Sabtu, 07 November 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020
STYROFOAM DAN MAKANAN JAJANAN
Makanan (pangan)
adalah kebutuhan primer manusia. Kita tidak akan dapat bertahan hidup tanpa
adanya makanan yang disupply ke tubuh.Pola makan yang tidak teratur saja
dapat memberikan efek negatif bagi tubuh
apatah lagi kalau tidak makan. Makanan yang masuk ke dalam tubuhpun harus sehat
agar tidak mendatangkan penyakit. Ia dapat diperoleh dengan mudah melalui
pengolahan sendiri di rumah atau dari
luar rumah.
Saat ini warung-
warung, cafe, restoran berjamuran dan hampir di setiap sisi jalan kita temukan.
Tetapi hal itu sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan pokok. Terutama bagi
mereka yang hidup di kota sudah menjadi gaya hidup dengan membeli makanan yang
siap saji akibat dari aktivitas/ pekerjaan yang padat sehingga tidak sempat
untuk keluar kantor dan rumah. Dan sekarangpun banyak fasilitas jasa yang dapat
membantu kita seperti Grab dan kurir. Makanan biasanya hanya dipesan lalu
diantarkan di rumah. Demikian pula para pedagang atau penjual mengemas makanan
mereka dengan berbagai tempat yang menarik dan variatif sehingga menarik minat
para konsumen.
Untuk makanan
jajanan biasanya dikemas dengan menggunakan styrofoam karena
ringan, bentuk menarik dan harganya yang relatif murah. Styrofoam
adalah polimer atau plastik busa. Ia merupakan
polystyrene dengan monomer styrene,
benzena dan formalin. Styrene merupakan zat yang bersifat karsinogenik
(menyebabkan kanker)jika melebihi batas toleransi. Styrofoam juga
merupakan limbah abadi karena sukar terurai di dalam tanah. Ia membutuhkan
waktu ratusan tahun untuk dapat terdegradasi.
Menurut pakar
polimer Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc (2019) bahwa :
“Styrofoam aman buat mengemas makanan. Styrofoam aslinya itu adalah sebuah merek dagang. Merek dagangnya
dimiliki oleh The Dow Chemicals Company. Sementara nama teknisnya sendiri
adalah expanded polystyrene (EPS). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2009
mengungkapkan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan
styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Hal ini berdasarkan hasil
pengujian terhadap 17 produk kemasan styrofoam seperti gelas, mangkok, kotak
segi empat, lunch box, dan piring yang terbuat dari styrofoam, termasuk
kemasan produk mi instan, terbukti aman digunakan sebagai kemasan pangan jika
suhunya tidak melebihi 100oC”
Hal ini perlu diperhatikan karena makanan atau air yang dimasak akan mendidih jika suhu 100oC dan terkadang dibiarkan lama sehingga suhu mencapai di atas 100oC. Dan seketika itu makanan langsung dimasukkan ke wadah yang berbahan styrofoam. Maka stirena (styrene) dapat bermigrasi atau berpindah ke makanan. Sedangkan menurut peraturan BPOM No 16 tahun 2014 bahwa stryrofoam akan aman digunakan sebagai bahan pengemas jika kandungan stirena kecil dan memiliki batas maksimum 5000 ppm.
Dan dari hasil
penelitian Chairul ahmad dalam Simposium Nasional Polimer IV menyatakan bahwa
bahan kemasan makanan berbahan stryrofoam yang beredar di Serpong
berkisar (1- 1,7)% bobot dan Food and Drug Administration memberikan toleransi
sekitar 1% untuk makanan dan 5% untuk minuman dan lemak sehingga 1,7% sudah
melebihi ambang batas toleransi, sehingga berbahaya bagi Kesehatan.
Dan di dalam
Al-Qur’an QS Al Baqarah ayat168
yang artinya:
“Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah
kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu.”
Ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk makan
makanan yang halal lagi baik artinya
baik bagi Kesehatan tubuh kita. Kesehatan sangatlah penting artinya bagi
manusia. Jika kita sehat maka uang dapat dicari untuk membeli apapun yang kita
inginkan atas kehendak-Nya kecuali kesehatan itu sendiri. Kalau saja sehat
dapat dibeli maka tidak akan ada orang kaya yang sakit.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua, agar minum tak
serasa duri, makan tak serasa lilin, tidur terasa lena dan mandipun basah.
Sabtu, 08 Agustus 2020
SEBUAH PESAN DARI KOTA BEIRUT
(Tribuntimurnews.com)
Melihat dan membaca
pemberitaan selasa (4/8/2020) dari berbagai media tentang kota Beirut yang
diguncang ledakan dahsyat rasanya begitu menyayat hati, dan hati ini hanya bisa
bergumam kata innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un. Ya Allah kami selalu
pasrah kepada-Mu atas kejadian yang selalu menimpa kami dan saudara-saudara
kami di dunia ini. Tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu.
Semua orang tercengang
dan penasaran akan penyebab kejadian tersebut, sehingga semua mata dunia
tertuju pada kota Beirut di Libanon. Hal ini sangat menggugah hati para pemimpin
dunia untuk turut memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan termasuk Raja
Salman dari Arab Saudi dan tidak ketinggalan pemimpin Rusia yakni Vladimir Putin
serta menyusul negara-negara lainnya.
Kejadian tersebut
memunculkan banyak spekulasi atau dugaan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ada
yang menduga karena adanya andil dari islam sunni dan syiah, ada juga yang
menganggap hal tersebut adalah kiriman bom dari negara tetangga yaitu Israel. Tetapi
Presiden Libanon dalam postingannya di media sosial twitternya menyatakan bahwa ledakan tersebut
diakibatkan oleh bahan kimia Amonium Nitrat yang tersimpan di sebuah gudang
dekat pelabuhan sejak 6 tahun silam. Bahan kimia tersebut merupakan hasil
sitaan dari pihak bea cukai Libanon. Amonium Nitrat yang tersimpan di gudang tersebut
berjumlah 2.750 ton. Inilah adalah jumlah yang fantastik, jika dibandingkan kekuatan
ledakannya sekitar 15% dari kekuatan ledakan di Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar
13 dan 23 kilotons yang diledakkan di kedua kota tersebut sedangkan di
Libanon memilki 1,8 kilotons kekuatan
ledakan. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa kejadian di kota Beirut merupakan
bom mini dari Hiroshima dan Nagasaki atau kata Muhammad Gibran dalam CNBC
Indonesia bahwa “Hiroshima Mini di Libanon”. Berdasarkan data dari associated press Jumat (7/8/2020) bahwa jumlah korban yang meninggal bertambah 150 orang dan 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.
Amonium Nitrat (ammonium nitrate) dalam
kamus lengkap kimia Oxford adalah senyawa kimia dalam bentuk garam
nitrat dengan rumus molekul kimia NH4NO3 atau N2H4O3.
Ia berbentuk padatan kristal putih dan larut di dalam air. Proses pembuatannya
di Laboratorium dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonium berair. Biasanya
senyawa tersebut banyak digunakan di bidang pertanian seperti pupuk dan dalam
bidang pertambangan digunakan sebagai bom untuk meledakkan batuan, seperti pada industri semen.
Senyawa kimia amonium
nitrat kini menjadi perhatian publik. Para pakar Kimia dunia banyak berkomentar
tentang senyawa tersebut. Sebuah kutipan dari Newsweek, Gabriel da
Saliva merupakan dosen senior Teknik Kimia Univesitas Meulborne mengatakan bahwa pada suhu panas dan tekanan tinggi amonium
nitrat merupakan bahan yang mudah meledak. Dan jika terjadi ledakan amonium
nitrat maka zat-zat seperti amonia, karbon dioksida
dan nitrogen oksida akan terlepas ke udara. Sedangkan menurut American
Lung Association menyatakan paparan nitrogen oksida berefek
peradangan di paru-paru atau timbul batuk mengi (suara siulan bernada tinggi saat
bernafas), hal inilah yang menimbulkan asma.
Gas
nitrogen oksida ini terdapat di lingkungan kita sehari-hari seperti
asap kendaraan di jalanan yang menggunakan bahan bakar bersumber dari fosil
seperti batubara, minyak atau solar. Hal ini menimbulkan masalah pada kardiovaskular
(penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah). Jika dihirup oleh
bayi dapat menurunkan berat badannya dan resiko kematian. Sedangkan gas amonia
merupakan gas korosif yang dapat mematikan
sel-sel tubuh. Pada kadar tinggi menyebabkan mata, hidung, tenggorokan dan
saluran pernafasan terbakar. Zat amonia juga
dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan paru-paru, hingga kematian.
Kejadian di kota Beirut mengingatkan penulis
pada seorang dosen Dr. Ir. La Ifa (saat itu belum doktor) yang mengajarkan mata
kuliah Proses Industri Kimia di jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim
Indonesia Makassar. Beliau mengatakan saat merancang pabrik maka storage
(tempat penyimpanan bahan baku atau produk) bahan kimia yang perlu diperhatikan
adalah sifat-sifat senyawa kimia tersebut yakni volatile (mudah menguap), mudah
terbakar, korosif atau reaktif (mudah bereaksi dengan senyawa lainnya. Demikian
juga kualitas storagenya harus terjaga kelembabannya, tahan panas dan tekanan.
Dan yang terpenting lagi seberapa lama ia bertahan.
Kita dapat memetik pelajaran berharga
dari kejadian tersebut yaitu tentang sikap kepedulian dan perhatian dengan
linggkungan sekitar, tidak hanya hal yang berkaitan dengan bahan kimia saja
tetapi hal sepele yang terjadi di lingkungan kita. Terkadang kecerobohan kita
sendiri tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi dapat melibatkan orang lain.
Salah satu contoh ban mobil yang gundul yang tidak segera diganti, saat musim
hujan akan membuat jalanan licin, kita dapat tergelincir dan membuat
lakalantas di jalanan. Ataukah sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mengakibatkan penyumbatan saluran air
karena plastik tidak dapat hancur. Ia butuh ribuan tahun untuk dapat hancur di
dalam tanah.
Akhir kata Apa yang kamu tanam maka itulah yang kamu tuai. Marilah kita menabur kebaikan dalam hidup ini dengan peduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari segala bencana dan musibah. Dalam QS. Al-Isra ayat 7 yang artinya "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Sabtu, 01 Agustus 2020
KARYA IBU LEBIH DARI 1001 TULISAN
Chemistry artinya kimia dan ia merupakan
susunan, struktur, sifat dan perubahan materi dari suatu unsur atau zat. Dalam
zat terdapat ikatan-ikatan yang dapat menguatkan persenyawaan materi tersebut. Istilah
chemistry ini sudah menjadi umum dan dalam kehidupan sehari-hari,
orang-orang mengistilahkan chemistry sebagai ikatan lahir dan bathin seseorang. Hal
ini menjadi penguat hubungan seseorang ketika chemistry itu hadir di antara
keduanya.
Pada hakekatnya
kehidupan dalam rumah tangga seperti reaktor (tempat terjadinya reaksi) di
dalam suatu pabrik. Pabrik selalu menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.
Kualitas yang baik akan terbentuk jika bahan bakunya baik pula. Jadi semua
produk (hasil) tergantung sumbernya. Reaksi yang umum terjadi di dalam reaktor
adalah A ditambahkan B akan menghasilkan C atau reaktan menghasilkan produk.
Demikian pula di dalam rumah tangga yang telah dianugrahi anak, yang mengambil
peran sebagai reaktan adalah ayah dan ibu, sedangkan produk adalah anak. Anak
akan baik jika dididik oleh orang tua yang baik pula. Akan tetapi ibu merupakan
sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sebagaimana pepatah arab yang sangat
populer yaitu Al-Ummu madrsatul ula, iza a’dadtaha
a’dadta sya’ban thayyibal a’raq, yang artinya ibu adalah sekolah pertama (utama),
bila engkau mempersiapkannya maka engkau mempersiapkan generasi terbaik.(Sara
M, 2016)
Menurut James Esdras Faust seorang
pengacara, politikus dan pemuka agama di Amerika bahwa “ The influence
of mother in the lives of her children is beyond calculation”. Pengaruh Ibu
terhadap kehidupan anak-anak itu di luar perhitungan. Seorang Ibu adalah sosok
paling vital dalam perkembangan anak.
Di dalam rumah
ibulah yang memberi warna-warni kehidupan rumah tangga meski terkadang dalam
pengambilan keputusan tetap di tangan sang ayah. Kegiatan di rumah setiap hari,
ibu shalehah selalu bangun paling cepat dan tidur paling lambat. Saat semua
tertidur pulas iapun bangun menangis dan mengadu pada sang khalik agar seluruh
isi rumah dalam kondisi baik, sehat, panjang umur dan selalu dalam limpahan
rahmat-Nya. Iapun rutin melakukannya tanpa rasa lelah demi kebahagian semuanya.
Setelah shalat
subuh, iapun membangunkan anak-anak dan bergegas menyiapkan sarapan dengan
berbagai menu yang berganti setiap harinya agar orang di rumah tidak merasa
bosan. Saat masakpun bertaburan doa ibu panjatkan agar
anak-anaknya menjadi pribadi yang sabar dan penurut pada orang tua. Kemudian memasak
air sambil mencuci, membersihkan rumah bahkan terkadang menyetrika pakaian
hingga tak terasa matahari terbit. Bagi ibu
yang memilki bayi hingga anak berjalan lalu berlari semua terjaga dan terpantau
olehnya. Ia harus memandikan dan menyuapinya. Rasanya waktu begitu cepat saat
menjelang pagi karena semua sudah terkonsep apa saja yang harus diselesaikannya
pada hari itu dan untuk besok, lusa, minggu depan, bulan depan bahkan tahun
depan dst.
Bagi ibu yang bekerja sebagai penjual makanan maka ia meracik bumbunya di malam hari dan memasaknya di waktu subuh. Begitu pula ibu yang bekerja dengan berbagai profesi lainnya antara lain di kantor, sekolah dan kampus. Meski hal yang berbeda kadang terjadi bagi ibu rumah tangga yang mendelegasikan beberapa tugasnya pada asisten rumah tangga. Pastilah tidak sesibuk mereka bekerja sambil mengurus semuanya. Yang pasti semuanya merupakan ladang amal bagi sang ibu.
Begitu pula di siang
hari dan malam, pekerjaan rutin mengurus anak tidak akan pernah berhenti sampai
anak menjadi dewasa dan berkeluarga. Amanah itu selalu melekat pada dirinya
sehingga ibu selalu merencanakan hal-hal yang dilakukannya. Konsep-konsepnya
telah tertuang dalam setiap Langkah kakinya, gerakan tangannya, ucapan dan senyumannya.
Meminjam kata Dr. Ngainun Naim bahwa kita terkadang banyak menulis di
pikiran kita, dan ternyata itulah yang dilakukan Ibu. Ibu terlalu banyak
menulis di pikiran dan bahkan di hatinya. Jika dikalkulasikan dalam setahun maka
ia bisa melebihi 1001 tulisan. Karya ibu sudah ia torehkan pada anak-anaknya
sebagai generasi penerusnya.
Rasulullah SAW dalam haditsnya yang ditulis
Imam Rulyawan dalam koran Republika (12/12/2018) bahwa pertanyaan seorang
sahabat kepada Rabulullah "Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati
di dunia ini." Rasul menjawab, "Ibumu." Kemudian dia bertanya
lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab, "Ibumu." "Kemudian
lagi, ya Rasul," tanya orang itu. "Rasul menjawab, "Ibumu."
Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; "Kemudian, setelah itu siapa, ya
Rasul?" "Bapakmu," jawab Rasulullah. .
Akhir kata sayangi ibu kita selagi nafasnya masih bercokol pada jasadnya karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi esok. Kitakah atau beliau yang mendahului kita. Seorang akan selalu dirindukan keberadaannya di saat ia tidak ada di sisi kita. Dan jagalah chemistry dengannya agar ikatan lahir dan bathin itu begitu kuat. Jangan biarkan diri kita merintih penyesalan yang luar biasa karena waktu tak dapat diputar balik.
Sabtu, 25 Juli 2020
SI PAHIT, PELEPAS BEBAN DAN PENGIKAT RINDU
Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan
Pepatah di atas mengingatkan kita untuk tidak mudah terbuai dengan sesuatu yang terasa nikmat karena terkadang enak di pangkal namun pahit di ujungnya. Demikian pula sebaliknya sesuatu yang terasa pahit jangan dijauhi atau dibuang karena ia akan menjadi obat/pelipur lara di akhirnya.
Pada
kehidupan ini tidak pernah terlepas dengan masalah rasa, entah itu rasa manis
dan pahitnya kehidupan yang kita alami serta urusan rasa yang terdapat di
lidah. Dan dalam keadaan susah, senang dan rilex kita selalu mencari teman
untuk bersantai dengan menyuguhkan makanan dan minuman untuk dinikmati. Tetapi
pada umumnya orang akan mencari minuman yang menyegarkan.
Di
Indonesia, jika kita melakukan survey tentang minuman favorit setelah air putih
maka akan ditemukan jawaban beragam yaitu teh atau kopi. Jadi apakah masih ada
orang yang tidak mengenal kedua rasa minuman tersebut?
Dari
dulu hingga saat ini minuman yang tidak pernah alpha menemani hari-hari kita
di rumah adalah teh dan kopi. Teh selalu hadir dengan rasa pekatnya dan kopi
selalu setia dengan pahitnya. Keduanya tidak pernah berdusta dan menyembunyikan
rasanya. Tapi meskipun demikian orang tetap mencarinya, sehingga tidak heran
warung atau warkop dan kedai menjamur (dimana-mana selalu tersedia). Bahkan
ada yang membukanya hingga larut malam. Ini menunjukkan begitu banyak yang
mencintai minuman ini.
Dan
kedua minuman ini sudah banyak modifikasi, ia sudah disajikan dengan berbagai
pilihan rasa. Ada teh hijau, teh hitam, teh putih, teh kunyit, kopi arabica,
kopi robusta, kopi liberica, white coffee dll. Kedua minuman tersebut
terkadang dicampurkan dengan rasa buah atau tanaman obat-obatan seperti teh
jahe, kopi strawberry bahkan ada yang mencampurkan keduanya yakni teh
rasa kopi.
Dan dalam suatu Riwayat As-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga. Ia berkata kepada Nabi SAW.: “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara.” Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits; yang antara lain dari 3 hadist yang disebutkan Rasulullah SAW adalah “ selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya”.(Kitab Tazdkir An-Nas: 77). Jadi pada masa Rasulullahpun minuman kopi sudah dikenal.
Pada hakekatnya, teh
adalah minuman yang dibuat dari pucuk atau daun kering tanaman teh
sedangkan minuman kopi dari bijinya yang dikeringkan kemudian disangrai dan
dihaluskan. Dalam teh dan kopi terdapat kandungan kimia yakni pada teh terdapat
sellulosa, protein, klorofil, tanin, pati, kafein, asam amino, gula
dan abu. Sedangkan pada kopi sellulosa, kafein, lemak, gula, air dan
abu.(Hambali, E)
Di
antara kandungan kimia di atas terdapat senyawa kafein (C8H10N4O2) yang dapat memberikan
efek stimulasi terhadap sistem saraf pusat. Zat tersebut dapat mengurangi
resiko penyakit kronis dan meningkatkan suasana hati sehingga seseorang yang
merasa Lelah dan penat dapat merasa bugar kembali setelah minum teh atau kopi.
Menurut
Nikolai Kuhnert (Ahli Kimia Jacobs Bremens University di
Jerman) yang dilansir oleh Metro (22 Januari 2018) menyatakan
bahwa pada saat minum teh maka senyawa kafein yang keluar
pertama dari daun. Kafein menghalangi produksi adenosin (neurotaransmiter yang
membuat kita Lelah sepanjang hari). Hal inilah yang mempengaruhi suasana hati
kita dapat refresh setelah minum teh dan kopi.
Kafein
biasanya terikat unsur Nitrogen, sehingga pada teh dan kopi jika diakumulasikan
kandungan kafeinnya maka kopi jauh lebih tinggi dibandingkan teh. Para ahli
mengatakan bahwa setiap 226 gram bubuk kopi mengandung 150 mg kafein. Teh hijau
mengandung 75 mg, dan teh hitam 50 mg kafein.
kandungan kafein
dalam teh dan kopi cukup tinggi untuk dapat dikonsumsi setiap hari. Apalagi bagi
mereka yang sudah candu dan selalu dirundukan, sehingga akan merasa pusing jika tidak minum
teh dan kopi dalam sehari, bahkan hal tersebut menjadi kegiatan
rutin di rumah atau di manapun ia berada. Dan tanpa disadari kafein
akan terakumulasi di dalam tubuh. Kafein pun jika berlebihan maka
akan menimbulkan perasaan gelisah, susah tidur, gangguan pencernaan, merusak
otot dan jika efek kafein dari teh dan kopi yang kita minum hilang maka kita
akan merasa lelah kembali. Hal inilah yang membuat candu terhadap kedua minuman
tersebut.
Dan hal yang sangat
disayangkan minuman yang beredar di Indonesia khususnya teh dan kopi karena
produsen minuman tidak pernah mencantumkan indikasi penggunaan dan informasi
tentang siapa saja yang cocok meminumnya, (tidak mencantumkan kontra
indikasi atau peringatan akan bahaya minuman tersebut). Sehingga
kitalah yang perlu memilah-milah takaran minuman yang kita konsumsi setiap
harinya.
Akhir kata meminjam pepatah penikmat kedua minuman ini bahwa teh dan kopi selalu jujur akan pahitnya ,dan membuat kita sadar bahwa yang manis tak selalu berakhir indah. Dan ketika kata-kata tak lagi banyak berbicara, secangkir teh dan kopi bisa jadi perantara dan mencairkan suasana.
Namun sepahit-pahitnya rasa asli kopi dan teh itu tidak seberapa. Kata Ali bin Abu Thalib “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia”.
Sabtu, 18 Juli 2020
TANPANYA HIDUP INI TAKKAN BERASA
Hati siapa yang
takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi
rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu
rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam,
pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka
jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini
akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap
harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa
asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).
Rasa asin itu
berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan
pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl)
secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl).
Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
banyak (makronutrien)
(Agronet.id)
Menurut Anna Poedjiadi
bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat
badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan
klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk
ion-ion.
Natrium berbentuk ion positif (Na+)
dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut
merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi
menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot
manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :
1. Mengatur aliran tekanan darah
2. Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot
3. Membantu
proses pencernaan
Pada manusia
kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya
unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh
orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk
proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan
(akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.
Menurut Food and
Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia
3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari. Tetapi kita tidak perlu khawatir akan
keberadaan garam karena selalu melimpah di
alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah
memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif
murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di
Indonesia ada 2 jenis diantaranya:
a. Garam Laut
Garam laut adalah garam yang diproduksi melalui proses yang sangat
sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut
sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar
matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar pada air laut masih terdapat di dalam garam
tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar
b. Garam Meja
Garam meja merupakan garam yang
diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian
sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan
penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium
karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam
meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan
adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya. Keberadaan iodium ini penting karena
berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang
yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi
perkembangan janinnya. Garam yang
beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.
Dan selain manfaat garam yang
sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan: retensi cairan, tekanan darah tinggi,
mulut terasa kering, kepala terasa berat, sering buang air kecil dan bahkan sulit
berfikir.(Widiana, 2017)
Adapun penelitian terbaru
tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang
dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa air asin atau berkumur air garam dapat
meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona
karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan
bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih
berlanjut sampai saat ini. Semoga ini
bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan
pandemi covid-19 ini dari bumi ini.
Demikian pula Allah menjelaskan
dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:
“ Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus”
Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.
Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.
Sabtu, 11 Juli 2020
AIR PUTIHKU, OBAT ATAU RACUN
Air jernih atau
putih bila dikenai kotoran sedikitpun maka akan mempengaruhi tampilan air yakni
warna dan rasanya. Demikian pula perbuatan terkadang kebaikan segudang akan dihapus
oleh sekeping keburukan. Kertas putih yang diberi titik hitam maka kebanyakan
orang fokus pada titik hitam yang terdapat pada kertas tersebut
dibandingkan warna putih di sekitarnya.
Hal tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Air yang sudah kotor
membutuhkan waktu/proses pembilasan berkali-kali hingga warna air dapat jernih
Kembali. Dan kertas putih yang dikenai noda hitam butuh penghapus untuk
membersihkan titk hitam tersebut meski meninggalkan bekas dan tidak akan bisa
kembali seputih aslinya.
Air putih adalah
minuman terfavorit di dunia kemudian teh dan kopi. Tidak seorangpun yang tidak
suka minum air putih. Air putih adalah air jernih yang telah melalui proses
pengolahan atau pemanasan. Air putih selain berfungsi untuk melepas dahaga, ia
juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Makanan sulit hancur jika tidak dibantu oleh air atau cairan tubuh.
Air putih dapat menjaga kelembaban kulit, sehingga dapat membuat seseorang awet
muda. Air tersebut tak selamanya sehat perlu diuji dulu baru dikatakan sehat
bagi tubuh kita. Ia dapat diperoleh dari sumur, sungai, dan laut. Air putih mudah
didapatkan, dan hampir setiap rumah memilikinya. Ia juga dapat diperoleh dalam bentuk kemasan di
warung-warung, restoran, toko-toko, supermarket bahkan di mall-mall.
Air putih tersebut biasanya dikemas (air kemasan) dalam bentuk gelas, botol dan galon yang
terbuat dari bahan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sepintas lalu air
putih dan air kemasan akan tampak sama, padahal sangatlah berbeda. Kita bisa
lihat perbedaan warna, tempat, proses pengolahan dan bahkan rasanya. Sejujurnya,
Penulis terinspirasi dengan tema ini karena melihat video minggu lalu yang
beredar di grup whatsapp. Videonya sangat menarik untuk ditonton dan cukup
meyakinkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Perbedaan yang air
putih dan air kemasan adalah sebagai berikut:
a. Air
Putih
Air jernih yang kita masak dan minum di rumah
biasanya disebut air putih. Dan air tersebut bersumber dari tempat-tempat yang
telah disebutkan di atas. Air PAM atau PDAM juga bersumber dari tempat
tersebut. Kandungan mineral yang terdapat pada air sangat ditentukan kondisi
lingkungan sumber air kita. Dan pengolahan air putih di rumah-rumah penduduk
umumnya tidak melewati uji laboratorium. Mereka hanya menampung air tersebut di
ember atau tandon, kemudian mengendapkan lalu memasaknya. Ini dilakukan selama
bertahun tahun, Sehingga terkadang tampak di dasar panci tersebut kerak putih.
Kerak putih itu adalah kapur (kalsium). Kalsium merupakan salah satu
unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi menurut Nyoman Getas (2017) dalam
jumlah berlebihan akan mengakibatkan predeposisi batu saluran kemih. Orang tua kita biasanya air putihnya tidak berwarna putih tapi merah karena mereka menambahkan "kayu secang" atau orang bugis mengistilahkan "aju seppang". Menurut orang tua sebagai obat anti kanker dan secara ilmiah memang sudah teruji. Jika air putih kita bersumber dari sumur, sungai, laut atau air hujan biasanya banyak
mengandung logam seperti besi (Fe), mangan (Mg), seng (Zn) dan tembaga (Cu). Unsur-unsur
ini adalah senyawa mikronutrien (dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil). Salah satu besi
(Fe), jangan dibayangkan besi seperti paku yang dimakan. Unsur ini sangatlah
penting untuk pembentukan zat padat dalam darah manusia yang disebut hemoglobin
(Hb). Zat ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, menyusui dan wanita haid. Meskipun
unsur tersebut dapat juga diperoleh dari
makanan dan air kemasan lainnya. Adapun
logam yang sangat berbahaya dan tidak boleh ada dalam air meskipun dalam jumlah
kecil adalah logam-logam berat seperti Arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Tb),
Chrom (Cr) dan Cadmium(Cd).(Priyono,2018)
Logam berat tidak akan hancur
meskipun telah melalui proses pemanasan dan ia akan menjadi pemicu kanker pada
tubuh manusia.
b. Air
Kemasan
Air kemasan merupakan air putih yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat langsung diminum. Pengolahan air tersebut terdiri dari beberapa proses yaitu secara biologi, fisika dan kimia. Pada beberapa tahapan proses pengolahan terdapat penambahan bahan kimia yakni bahan-bahan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Air kemasan terdiri atas 2 yakni air mineral dan air non mineral. Air mineral merupakan zat elektolit (dapat menghantarkan listrik) dan bila dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Jadi kita perlu memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, ketika membeli air kemasan. Pada penutup gelas atau label botol terdapat tulisan mineralisasi (terdapat kandungan mineral) atau demineralisasi (tidak terdapat kandungan mineral). Air kemasan yang kita butuhkan haruslah menyesuaikan kondisi tubuh kita. Unsur mineral akan membantu proses pembentukan tulang tetapi jika berlebihan akan menyumbat saluran kemih.
Menurut Permenkes No. 492 tahun 2010,
air minum berkualitas perlu memperhatikan parameter mikrobiologinya yakni tidak
ditemukannya bakteri coliform dan
Escherichia coli (E.coli) dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa
penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air
tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
saat meminum air putih atau mineral kemasan menurut dr. Imran Agus Nurali, SpKO
(Dokter spesialis Kesehatan dan olahraga) yaitu suhu, bentuk kemasan, tempat
penyimpanan, warna dan bau, perlu dikocok, harus terdaftar dan perhatikan
komposisinya.
Kita
terkadang menyimpan air yang terlalu lama di dalam mobil sehingga air minum
kita berubah suhunya menjadi panas. Air tersebut akan teroksidasi dengan sinar ultraviolet
sehingga air tersebut tidak sehat lagi untuk diminum. Dan perlunya dikocok
karena terkadang terdapat serat-serat putih yang mengendap pada gelas/botol
tersebut. Ini menunjukkan sudah terdapat mikroba dalam air tersebut.
Jadi pada prinsipnya
kita lebih baik mencegah dari pada
mengobati dengan memperhatikan dan membaca label yang tertera pada air kemasan
sebelum meminumnya. Dalam QS Al-Waqiah
disebutkan tentang air yang kita minum dan artinya:
“Maka
terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya
atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia
asin, maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?”.
Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya, air begitu melimpah dan
tidak pernah habis untuk diminum hingga saat ini. Air laut menjadi asin karena
adanya unsur natrium (Na) dan klor (Cl) di dalamnya. Dan manusia dapat
mengolahnya menjadi air payau, air mineral yang sehat untuk diminum.
Sabtu, 04 Juli 2020
BERSELIMUTKAN KEKUATAN LEMAK (TRIGLISERIDA)
Tak ada gading yang tak retak
Manusia merupakan
makhluk sempurna yang di dalam tubuhnya terdiri dari zat-zat kimia di antaranya
adalah lipid. Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak dapat larut
di dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Lipidpun memiliki
golongan yang sangat berpengaruh pada kehidupan ini antara lain: lemak, lilin
dan steroid.
Lemak adalah satu
di antara 3 zat utama di dalam tubuh setelah karbohidrat dan protein sehingga
disebut makronutrien. Lemak berfungsi melindungi organ-organ dalam
tubuh manusia, meningkatkan gula darah, membentuk sel-sel otak dan mengontrol rasa lapar. Iapun dapat
menguatkan tubuh manusia dari serangan cuaca ekstrim seperti panas dan dingin.
Pada hakekatnya
lemak dan minyak itu sama, yang membedakan hanya wujudnya. Pada suhu kamar atau
ruang (37oC), lemak berwujud padat dan minyak berbentuk cair. Dan
apabila kita mendengar kata lemak maka apakah yang terlintas di pikiran kita?
Pada umumnya mendengar
kata lemak, maka yang terlintas di pikiran kita adalah obesitas
(kegemukan), kolesterol atau penyakit jantung koroner.
Padahal lemak tidak selamanya jahat tergantung sumbernya.
Menurut dr. Vienna
Rossimarina, SpJP (spesialis jantung dan pembuluh darah) bahwa lemak yang aman/sehat untuk dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang pada umumnya bersumber dari
buah-buahan dan nabati atau tumbuhan kecuali kelapa, seperti lemak/minyak jagung, minyak zaitun,
kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, ikan atau makanan yang mengandung
omega-3. Sedangkan lemak jahat adalah lemak jenuh dan trans. Lemak tersebut
bersumber dari hewan dan olahan suatu industri/pabrik. Lemak jenuh, contohnya keju, mentega, minyak kelapa, daging
merah, dan minyak jelantah (bekas pakai) sedangkan lemak trans seperti produk
kue dan biskuit. Lemak baik akan
meningkatkan kolesterol baik (LDL) dan lemak jahat dapat meningkatkan kolesterol
jahat (HDL). Kolesterol ini termasuk golongan lipid jenis steroid.
Pada tubuh manusia
yang terakumulasi lemak jahat maka darah menjadi kental, lemak tersebut sulit
untuk terurai sehingga terjadi endapan kolesterol yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Dinding pembuluh darah menjadi tebal. Hal
tersebut akhirnya darah menjadi kurang elastis dan kental serta memacu kerja
jantung. Dan akhirnya aliran darah menjadi tidak lancar, jantungpun bekerja
lebih cepat dan pada akhirnya tidak
dapat tertolong lagi.
Adapun lipid
golongan lilin adalah zat yang memiliki kemiripan struktur kimia lemak yang
tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Biasanya lilin terdapat pada kulit buah
dan daun tanaman contohnya kulit apel dan daun talas. Jika zat tersebut masuk
di dalam tubuh, lilin tersebut tidak hancur sehingga yang keluarnyapun tetap
dalam bentuk lilin.
Akhir kata jagalah
pola dan menu makan kita, upayakan mengkonsumsi makanan yang sehat (baik) dan halal
karena ia akan menjadi darah daging di
dalam tubuh kita, yang akhirnya mempengaruhi karakter dan perilaku manusia. Sebagaimana
firman Allah yang artinya:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Q.S.Al-Baqarah: 168)
Sabtu, 27 Juni 2020
GULA (GLUKOSA) HANYALAH PEMANIS DI LIDAH
Dimana ada gula disitu ada semut
Gula sangat identik
dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan
semut bermakna banyak orang. Jadi makna pepatah di atas adalah di setiap tempat
yang menyenangkan pastilah banyak orang yang berdatangan. Demikian pula rasa
manis yang terdapat pada gula tidak ada orang yang tidak senang akan hal
tersebut, begitu pula Rasulullah SAW.
Dalam suatu riwayat
Aisyah radhiyallahu anha berkata:
كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ
إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ
Artinya :
“Minuman yang paling disukai Rasullullah SAW adalah yang dingin dan manis”.
Rasa manis yang
dimaksud di atas adalah air dengan campuran madu, kismis yang direndam gula
serta kurma.(Bahrain R, 2015)
Gula dalam istilah
kimia disebut glukosa dengan rumus molekul C6H12O6.
Gula diperoleh dari hasil penguraian karbohidrat dari polisakarida menjadi
tetrasakarida, trisakarida, dan disakarida kemudian dalam
bentuk paling sederhana yaitu monosakarida. Monosakarida inilah
gula (glukosa). Dan di dalam tubuh manusia ia dapat diperoleh dari makanan
yang mengandung karbohidrat. Kandungan gula
pada tanaman berasal dari reaksi fotosintesis sehingga energi
yang dihasilkan dari gula tersebut bersumber dari cahaya matahari dengan reaksi
kimia yang telah dijelaskan oleh Anna
Poedjiadi di dalam buku Dasar-dasar
Biokimia di bawah ini:
Pada Industri/ pabrik pembuatan gula biasanya bahan baku diperoleh dari bahan alami dan buatan (sintetik) sehingga dikenal 2 istilah berikut ini :
a. Gula
Alami
Gula yang diperoleh dari bahan
baku yang terdapat di alam seperti nasi,ubi, jagung, tebu dan buah-buahan. Gula
ini akan menghasilkan kalori (energi) yang besar serta aman untuk dikonsumsi.
Gula alami ini contohnya gula pasir, gula aren dan gula bit.
b. Gula
Buatan (sintetik)
Gula yang dibuat dari campuran
bahan-bahan kimia seperti sakarin, aspartam, siklamat, sorbitol
dan sylitol. Pemanis buatan ini memiliki nilai kalori (energi) rendah atau
bahkan tidak menghasilkan energi sama sekali dan terkadang sulit dicerna oleh
tubuh sehingga memiliki efek buruk bagi kesehatan. Jika terlalu banyak
mengkonsumsi pemanis ini akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus
atau kanker. Biasanya para pedagang makanan yang ingin mendapatkan banyak
keuntungan menggunakan pemanis ini, karena harganya relatif murah dan
penggunaannya hanya sedikit akan memiliki rasa manis 200 kali lebih manis dari
pemanis alami. Kalau dalam istilah di pasaran pemanis buatan ini disebut sarimanis.
Di antara ciri pemanis ini biasanya meninggalkan rasa pahit dan manis yang
berbekas di lidah. Rasa manis yang timbul dari gula yang kita konsumsi hanya
terasa di ujung lidah saja, rasa pahit pada pangkal lidah serta asin dan asam
pada pinggir lidah.
Menurut Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) kandungan
gula yang disarankan untuk dikonsumsi perhari sekitar 500 gr atau setara dengan
4 sendok makan. Jadi perlu kontrol komposisi gula makanan yang kita konsumsi
setiap harinya. Tapi dalam kehidupan ini bukan hanya gula saja yang manis tapi
kata-kata yang menyenangkanpun jauh lebih manis sehingga banyak orang ingin mendengarkannya
dan ingin lebih dekat dengan kita, asal jangan manis hanya di bibir saja tapi
tidak sampai di hati . Allah selalu melihat apa yang bersemayam di dalam hati
kita.
Seorang
istri harus bisa menjadi gula bagi suaminya, selalu merasa senang di sampingnya.
Dosen harus menjadi gula bagi mahasiswanya agar mahasiswa senang bila diajar
dan dibimbing. Pemimpin harus menjadi gula bagi bawahannya, agar bawahan
semangat bekerja. Seorang anak menjadi
gula bagi orang tuanya, agar senyuman senantiasa terpancar di wajahnya,
demikian pula sebaliknya.
Akhir kata
bersifatlah seperti gula yang selalu memberi rasa manis di hati tapi jangan
bersifat sepert semut yang hanya datang kalau ada kepentingan atau hal yang
menyenangkan dan sebaik-baik rasa manis bukan hanya manisnya gula tapi
manisnya iman.
Sabtu, 20 Juni 2020
KARBOHIDRAT SANG PEMBAKAR SEMANGAT HIDUP
Menang jadi arang kalah jadi abu
Pada hakekatnya, kayu memiliki banyak manfaat bagi
kehidupan manusia yakni sebagai bahan bangunan, peralatan rumah tangga, bahan
baku kertas dan bahan bakar. Dalam Al-quran Surah Yasin ayat 80 yang artinya:
“Dan Tuhan
jadikan untukmu dari pohon kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari
kayu itu”.
Kayu memiliki
cadangan energi yang dapat menyala ketika saling digesekkan seperti pohon Afar. Jika dalam
bentuk mentah maka kayu secara langsung dapat dijadikan bahan bakar dan dalam
jangka waktu yang lama (ribuan tahun) akan terjadi pelapukan tanaman di dalam tanah
menjadi batu bara dan minyak bumi. Ia dapat diolah menjadi bahan bakar minyak
(BBM) mesin kendaraan manusia seperti bensin. Demikian pula bijinya seperti biji
jarak dapat diolah menjadi biodiesel. Kayu termasuk karbohidrat golongan
sellulosa (serat) yang tidak dapat dikonsumsi manusia.
Karbohidrat secara etimologi berasal dari kata karbo
(karbon) dan hidrat (air). Jadi karbohidrat adalah senyawa/
zat yang terdiri dari karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O)
dengan rumus molekul Cx(H2O)n.
Penggolongan karbohidrat
terdiri dari 3 bagian, di antaranya adalah polisakarida. Golongan polisakarida
ini terdiri dari Amilum (pati) yang dapat dikonsumsi seperti nasi,
jagung, ubi, mie dll. Sedangkan yang tidak dapat dikonsumsi/dimakan oleh manusia
adalah karbohidrat golongan sellulosa (serat) seperti kayu, kulit buah dan daun
pisang. Kenapa demikian? Karena pada kayu, kulit buah, daun pisang memiliki ikatan
a (alfa) sellulosa dan di dalam tubuh manusia tidak terdapat enzim yang
bisa mengurai ikatan tersebut. Jadi jika enzim pengurainya ada di dalam tubuh
maka kayu dan daun pisangpun kita lahap. Berbeda dengan daun-daunan yang biasa
dijadikan sayur memiliki ikatan β (beta) sellulosa sehingga dapat hancur
di dalam tubuh oleh enzim sellulase. Kemudian polisakarida dalam
bentuk khitin terdapat pada cangkang kepiting dan udang yang biasanya
dibuat kapsul dan bahan kosmetik.
Karbohidrat dalam
bentuk polisakarida di dalam tubuh manusia akan terurai menjadi monosakarida
yakni glukosa (gula). Gula ini nantinya larut dalam darah yang
akan diedarkan ke seluruh tubuh. Sehingga untuk mendiagnosa penyakit seseorang
cukup mengambil sampel darahnya seperti penyakit diabetes. Jadi penyakit
diabetes bukan diakibatkan oleh komsumsi gula semata tetapi sangat dipengaruhi
oleh banyaknya asupan karbohidrat di dalam tubuhnya seperti mengkomsumsi nasi
secara berlebihan.
Karbohidrat ini
merupakan bahan bakar di dalam tubuh kita. Ia akan menghasilkan energi yang
luar biasa bagi tubuh untuk melakukan aktifivitas. Dalam sehari dibutuhkan
kurang lebih 2000 kalori untuk melakukan aktivitas sedangkan dalam 1 gelas nasi
yang kita konsumsi akan menghasilkan165 kalori.(Wisnubrata, 2017). Energi atau kalori yang dibutuhkan seseorang jauh
lebih besar ketika ia berpikir dibandingkan aktivitas lainnya. Pada dasarnya energi
(kalori) dari karbohidrat bersumber dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil
(zat hijau daun) kemudian disimpan di dalam biji, umbi, buah dan batang
tanaman.
Jika dalam sehari saja
kita tidak makan maka tubuh akan terasa lemas dan kurang bersemangat dan imun
menurun, tetapi masih ada cadangan
energi tubuh di dalam hati dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Itulah pentingnya kita selalu menjaga hati baik secara fisik maupun psikologis karena energi cadangan kita diproses di dalamnya. Dan
apabila energi cadangan tersebut sudah habis maka akan diambil dari kandungan
lemak yang terdapat dalam tubuh, hingga tidak ada lagi cadangan energi yang
tersisa akhirnya seseorang tidak sadarkan diri.
Akhir kata, kita
perlu mengontrol asupan zat gizi berupa karbohidrat dalam tubuh kita, karena ia
akan menjadi bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas termasuk membaca,
menulis dan berpikir. Di dalam tubuh, karbohidrat dalam jumlah kecil akan
menjadi penyemangat hidup dan dalam jumlah besar atau berlebihan akan menjadi penyakit diabetes.
-
Dimana ada gula disitu ada semut Gula sangat identik dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan sem...








