Sabtu, 15 Agustus 2020

STYROFOAM DAN MAKANAN JAJANAN



Makanan (pangan) adalah kebutuhan primer manusia. Kita tidak akan dapat bertahan hidup tanpa adanya makanan yang disupply ke tubuh.Pola makan yang tidak teratur saja dapat memberikan efek negatif  bagi tubuh apatah lagi kalau tidak makan. Makanan yang masuk ke dalam tubuhpun harus sehat agar tidak mendatangkan penyakit. Ia dapat diperoleh dengan mudah melalui pengolahan sendiri  di rumah atau dari luar rumah.

Saat ini warung- warung, cafe, restoran berjamuran dan hampir di setiap sisi jalan kita temukan. Tetapi hal itu sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan pokok. Terutama bagi mereka yang hidup di kota sudah menjadi gaya hidup dengan membeli makanan yang siap saji akibat dari aktivitas/ pekerjaan yang padat sehingga tidak sempat untuk keluar kantor dan rumah. Dan sekarangpun banyak fasilitas jasa yang dapat membantu kita seperti Grab dan kurir. Makanan biasanya hanya dipesan lalu diantarkan di rumah. Demikian pula para pedagang atau penjual mengemas makanan mereka dengan berbagai tempat yang menarik dan variatif sehingga menarik minat para konsumen.

Untuk makanan jajanan biasanya dikemas dengan menggunakan styrofoam karena ringan, bentuk menarik dan harganya yang relatif murah. Styrofoam adalah  polimer atau plastik busa. Ia merupakan polystyrene dengan monomer  styrene, benzena dan formalin. Styrene merupakan zat yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker)jika melebihi batas toleransi. Styrofoam juga merupakan limbah abadi karena sukar terurai di dalam tanah. Ia membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terdegradasi.

Menurut pakar polimer Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc (2019) bahwa :

“Styrofoam aman buat mengemas makanan. Styrofoam aslinya itu adalah sebuah merek dagang. Merek dagangnya dimiliki oleh The Dow Chemicals Company. Sementara nama teknisnya sendiri adalah expanded polystyrene (EPS). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2009 mengungkapkan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Hal ini berdasarkan hasil pengujian terhadap 17 produk kemasan styrofoam seperti gelas, mangkok, kotak segi empat, lunch box, dan piring yang terbuat dari styrofoam, termasuk kemasan produk mi instan, terbukti aman digunakan sebagai kemasan pangan jika suhunya tidak melebihi 100oC”

 

            Hal ini perlu diperhatikan karena makanan atau air yang dimasak akan mendidih jika  suhu 100oC dan terkadang dibiarkan lama sehingga suhu mencapai di atas 100oC. Dan seketika itu makanan langsung dimasukkan ke wadah yang berbahan styrofoam.  Maka stirena (styrene) dapat bermigrasi atau berpindah ke makanan. Sedangkan  menurut peraturan BPOM No 16 tahun 2014 bahwa stryrofoam akan aman digunakan sebagai bahan pengemas jika kandungan  stirena kecil dan memiliki batas maksimum 5000 ppm. 

            Dan dari hasil penelitian Chairul ahmad dalam Simposium Nasional Polimer IV menyatakan bahwa bahan kemasan makanan berbahan stryrofoam yang beredar di Serpong berkisar (1- 1,7)% bobot dan Food and Drug Administration memberikan toleransi sekitar 1% untuk makanan dan 5% untuk minuman dan lemak sehingga 1,7% sudah melebihi ambang batas toleransi, sehingga berbahaya bagi Kesehatan.

            Dan di dalam Al-Qur’an  QS Al Baqarah ayat168 yang artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk makan makanan yang halal lagi  baik artinya baik bagi Kesehatan tubuh kita. Kesehatan sangatlah penting artinya bagi manusia. Jika kita sehat maka uang dapat dicari untuk membeli apapun yang kita inginkan atas kehendak-Nya kecuali kesehatan itu sendiri. Kalau saja sehat dapat dibeli maka tidak akan ada orang kaya yang sakit.

Semoga Allah senantiasa memberikan  kesehatan kepada kita semua, agar minum tak serasa duri, makan tak serasa lilin, tidur terasa lena dan mandipun basah.



 

  

6 komentar:

  1. Mantap bu. Sangat informatif. Tidak pernah bosan baca tulisan Ibu

    BalasHapus
  2. Mantap dinda tulisannya. Saya punya pengalaman dgn menggunakan styrofoam. Sempoyongan dan mau muntah setelah makan mi instan yg disiram air panas dlm wadah styrofoam. Sejak saat itu, jika ada alternatif lain maka tdk menggunakan. Tapi kalau saya sebaiknya menghindari menggunakannya untuk makanan panas. Wadah plastik saja sangat tidak disarankan apalagi styrofoam oleh dr. Tan seorang ahli gizi. Kecuali kepepet🤭🤭 kupakai ji😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kanda, lbh baik mencegah dari pda mengobati

      Hapus
  3. Hal sepele yg berakibat fatal, jangka pendek mungkin blm tp dlm waktu yg lama akan pasti ada dampak negatifnya.

    BalasHapus
  4. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
    Lebih baik menghindari dari pada merusak kesehatan tubuh.
    Sangat informatif.

    BalasHapus

SK Fungsional Lektor