 1,7% sudah melebihi ambang batas toleransi, sehingga berbahaya bagi Kesehatan.

            Dan di dalam Al-Qur’an  QS Al Baqarah ayat168 yang artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk makan makanan yang halal lagi  baik artinya baik bagi Kesehatan tubuh kita. Kesehatan sangatlah penting artinya bagi manusia. Jika kita sehat maka uang dapat dicari untuk membeli apapun yang kita inginkan atas kehendak-Nya kecuali kesehatan itu sendiri. Kalau saja sehat dapat dibeli maka tidak akan ada orang kaya yang sakit.

Semoga Allah senantiasa memberikan  kesehatan kepada kita semua, agar minum tak serasa duri, makan tak serasa lilin, tidur terasa lena dan mandipun basah.



 

  

Sabtu, 08 Agustus 2020

SEBUAH PESAN DARI KOTA BEIRUT

 

(Tribuntimurnews.com)

 

Melihat dan membaca pemberitaan selasa (4/8/2020) dari berbagai media tentang kota Beirut yang diguncang ledakan dahsyat rasanya begitu menyayat hati, dan hati ini hanya bisa bergumam kata innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un. Ya Allah kami selalu pasrah kepada-Mu atas kejadian yang selalu menimpa kami dan saudara-saudara kami di dunia ini. Tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu.

Semua orang tercengang dan penasaran akan penyebab kejadian tersebut, sehingga semua mata dunia tertuju pada kota Beirut di Libanon. Hal ini sangat menggugah hati para pemimpin dunia untuk turut memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan termasuk Raja Salman dari Arab Saudi dan tidak ketinggalan pemimpin Rusia yakni Vladimir Putin serta menyusul negara-negara lainnya.

Kejadian tersebut memunculkan banyak spekulasi atau dugaan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ada yang menduga karena adanya andil dari islam sunni dan syiah, ada juga yang menganggap hal tersebut adalah kiriman bom dari negara tetangga yaitu Israel. Tetapi Presiden Libanon dalam postingannya di media sosial twitternya menyatakan bahwa ledakan tersebut diakibatkan oleh bahan kimia Amonium Nitrat yang tersimpan di sebuah gudang dekat pelabuhan sejak 6 tahun silam. Bahan kimia tersebut merupakan hasil sitaan dari pihak bea cukai Libanon. Amonium Nitrat yang tersimpan di gudang tersebut berjumlah 2.750 ton. Inilah adalah jumlah yang fantastik, jika dibandingkan kekuatan ledakannya sekitar 15% dari kekuatan ledakan di Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar 13 dan 23 kilotons yang diledakkan di kedua kota tersebut sedangkan di Libanon  memilki 1,8 kilotons kekuatan ledakan. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa kejadian di kota Beirut merupakan bom mini dari Hiroshima dan Nagasaki atau kata Muhammad Gibran dalam CNBC Indonesia bahwa “Hiroshima Mini di Libanon”. Berdasarkan data dari associated press Jumat (7/8/2020) bahwa jumlah korban yang meninggal bertambah 150 orang  dan 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.

Amonium Nitrat (ammonium nitrate) dalam kamus lengkap kimia Oxford adalah senyawa kimia dalam bentuk garam nitrat dengan rumus molekul kimia NH4NO3 atau N2H4O3. Ia berbentuk padatan kristal putih dan larut di dalam air. Proses pembuatannya di Laboratorium dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonium berair. Biasanya senyawa tersebut banyak digunakan di bidang pertanian seperti pupuk dan dalam bidang pertambangan digunakan sebagai bom untuk meledakkan batuan, seperti pada industri semen.

Senyawa kimia amonium nitrat kini menjadi perhatian publik. Para pakar Kimia dunia banyak berkomentar tentang senyawa tersebut. Sebuah kutipan dari Newsweek, Gabriel da Saliva merupakan dosen senior Teknik Kimia Univesitas Meulborne mengatakan bahwa pada suhu panas dan tekanan tinggi amonium nitrat merupakan bahan yang mudah meledak. Dan jika terjadi ledakan amonium nitrat maka zat-zat seperti amonia, karbon dioksida dan nitrogen oksida akan terlepas ke udara. Sedangkan menurut American Lung Association menyatakan paparan nitrogen oksida berefek peradangan di paru-paru atau timbul batuk mengi (suara siulan bernada tinggi saat bernafas), hal inilah yang menimbulkan asma.

Gas nitrogen oksida ini terdapat di lingkungan kita sehari-hari seperti asap kendaraan di jalanan yang menggunakan bahan bakar bersumber dari fosil seperti batubara, minyak atau solar. Hal ini menimbulkan masalah pada kardiovaskular (penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah). Jika dihirup oleh bayi dapat menurunkan berat badannya dan resiko kematian. Sedangkan gas amonia merupakan  gas korosif yang dapat mematikan sel-sel tubuh. Pada kadar tinggi menyebabkan mata, hidung, tenggorokan dan saluran pernafasan terbakar. Zat amonia juga dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan paru-paru, hingga kematian.

Kejadian di kota Beirut mengingatkan penulis pada seorang dosen Dr. Ir. La Ifa (saat itu belum doktor) yang mengajarkan mata kuliah Proses Industri Kimia di jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia Makassar. Beliau mengatakan saat merancang pabrik maka storage (tempat penyimpanan bahan baku atau produk) bahan kimia yang perlu diperhatikan adalah sifat-sifat senyawa kimia tersebut yakni volatile (mudah menguap), mudah terbakar, korosif atau reaktif (mudah bereaksi dengan senyawa lainnya. Demikian juga kualitas storagenya harus terjaga kelembabannya, tahan panas dan tekanan. Dan yang terpenting lagi seberapa lama ia bertahan.

Kita dapat memetik pelajaran berharga dari kejadian tersebut yaitu tentang sikap kepedulian dan perhatian dengan linggkungan sekitar, tidak hanya hal yang berkaitan dengan bahan kimia saja tetapi hal sepele yang terjadi di lingkungan kita. Terkadang kecerobohan kita sendiri tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi dapat melibatkan orang lain. Salah satu contoh ban mobil yang gundul yang tidak segera diganti, saat musim hujan akan membuat jalanan licin, kita dapat tergelincir dan membuat lakalantas di jalanan. Ataukah sampah plastik yang dibuang sembarangan  dapat mengakibatkan penyumbatan saluran air karena plastik tidak dapat hancur. Ia butuh ribuan tahun untuk dapat hancur di dalam tanah.

Akhir kata Apa yang kamu tanam maka itulah yang kamu tuai. Marilah kita menabur kebaikan dalam hidup ini dengan peduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari segala bencana dan musibah. Dalam QS. Al-Isra ayat 7 yang artinya  "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Sabtu, 01 Agustus 2020

KARYA IBU LEBIH DARI 1001 TULISAN


Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan

           Kasih sayang anak kepada ibu, tidaklah  sebesar kasih  sayang anak kepada ibunya. Padahal di setiap langkah anak selalu teriring doa dari orang tua, Ayah Ibulah yang telah mengantarkan kita ke pintu kesuksesan yang diikuti oleh takdir Ilaahi Rabbi. Tanpa menafikan peran ayah yang luar biasa kepada kita, ibulah yang selalu mengambil peran pengasuhan anak di rumah. Dan yang paling dibutuhkan dalam suatu rumah tangga selain materi yakni chemistry yang menjadi pengikat lahir dan bathin antar keluarga.

Chemistry artinya kimia dan ia merupakan susunan, struktur, sifat dan perubahan materi dari suatu unsur atau zat. Dalam zat terdapat ikatan-ikatan yang dapat menguatkan persenyawaan materi tersebut. Istilah chemistry ini sudah menjadi umum dan dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang mengistilahkan chemistry  sebagai ikatan lahir dan bathin seseorang. Hal ini menjadi penguat hubungan seseorang ketika chemistry itu hadir di antara keduanya.

Pada hakekatnya kehidupan dalam rumah tangga seperti reaktor (tempat terjadinya reaksi) di dalam suatu pabrik. Pabrik selalu menghasilkan produk dengan kualitas terbaik. Kualitas yang baik akan terbentuk jika bahan bakunya baik pula. Jadi semua produk (hasil) tergantung sumbernya. Reaksi yang umum terjadi di dalam reaktor adalah A ditambahkan B akan menghasilkan C atau reaktan menghasilkan produk. Demikian pula di dalam rumah tangga yang telah dianugrahi anak, yang mengambil peran sebagai reaktan adalah ayah dan ibu, sedangkan produk adalah anak. Anak akan baik jika dididik oleh orang tua yang baik pula. Akan tetapi ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sebagaimana pepatah arab yang sangat populer  yaitu   Al-Ummu madrsatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq, yang artinya ibu adalah sekolah pertama (utama), bila engkau mempersiapkannya maka engkau mempersiapkan generasi terbaik.(Sara M, 2016)

Menurut James Esdras Faust seorang pengacara, politikus dan pemuka agama di Amerika bahwa “ The influence of mother in the lives of her children is beyond calculation”. Pengaruh Ibu terhadap kehidupan anak-anak itu di luar perhitungan. Seorang Ibu adalah sosok paling vital dalam perkembangan anak.

Di dalam rumah ibulah yang memberi warna-warni kehidupan rumah tangga meski terkadang dalam pengambilan keputusan tetap di tangan sang ayah. Kegiatan di rumah setiap hari, ibu shalehah selalu bangun paling cepat dan tidur paling lambat. Saat semua tertidur pulas iapun bangun menangis dan mengadu pada sang khalik agar seluruh isi rumah dalam kondisi baik, sehat, panjang umur dan selalu dalam limpahan rahmat-Nya. Iapun rutin melakukannya tanpa rasa lelah demi kebahagian semuanya.

Setelah shalat subuh, iapun membangunkan anak-anak dan bergegas menyiapkan sarapan dengan berbagai menu yang berganti setiap harinya agar orang di rumah tidak merasa bosan. Saat   masakpun bertaburan doa ibu panjatkan agar anak-anaknya menjadi pribadi yang sabar dan penurut pada orang tua. Kemudian memasak air sambil mencuci, membersihkan rumah bahkan terkadang menyetrika pakaian hingga tak terasa matahari terbit.  Bagi ibu yang memilki bayi hingga anak berjalan lalu berlari semua terjaga dan terpantau olehnya. Ia harus memandikan dan menyuapinya. Rasanya waktu begitu cepat saat menjelang pagi karena semua sudah terkonsep apa saja yang harus diselesaikannya pada hari itu dan untuk besok, lusa, minggu depan, bulan depan bahkan tahun depan dst.

Bagi ibu yang bekerja sebagai penjual makanan maka ia meracik bumbunya di malam hari dan memasaknya di waktu subuh. Begitu pula ibu yang bekerja dengan berbagai profesi lainnya  antara lain di kantor, sekolah dan kampus. Meski hal yang berbeda kadang terjadi bagi ibu rumah tangga yang mendelegasikan beberapa tugasnya pada asisten rumah tangga. Pastilah tidak sesibuk mereka bekerja sambil mengurus semuanya. Yang pasti semuanya merupakan ladang amal bagi sang ibu.

Begitu pula di siang hari dan malam, pekerjaan rutin mengurus anak tidak akan pernah berhenti sampai anak menjadi dewasa dan berkeluarga. Amanah itu selalu melekat pada dirinya sehingga ibu selalu merencanakan hal-hal yang dilakukannya. Konsep-konsepnya telah tertuang dalam setiap Langkah kakinya, gerakan tangannya, ucapan dan senyumannya. Meminjam kata Dr. Ngainun Naim bahwa kita terkadang banyak menulis di pikiran kita, dan ternyata itulah yang dilakukan Ibu. Ibu terlalu banyak menulis di pikiran dan bahkan di hatinya. Jika dikalkulasikan dalam setahun maka ia bisa melebihi 1001 tulisan. Karya ibu sudah ia torehkan pada anak-anaknya sebagai generasi penerusnya.

Rasulullah SAW dalam haditsnya yang ditulis Imam Rulyawan dalam koran Republika (12/12/2018) bahwa pertanyaan seorang sahabat kepada Rabulullah "Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini." Rasul menjawab, "Ibumu." Kemudian dia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab, "Ibumu." "Kemudian lagi, ya Rasul," tanya orang itu. "Rasul menjawab, "Ibumu." Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; "Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?" "Bapakmu," jawab Rasulullah. .

Akhir kata sayangi ibu kita selagi nafasnya masih bercokol pada jasadnya karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi esok. Kitakah atau beliau yang mendahului kita. Seorang akan selalu dirindukan keberadaannya di saat ia tidak ada di sisi kita. Dan jagalah chemistry dengannya  agar ikatan lahir dan bathin itu begitu kuat. Jangan biarkan diri kita merintih penyesalan yang luar biasa karena waktu tak dapat diputar balik.

Sabtu, 25 Juli 2020

SI PAHIT, PELEPAS BEBAN DAN PENGIKAT RINDU


Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan

Pepatah di atas mengingatkan kita untuk tidak mudah terbuai dengan sesuatu yang terasa nikmat karena terkadang enak di pangkal namun pahit di ujungnya. Demikian pula sebaliknya sesuatu  yang terasa pahit jangan dijauhi atau dibuang karena ia akan menjadi obat/pelipur lara di akhirnya.

Pada kehidupan ini tidak pernah terlepas dengan masalah rasa, entah itu rasa manis dan pahitnya kehidupan yang kita alami serta urusan rasa yang terdapat di lidah. Dan dalam keadaan susah, senang dan rilex kita selalu mencari teman untuk bersantai dengan menyuguhkan makanan dan minuman untuk dinikmati. Tetapi pada umumnya orang akan mencari minuman yang menyegarkan.

Di Indonesia, jika kita melakukan survey tentang minuman favorit setelah air putih maka akan ditemukan jawaban beragam yaitu teh atau kopi. Jadi apakah masih ada orang yang tidak mengenal kedua rasa minuman tersebut?

Dari dulu hingga saat ini minuman yang tidak pernah alpha menemani hari-hari kita di rumah adalah teh dan kopi. Teh selalu hadir dengan rasa pekatnya dan kopi selalu setia dengan pahitnya. Keduanya tidak pernah berdusta dan menyembunyikan rasanya. Tapi meskipun demikian orang tetap mencarinya, sehingga tidak heran warung atau warkop dan kedai menjamur (dimana-mana selalu tersedia). Bahkan ada yang membukanya hingga larut malam. Ini menunjukkan begitu banyak yang mencintai minuman ini.

Dan kedua minuman ini sudah banyak modifikasi, ia sudah disajikan dengan berbagai pilihan rasa. Ada teh hijau, teh hitam, teh putih, teh kunyit, kopi arabica, kopi robusta, kopi liberica, white coffee dll. Kedua minuman tersebut terkadang dicampurkan dengan rasa buah atau tanaman obat-obatan seperti teh jahe, kopi strawberry bahkan ada yang mencampurkan keduanya yakni teh rasa kopi.

Dan dalam suatu Riwayat As-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga. Ia berkata kepada Nabi SAW.: “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara.” Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits; yang antara lain dari 3 hadist yang disebutkan Rasulullah SAW adalah “ selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya”.(Kitab Tazdkir An-Nas: 77). Jadi pada masa Rasulullahpun minuman kopi sudah dikenal.

Pada hakekatnya, teh adalah minuman yang dibuat dari pucuk  atau daun kering tanaman teh sedangkan minuman kopi dari bijinya yang dikeringkan kemudian disangrai dan dihaluskan. Dalam teh dan kopi terdapat kandungan kimia yakni pada teh terdapat sellulosa, protein, klorofil, tanin, pati, kafein, asam amino, gula dan abu. Sedangkan pada kopi sellulosa, kafein, lemak, gula, air dan abu.(Hambali, E)

Di antara kandungan kimia di atas terdapat senyawa kafein (C8H10N4O2) yang dapat memberikan efek stimulasi terhadap sistem saraf pusat. Zat tersebut dapat mengurangi resiko penyakit kronis dan meningkatkan suasana hati sehingga seseorang yang merasa Lelah dan penat dapat merasa bugar kembali setelah minum teh atau kopi.

Menurut Nikolai Kuhnert (Ahli Kimia Jacobs Bremens University di Jerman) yang dilansir oleh Metro (22 Januari 2018) menyatakan bahwa pada saat minum teh maka senyawa kafein yang keluar pertama dari daun. Kafein menghalangi produksi adenosin (neurotaransmiter yang membuat kita Lelah sepanjang hari). Hal inilah yang mempengaruhi suasana hati kita dapat refresh setelah minum teh dan kopi.

Kafein biasanya terikat unsur Nitrogen, sehingga pada teh dan kopi jika diakumulasikan kandungan kafeinnya maka kopi jauh lebih tinggi dibandingkan teh. Para ahli mengatakan bahwa setiap 226 gram bubuk kopi mengandung 150 mg kafein. Teh hijau mengandung 75 mg, dan teh hitam 50 mg kafein.

kandungan kafein dalam teh dan kopi cukup tinggi untuk dapat dikonsumsi setiap hari. Apalagi bagi mereka yang sudah candu dan selalu dirundukan, sehingga akan merasa pusing jika tidak minum teh dan kopi dalam  sehari, bahkan hal tersebut menjadi kegiatan rutin di rumah atau di manapun  ia berada. Dan tanpa disadari kafein akan terakumulasi di dalam tubuh. Kafein pun jika berlebihan maka akan menimbulkan perasaan gelisah, susah tidur, gangguan pencernaan, merusak otot dan jika efek kafein dari teh dan kopi yang kita minum hilang maka kita akan merasa lelah kembali. Hal inilah yang membuat candu terhadap kedua minuman tersebut.

Dan hal yang sangat disayangkan minuman yang beredar di Indonesia khususnya teh dan kopi karena produsen minuman tidak pernah mencantumkan indikasi penggunaan dan informasi tentang siapa saja yang cocok meminumnya,  (tidak mencantumkan kontra indikasi atau peringatan akan bahaya minuman tersebut).  Sehingga kitalah yang perlu memilah-milah takaran minuman yang kita konsumsi setiap harinya.

Akhir kata meminjam pepatah penikmat kedua minuman ini bahwa teh dan kopi  selalu jujur akan pahitnya ,dan membuat kita sadar bahwa yang manis tak selalu berakhir indah. Dan ketika kata-kata tak lagi banyak berbicara, secangkir teh dan kopi bisa jadi perantara dan mencairkan suasana.

Namun sepahit-pahitnya rasa asli kopi dan teh itu tidak seberapa. Kata Ali bin Abu Thalib “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia”.

Sabtu, 18 Juli 2020

TANPANYA HIDUP INI TAKKAN BERASA

Hati siapa yang takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam, pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).

Rasa asin itu berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl) secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl). Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak (makronutrien)

 

                                                  (Agronet.id) 

Menurut Anna Poedjiadi bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral  cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk ion-ion.

Natrium berbentuk ion positif (Na+) dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :

1.    Mengatur aliran tekanan darah

2.    Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot

3.    Membantu proses pencernaan

Pada manusia kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan (akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia 3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari.  Tetapi kita tidak perlu khawatir akan keberadaan garam karena  selalu melimpah di alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di Indonesia ada 2 jenis diantaranya:

a.  Garam Laut

Garam laut adalah garam  yang diproduksi melalui proses yang sangat sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar  pada air laut masih terdapat di dalam garam tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar

b.  Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya.  Keberadaan iodium ini penting karena berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi perkembangan janinnya.  Garam yang beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Dan selain manfaat garam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan:  retensi cairan, tekanan darah tinggi, mulut terasa kering, kepala terasa berat,  sering buang air kecil dan bahkan sulit berfikir.(Widiana, 2017)

Adapun penelitian terbaru tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa  air asin atau berkumur air garam dapat meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih berlanjut sampai saat ini.  Semoga ini bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan pandemi covid-19 ini dari bumi ini.

Demikian pula Allah menjelaskan dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus

Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun  rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.

Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat  Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.

Sabtu, 11 Juli 2020

AIR PUTIHKU, OBAT ATAU RACUN



Noda setitik akan menghapus susu sebelanga

Air jernih atau putih bila dikenai kotoran sedikitpun maka akan mempengaruhi tampilan air yakni warna dan rasanya. Demikian pula perbuatan terkadang kebaikan segudang akan dihapus oleh sekeping keburukan. Kertas putih yang diberi titik hitam maka kebanyakan orang fokus pada titik hitam yang terdapat pada kertas tersebut dibandingkan  warna putih di sekitarnya. Hal tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Air yang sudah kotor membutuhkan waktu/proses pembilasan berkali-kali hingga warna air dapat jernih Kembali. Dan kertas putih yang dikenai noda hitam butuh penghapus untuk membersihkan titk hitam tersebut meski meninggalkan bekas dan tidak akan bisa kembali seputih aslinya.

Air putih adalah minuman terfavorit di dunia kemudian teh dan kopi. Tidak seorangpun yang tidak suka minum air putih. Air putih adalah air jernih yang telah melalui proses pengolahan atau pemanasan. Air putih selain berfungsi untuk melepas dahaga, ia juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Makanan sulit hancur  jika tidak dibantu oleh air atau cairan tubuh. Air putih dapat menjaga kelembaban kulit, sehingga dapat membuat seseorang awet muda. Air tersebut tak selamanya sehat perlu diuji dulu baru dikatakan sehat bagi tubuh kita. Ia dapat diperoleh dari  sumur, sungai, dan laut. Air putih mudah didapatkan, dan hampir setiap rumah memilikinya. Ia juga dapat diperoleh dalam bentuk kemasan di warung-warung, restoran, toko-toko, supermarket bahkan di mall-mall.

Air putih tersebut biasanya dikemas (air kemasan) dalam bentuk gelas, botol dan galon yang terbuat dari bahan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sepintas lalu air putih dan air kemasan akan tampak sama, padahal sangatlah berbeda. Kita bisa lihat perbedaan warna, tempat, proses pengolahan dan bahkan rasanya. Sejujurnya, Penulis terinspirasi dengan tema ini karena melihat video minggu lalu yang beredar di grup whatsapp. Videonya sangat menarik untuk ditonton dan cukup meyakinkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Perbedaan yang air putih dan air kemasan adalah sebagai berikut:

a.  Air Putih

Air  jernih yang kita masak dan minum di rumah biasanya disebut air putih. Dan air tersebut bersumber dari tempat-tempat yang telah disebutkan di atas. Air PAM atau PDAM juga bersumber dari tempat tersebut. Kandungan mineral yang terdapat pada air sangat ditentukan kondisi lingkungan sumber air kita. Dan pengolahan air putih di rumah-rumah penduduk umumnya tidak melewati uji laboratorium. Mereka hanya menampung air tersebut di ember atau tandon, kemudian mengendapkan lalu memasaknya. Ini dilakukan selama bertahun tahun, Sehingga terkadang tampak di dasar panci tersebut kerak putih. Kerak putih itu adalah kapur (kalsium). Kalsium merupakan salah satu unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi menurut Nyoman Getas (2017) dalam jumlah berlebihan akan mengakibatkan predeposisi batu saluran kemih.  Orang tua kita biasanya air putihnya tidak berwarna putih tapi merah karena mereka menambahkan "kayu secang" atau orang bugis mengistilahkan "aju seppang". Menurut orang tua sebagai obat anti kanker dan secara ilmiah memang sudah teruji.  Jika air putih kita bersumber dari sumur,  sungai, laut atau air hujan biasanya banyak mengandung logam seperti besi (Fe), mangan (Mg), seng (Zn) dan tembaga (Cu). Unsur-unsur ini adalah senyawa mikronutrien (dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil). Salah satu besi (Fe), jangan dibayangkan besi seperti paku yang dimakan. Unsur ini sangatlah penting untuk pembentukan zat padat dalam darah manusia yang disebut hemoglobin (Hb). Zat ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, menyusui dan wanita haid. Meskipun unsur tersebut dapat juga diperoleh dari makanan dan air kemasan lainnya.  Adapun logam yang sangat berbahaya dan tidak boleh ada dalam air meskipun dalam jumlah kecil adalah logam-logam berat seperti Arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Tb), Chrom (Cr) dan Cadmium(Cd).(Priyono,2018)

Logam berat tidak akan hancur meskipun telah melalui proses pemanasan dan ia akan menjadi pemicu kanker pada tubuh manusia.

b.  Air Kemasan

Air kemasan merupakan air putih yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat langsung diminum. Pengolahan air tersebut terdiri dari beberapa proses yaitu secara biologi, fisika dan kimia. Pada beberapa tahapan proses pengolahan terdapat penambahan bahan kimia yakni bahan-bahan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Air kemasan terdiri atas 2 yakni air mineral  dan  air non mineral. Air mineral merupakan zat elektolit (dapat menghantarkan listrik) dan bila dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Jadi kita perlu memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, ketika membeli air kemasan. Pada penutup gelas atau label botol terdapat tulisan mineralisasi (terdapat kandungan mineral) atau demineralisasi (tidak terdapat kandungan mineral). Air kemasan yang kita butuhkan haruslah menyesuaikan kondisi tubuh kita. Unsur mineral akan membantu proses pembentukan tulang tetapi jika berlebihan akan menyumbat saluran kemih.

Menurut Permenkes No. 492 tahun 2010, air minum berkualitas perlu memperhatikan parameter mikrobiologinya yakni tidak ditemukannya bakteri coliform dan Escherichia coli (E.coli) dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meminum air putih atau mineral kemasan menurut dr. Imran Agus Nurali, SpKO (Dokter spesialis Kesehatan dan olahraga) yaitu suhu, bentuk kemasan, tempat penyimpanan, warna dan bau, perlu dikocok, harus terdaftar dan perhatikan komposisinya.

Kita terkadang menyimpan air yang terlalu lama di dalam mobil sehingga air minum kita berubah suhunya menjadi panas. Air tersebut akan teroksidasi dengan sinar ultraviolet sehingga air tersebut tidak sehat lagi untuk diminum. Dan perlunya dikocok karena terkadang terdapat serat-serat putih yang mengendap pada gelas/botol tersebut. Ini menunjukkan sudah terdapat mikroba dalam air tersebut.

Jadi pada prinsipnya kita lebih baik  mencegah dari pada mengobati dengan memperhatikan dan membaca label yang tertera pada air kemasan sebelum meminumnya. Dalam QS  Al-Waqiah disebutkan tentang air yang kita minum dan artinya:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?”.

Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya, air begitu melimpah dan tidak pernah habis untuk diminum hingga saat ini. Air laut menjadi asin karena adanya unsur natrium (Na) dan klor (Cl) di dalamnya. Dan manusia dapat mengolahnya menjadi air payau, air mineral yang sehat untuk diminum.

 

 


Sabtu, 04 Juli 2020

BERSELIMUTKAN KEKUATAN LEMAK (TRIGLISERIDA)

(Sumber: medium.com)

Tak ada gading yang tak retak

             Pada kehidupan ini tidaklah ada yang abadi, tidak ada benda yang dapat bertahan lama meski memiliki kualitas bagus atau luar biasa. Pada saatnya benda tersebut akan rusak sehingga tak layak pakai lagi.  Dan tidak seorangpun yang kuat dapat hidup selama-lamanya, karena pada akhirnya semua akan kembali ke sang Khalik. Tubuh manusiapun akan hancur, terurai oleh mikroba dan bersatu dengan tanah. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji'un.

Manusia merupakan makhluk sempurna yang di dalam tubuhnya terdiri dari zat-zat kimia di antaranya adalah lipid. Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak dapat larut di dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Lipidpun memiliki golongan yang sangat berpengaruh pada kehidupan ini antara lain: lemak, lilin dan steroid.

Lemak adalah satu di antara 3 zat utama di dalam tubuh setelah karbohidrat dan protein sehingga disebut makronutrien. Lemak berfungsi melindungi organ-organ dalam tubuh manusia, meningkatkan gula darah, membentuk sel-sel otak dan mengontrol rasa lapar. Iapun dapat menguatkan tubuh manusia dari serangan cuaca ekstrim seperti panas dan dingin.

Pada hakekatnya lemak dan minyak itu sama, yang membedakan hanya wujudnya. Pada suhu kamar atau ruang (37oC), lemak berwujud padat dan minyak berbentuk cair. Dan apabila kita mendengar kata lemak maka apakah yang terlintas di pikiran kita?

Pada umumnya mendengar kata lemak, maka yang terlintas di pikiran kita adalah obesitas (kegemukan), kolesterol atau penyakit jantung koroner. Padahal lemak tidak selamanya jahat tergantung  sumbernya.

Menurut dr. Vienna Rossimarina, SpJP (spesialis jantung dan pembuluh darah) bahwa lemak yang aman/sehat untuk dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang pada umumnya bersumber dari buah-buahan dan nabati atau tumbuhan kecuali kelapa, seperti lemak/minyak jagung, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, ikan atau makanan yang mengandung omega-3. Sedangkan lemak jahat adalah lemak jenuh dan trans. Lemak tersebut bersumber dari hewan dan olahan suatu industri/pabrik. Lemak jenuh, contohnya keju, mentega, minyak kelapa, daging merah, dan minyak jelantah (bekas pakai) sedangkan lemak trans seperti produk kue dan  biskuit. Lemak baik akan meningkatkan kolesterol baik (LDL) dan lemak jahat dapat meningkatkan kolesterol jahat (HDL). Kolesterol ini termasuk golongan lipid jenis steroid.

Pada tubuh manusia yang terakumulasi lemak jahat maka darah menjadi kental, lemak tersebut sulit untuk terurai sehingga terjadi endapan kolesterol yang mengakibatkan  penyempitan pembuluh darah.  Dinding pembuluh darah menjadi tebal. Hal tersebut akhirnya darah menjadi kurang elastis dan kental serta memacu kerja jantung. Dan akhirnya aliran darah menjadi tidak lancar, jantungpun bekerja lebih  cepat dan pada akhirnya tidak dapat tertolong lagi.

Adapun lipid golongan lilin adalah zat yang memiliki kemiripan struktur kimia lemak yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Biasanya lilin terdapat pada kulit buah dan daun tanaman contohnya kulit apel dan daun talas. Jika zat tersebut masuk di dalam tubuh, lilin tersebut tidak hancur sehingga yang keluarnyapun tetap dalam bentuk lilin.

Akhir kata jagalah pola dan menu makan kita, upayakan mengkonsumsi makanan yang sehat (baik) dan halal  karena ia akan menjadi darah daging di dalam tubuh kita, yang akhirnya mempengaruhi karakter dan perilaku manusia. Sebagaimana firman Allah yang artinya:

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Q.S.Al-Baqarah: 168)

Sabtu, 27 Juni 2020

GULA (GLUKOSA) HANYALAH PEMANIS DI LIDAH





Dimana ada gula disitu ada semut

Gula sangat identik dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan semut bermakna banyak orang. Jadi makna pepatah di atas adalah di setiap tempat yang menyenangkan pastilah banyak orang yang berdatangan. Demikian pula rasa manis yang terdapat pada gula tidak ada orang yang tidak senang akan hal tersebut, begitu pula Rasulullah SAW.

Dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu anha berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ

Artinya :

         “Minuman yang paling disukai Rasullullah SAW adalah yang dingin dan manis”. 

Rasa manis yang dimaksud di atas adalah air dengan campuran madu, kismis yang direndam gula serta kurma.(Bahrain R, 2015) 

Gula dalam istilah kimia disebut glukosa dengan rumus molekul C6H12O6. Gula diperoleh dari hasil penguraian karbohidrat dari polisakarida menjadi tetrasakarida, trisakarida, dan disakarida kemudian dalam bentuk paling sederhana yaitu monosakarida. Monosakarida inilah gula (glukosa). Dan di dalam tubuh manusia ia dapat diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat.  Kandungan gula pada tanaman berasal dari reaksi fotosintesis sehingga energi yang dihasilkan dari gula tersebut bersumber dari cahaya matahari dengan reaksi kimia yang telah dijelaskan  oleh Anna Poedjiadi  di dalam buku Dasar-dasar Biokimia di bawah ini:


               

Pada Industri/ pabrik pembuatan gula biasanya bahan baku diperoleh dari bahan alami dan buatan (sintetik) sehingga dikenal 2 istilah berikut ini : 

a.  Gula Alami

Gula yang diperoleh dari bahan baku yang terdapat di alam seperti nasi,ubi, jagung, tebu dan buah-buahan. Gula ini akan menghasilkan kalori (energi) yang besar serta aman untuk dikonsumsi. Gula alami ini contohnya gula pasir, gula aren dan gula bit.

b.  Gula Buatan (sintetik)

Gula yang dibuat dari campuran bahan-bahan kimia seperti sakarin, aspartam, siklamat, sorbitol dan sylitol. Pemanis buatan ini memiliki nilai kalori (energi) rendah atau bahkan tidak menghasilkan energi sama sekali dan terkadang sulit dicerna oleh tubuh sehingga memiliki efek buruk bagi kesehatan. Jika terlalu banyak mengkonsumsi pemanis ini akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus atau kanker. Biasanya para pedagang makanan yang ingin mendapatkan banyak keuntungan menggunakan pemanis ini, karena harganya relatif murah dan penggunaannya hanya sedikit akan memiliki rasa manis 200 kali lebih manis dari pemanis alami. Kalau dalam istilah di pasaran pemanis buatan ini disebut sarimanis. Di antara ciri pemanis ini biasanya meninggalkan rasa pahit dan manis yang berbekas di lidah. Rasa manis yang timbul dari gula yang kita konsumsi hanya terasa di ujung lidah saja, rasa pahit pada pangkal lidah serta asin dan asam pada pinggir lidah.

Menurut Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) kandungan gula yang disarankan untuk dikonsumsi perhari sekitar 500 gr atau setara dengan 4 sendok makan. Jadi perlu kontrol komposisi gula makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Tapi dalam kehidupan ini bukan hanya gula saja yang manis tapi kata-kata yang menyenangkanpun jauh lebih manis sehingga banyak orang ingin mendengarkannya dan ingin lebih dekat dengan kita, asal jangan manis hanya di bibir saja tapi tidak sampai di hati . Allah selalu melihat apa yang bersemayam di dalam hati kita.

Seorang istri harus bisa menjadi gula bagi suaminya, selalu merasa senang di sampingnya. Dosen harus menjadi gula bagi mahasiswanya agar mahasiswa senang bila diajar dan dibimbing. Pemimpin harus menjadi gula bagi bawahannya, agar bawahan semangat bekerja.  Seorang anak menjadi gula bagi orang tuanya, agar senyuman senantiasa terpancar di wajahnya, demikian pula sebaliknya.

Akhir kata bersifatlah seperti gula yang selalu memberi rasa manis di hati tapi jangan bersifat sepert semut yang hanya datang kalau ada kepentingan atau hal yang menyenangkan dan sebaik-baik rasa manis bukan hanya manisnya gula tapi manisnya iman.


Sabtu, 20 Juni 2020

KARBOHIDRAT SANG PEMBAKAR SEMANGAT HIDUP


Menang jadi arang kalah jadi abu

          Suatu pertarungan selalu ada yang menang dan kalah. Tapi pada hakekatnya menang atau kalah kedua-duanya hancur, musnah, dan wujudnya  tidak bisa kembali ke bentuk sediakala  seperti yang terjadi pada proses kimia. Semua bagaikan kayu yang dilahap api, ia akan jadi arang atau abu. Energi yang dikeluarkan akan hilang percuma dan tanpa hasil alias sia-sia. Seperti itulah makna pepatah di atas.

         Pada hakekatnya, kayu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia yakni sebagai bahan bangunan, peralatan rumah tangga, bahan baku kertas dan bahan bakar. Dalam Al-quran Surah Yasin ayat 80 yang artinya:

“Dan Tuhan jadikan untukmu dari pohon kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari kayu itu”.

Kayu memiliki cadangan energi yang dapat menyala ketika  saling digesekkan seperti pohon Afar. Jika dalam bentuk mentah maka kayu secara langsung dapat dijadikan bahan bakar dan dalam jangka waktu yang lama (ribuan tahun) akan terjadi pelapukan tanaman di dalam tanah menjadi batu bara dan minyak bumi. Ia dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) mesin kendaraan manusia  seperti bensin. Demikian pula bijinya seperti biji jarak dapat diolah menjadi biodiesel. Kayu termasuk karbohidrat golongan sellulosa (serat) yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

Karbohidrat  secara etimologi berasal dari kata karbo (karbon) dan hidrat (air). Jadi karbohidrat adalah senyawa/ zat yang terdiri dari karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dengan rumus molekul Cx(H2O)n.

Penggolongan karbohidrat terdiri dari 3 bagian, di antaranya adalah polisakarida. Golongan polisakarida ini terdiri dari Amilum (pati) yang dapat dikonsumsi seperti nasi, jagung, ubi, mie dll. Sedangkan yang tidak dapat dikonsumsi/dimakan oleh manusia adalah karbohidrat golongan sellulosa (serat) seperti kayu, kulit buah dan daun pisang. Kenapa demikian? Karena pada kayu, kulit buah, daun pisang memiliki ikatan a (alfa) sellulosa dan di dalam tubuh manusia tidak terdapat enzim yang bisa mengurai ikatan tersebut. Jadi jika enzim pengurainya ada di dalam tubuh maka kayu dan daun pisangpun kita lahap. Berbeda dengan daun-daunan yang biasa dijadikan sayur memiliki ikatan β (beta) sellulosa sehingga dapat hancur di dalam tubuh oleh enzim sellulase. Kemudian polisakarida dalam bentuk khitin terdapat pada cangkang kepiting dan udang yang biasanya dibuat kapsul dan bahan kosmetik.

Karbohidrat dalam bentuk polisakarida di dalam tubuh manusia akan terurai menjadi monosakarida yakni glukosa (gula). Gula ini nantinya larut dalam darah yang akan diedarkan ke seluruh tubuh. Sehingga untuk mendiagnosa penyakit seseorang cukup mengambil sampel darahnya seperti penyakit diabetes. Jadi penyakit diabetes bukan diakibatkan oleh komsumsi gula semata tetapi sangat dipengaruhi oleh banyaknya asupan karbohidrat di dalam tubuhnya seperti mengkomsumsi nasi secara berlebihan.

Karbohidrat ini merupakan bahan bakar di dalam tubuh kita. Ia akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi tubuh untuk melakukan aktifivitas. Dalam sehari dibutuhkan kurang lebih 2000 kalori untuk melakukan aktivitas sedangkan dalam 1 gelas nasi yang kita konsumsi akan menghasilkan165 kalori.(Wisnubrata, 2017). Energi atau kalori yang dibutuhkan seseorang jauh lebih besar ketika ia berpikir dibandingkan aktivitas lainnya. Pada dasarnya energi (kalori) dari karbohidrat bersumber dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil (zat hijau daun) kemudian disimpan di dalam biji, umbi, buah dan batang tanaman.

Jika dalam sehari saja kita tidak makan maka tubuh akan terasa lemas dan kurang bersemangat dan imun menurun, tetapi  masih ada cadangan energi tubuh di dalam hati dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Itulah pentingnya kita selalu menjaga hati baik secara fisik maupun psikologis karena energi cadangan kita diproses di dalamnya. Dan apabila energi cadangan tersebut sudah habis maka akan diambil dari kandungan lemak yang terdapat dalam tubuh, hingga tidak ada lagi cadangan energi yang tersisa akhirnya seseorang tidak sadarkan diri.

Akhir kata, kita perlu mengontrol asupan zat gizi berupa karbohidrat dalam tubuh kita, karena ia akan menjadi bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas termasuk membaca, menulis dan berpikir. Di dalam tubuh, karbohidrat dalam jumlah kecil akan menjadi penyemangat hidup dan dalam jumlah besar atau berlebihan akan menjadi penyakit diabetes.

 

SK Fungsional Lektor