Sabtu, 18 Juli 2020

TANPANYA HIDUP INI TAKKAN BERASA

Hati siapa yang takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam, pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).

Rasa asin itu berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl) secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl). Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak (makronutrien)

 

                                                  (Agronet.id) 

Menurut Anna Poedjiadi bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral  cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk ion-ion.

Natrium berbentuk ion positif (Na+) dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :

1.    Mengatur aliran tekanan darah

2.    Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot

3.    Membantu proses pencernaan

Pada manusia kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan (akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia 3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari.  Tetapi kita tidak perlu khawatir akan keberadaan garam karena  selalu melimpah di alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di Indonesia ada 2 jenis diantaranya:

a.  Garam Laut

Garam laut adalah garam  yang diproduksi melalui proses yang sangat sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar  pada air laut masih terdapat di dalam garam tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar

b.  Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya.  Keberadaan iodium ini penting karena berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi perkembangan janinnya.  Garam yang beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Dan selain manfaat garam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan:  retensi cairan, tekanan darah tinggi, mulut terasa kering, kepala terasa berat,  sering buang air kecil dan bahkan sulit berfikir.(Widiana, 2017)

Adapun penelitian terbaru tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa  air asin atau berkumur air garam dapat meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih berlanjut sampai saat ini.  Semoga ini bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan pandemi covid-19 ini dari bumi ini.

Demikian pula Allah menjelaskan dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus

Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun  rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.

Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat  Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.

Sabtu, 11 Juli 2020

AIR PUTIHKU, OBAT ATAU RACUN



Noda setitik akan menghapus susu sebelanga

Air jernih atau putih bila dikenai kotoran sedikitpun maka akan mempengaruhi tampilan air yakni warna dan rasanya. Demikian pula perbuatan terkadang kebaikan segudang akan dihapus oleh sekeping keburukan. Kertas putih yang diberi titik hitam maka kebanyakan orang fokus pada titik hitam yang terdapat pada kertas tersebut dibandingkan  warna putih di sekitarnya. Hal tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Air yang sudah kotor membutuhkan waktu/proses pembilasan berkali-kali hingga warna air dapat jernih Kembali. Dan kertas putih yang dikenai noda hitam butuh penghapus untuk membersihkan titk hitam tersebut meski meninggalkan bekas dan tidak akan bisa kembali seputih aslinya.

Air putih adalah minuman terfavorit di dunia kemudian teh dan kopi. Tidak seorangpun yang tidak suka minum air putih. Air putih adalah air jernih yang telah melalui proses pengolahan atau pemanasan. Air putih selain berfungsi untuk melepas dahaga, ia juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Makanan sulit hancur  jika tidak dibantu oleh air atau cairan tubuh. Air putih dapat menjaga kelembaban kulit, sehingga dapat membuat seseorang awet muda. Air tersebut tak selamanya sehat perlu diuji dulu baru dikatakan sehat bagi tubuh kita. Ia dapat diperoleh dari  sumur, sungai, dan laut. Air putih mudah didapatkan, dan hampir setiap rumah memilikinya. Ia juga dapat diperoleh dalam bentuk kemasan di warung-warung, restoran, toko-toko, supermarket bahkan di mall-mall.

Air putih tersebut biasanya dikemas (air kemasan) dalam bentuk gelas, botol dan galon yang terbuat dari bahan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sepintas lalu air putih dan air kemasan akan tampak sama, padahal sangatlah berbeda. Kita bisa lihat perbedaan warna, tempat, proses pengolahan dan bahkan rasanya. Sejujurnya, Penulis terinspirasi dengan tema ini karena melihat video minggu lalu yang beredar di grup whatsapp. Videonya sangat menarik untuk ditonton dan cukup meyakinkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Perbedaan yang air putih dan air kemasan adalah sebagai berikut:

a.  Air Putih

Air  jernih yang kita masak dan minum di rumah biasanya disebut air putih. Dan air tersebut bersumber dari tempat-tempat yang telah disebutkan di atas. Air PAM atau PDAM juga bersumber dari tempat tersebut. Kandungan mineral yang terdapat pada air sangat ditentukan kondisi lingkungan sumber air kita. Dan pengolahan air putih di rumah-rumah penduduk umumnya tidak melewati uji laboratorium. Mereka hanya menampung air tersebut di ember atau tandon, kemudian mengendapkan lalu memasaknya. Ini dilakukan selama bertahun tahun, Sehingga terkadang tampak di dasar panci tersebut kerak putih. Kerak putih itu adalah kapur (kalsium). Kalsium merupakan salah satu unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi menurut Nyoman Getas (2017) dalam jumlah berlebihan akan mengakibatkan predeposisi batu saluran kemih.  Orang tua kita biasanya air putihnya tidak berwarna putih tapi merah karena mereka menambahkan "kayu secang" atau orang bugis mengistilahkan "aju seppang". Menurut orang tua sebagai obat anti kanker dan secara ilmiah memang sudah teruji.  Jika air putih kita bersumber dari sumur,  sungai, laut atau air hujan biasanya banyak mengandung logam seperti besi (Fe), mangan (Mg), seng (Zn) dan tembaga (Cu). Unsur-unsur ini adalah senyawa mikronutrien (dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil). Salah satu besi (Fe), jangan dibayangkan besi seperti paku yang dimakan. Unsur ini sangatlah penting untuk pembentukan zat padat dalam darah manusia yang disebut hemoglobin (Hb). Zat ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, menyusui dan wanita haid. Meskipun unsur tersebut dapat juga diperoleh dari makanan dan air kemasan lainnya.  Adapun logam yang sangat berbahaya dan tidak boleh ada dalam air meskipun dalam jumlah kecil adalah logam-logam berat seperti Arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Tb), Chrom (Cr) dan Cadmium(Cd).(Priyono,2018)

Logam berat tidak akan hancur meskipun telah melalui proses pemanasan dan ia akan menjadi pemicu kanker pada tubuh manusia.

b.  Air Kemasan

Air kemasan merupakan air putih yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat langsung diminum. Pengolahan air tersebut terdiri dari beberapa proses yaitu secara biologi, fisika dan kimia. Pada beberapa tahapan proses pengolahan terdapat penambahan bahan kimia yakni bahan-bahan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Air kemasan terdiri atas 2 yakni air mineral  dan  air non mineral. Air mineral merupakan zat elektolit (dapat menghantarkan listrik) dan bila dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Jadi kita perlu memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, ketika membeli air kemasan. Pada penutup gelas atau label botol terdapat tulisan mineralisasi (terdapat kandungan mineral) atau demineralisasi (tidak terdapat kandungan mineral). Air kemasan yang kita butuhkan haruslah menyesuaikan kondisi tubuh kita. Unsur mineral akan membantu proses pembentukan tulang tetapi jika berlebihan akan menyumbat saluran kemih.

Menurut Permenkes No. 492 tahun 2010, air minum berkualitas perlu memperhatikan parameter mikrobiologinya yakni tidak ditemukannya bakteri coliform dan Escherichia coli (E.coli) dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meminum air putih atau mineral kemasan menurut dr. Imran Agus Nurali, SpKO (Dokter spesialis Kesehatan dan olahraga) yaitu suhu, bentuk kemasan, tempat penyimpanan, warna dan bau, perlu dikocok, harus terdaftar dan perhatikan komposisinya.

Kita terkadang menyimpan air yang terlalu lama di dalam mobil sehingga air minum kita berubah suhunya menjadi panas. Air tersebut akan teroksidasi dengan sinar ultraviolet sehingga air tersebut tidak sehat lagi untuk diminum. Dan perlunya dikocok karena terkadang terdapat serat-serat putih yang mengendap pada gelas/botol tersebut. Ini menunjukkan sudah terdapat mikroba dalam air tersebut.

Jadi pada prinsipnya kita lebih baik  mencegah dari pada mengobati dengan memperhatikan dan membaca label yang tertera pada air kemasan sebelum meminumnya. Dalam QS  Al-Waqiah disebutkan tentang air yang kita minum dan artinya:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?”.

Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya, air begitu melimpah dan tidak pernah habis untuk diminum hingga saat ini. Air laut menjadi asin karena adanya unsur natrium (Na) dan klor (Cl) di dalamnya. Dan manusia dapat mengolahnya menjadi air payau, air mineral yang sehat untuk diminum.

 

 


Sabtu, 04 Juli 2020

BERSELIMUTKAN KEKUATAN LEMAK (TRIGLISERIDA)

(Sumber: medium.com)

Tak ada gading yang tak retak

             Pada kehidupan ini tidaklah ada yang abadi, tidak ada benda yang dapat bertahan lama meski memiliki kualitas bagus atau luar biasa. Pada saatnya benda tersebut akan rusak sehingga tak layak pakai lagi.  Dan tidak seorangpun yang kuat dapat hidup selama-lamanya, karena pada akhirnya semua akan kembali ke sang Khalik. Tubuh manusiapun akan hancur, terurai oleh mikroba dan bersatu dengan tanah. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji'un.

Manusia merupakan makhluk sempurna yang di dalam tubuhnya terdiri dari zat-zat kimia di antaranya adalah lipid. Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak dapat larut di dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Lipidpun memiliki golongan yang sangat berpengaruh pada kehidupan ini antara lain: lemak, lilin dan steroid.

Lemak adalah satu di antara 3 zat utama di dalam tubuh setelah karbohidrat dan protein sehingga disebut makronutrien. Lemak berfungsi melindungi organ-organ dalam tubuh manusia, meningkatkan gula darah, membentuk sel-sel otak dan mengontrol rasa lapar. Iapun dapat menguatkan tubuh manusia dari serangan cuaca ekstrim seperti panas dan dingin.

Pada hakekatnya lemak dan minyak itu sama, yang membedakan hanya wujudnya. Pada suhu kamar atau ruang (37oC), lemak berwujud padat dan minyak berbentuk cair. Dan apabila kita mendengar kata lemak maka apakah yang terlintas di pikiran kita?

Pada umumnya mendengar kata lemak, maka yang terlintas di pikiran kita adalah obesitas (kegemukan), kolesterol atau penyakit jantung koroner. Padahal lemak tidak selamanya jahat tergantung  sumbernya.

Menurut dr. Vienna Rossimarina, SpJP (spesialis jantung dan pembuluh darah) bahwa lemak yang aman/sehat untuk dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang pada umumnya bersumber dari buah-buahan dan nabati atau tumbuhan kecuali kelapa, seperti lemak/minyak jagung, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, ikan atau makanan yang mengandung omega-3. Sedangkan lemak jahat adalah lemak jenuh dan trans. Lemak tersebut bersumber dari hewan dan olahan suatu industri/pabrik. Lemak jenuh, contohnya keju, mentega, minyak kelapa, daging merah, dan minyak jelantah (bekas pakai) sedangkan lemak trans seperti produk kue dan  biskuit. Lemak baik akan meningkatkan kolesterol baik (LDL) dan lemak jahat dapat meningkatkan kolesterol jahat (HDL). Kolesterol ini termasuk golongan lipid jenis steroid.

Pada tubuh manusia yang terakumulasi lemak jahat maka darah menjadi kental, lemak tersebut sulit untuk terurai sehingga terjadi endapan kolesterol yang mengakibatkan  penyempitan pembuluh darah.  Dinding pembuluh darah menjadi tebal. Hal tersebut akhirnya darah menjadi kurang elastis dan kental serta memacu kerja jantung. Dan akhirnya aliran darah menjadi tidak lancar, jantungpun bekerja lebih  cepat dan pada akhirnya tidak dapat tertolong lagi.

Adapun lipid golongan lilin adalah zat yang memiliki kemiripan struktur kimia lemak yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Biasanya lilin terdapat pada kulit buah dan daun tanaman contohnya kulit apel dan daun talas. Jika zat tersebut masuk di dalam tubuh, lilin tersebut tidak hancur sehingga yang keluarnyapun tetap dalam bentuk lilin.

Akhir kata jagalah pola dan menu makan kita, upayakan mengkonsumsi makanan yang sehat (baik) dan halal  karena ia akan menjadi darah daging di dalam tubuh kita, yang akhirnya mempengaruhi karakter dan perilaku manusia. Sebagaimana firman Allah yang artinya:

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Q.S.Al-Baqarah: 168)

Sabtu, 27 Juni 2020

GULA (GLUKOSA) HANYALAH PEMANIS DI LIDAH





Dimana ada gula disitu ada semut

Gula sangat identik dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan semut bermakna banyak orang. Jadi makna pepatah di atas adalah di setiap tempat yang menyenangkan pastilah banyak orang yang berdatangan. Demikian pula rasa manis yang terdapat pada gula tidak ada orang yang tidak senang akan hal tersebut, begitu pula Rasulullah SAW.

Dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu anha berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ

Artinya :

         “Minuman yang paling disukai Rasullullah SAW adalah yang dingin dan manis”. 

Rasa manis yang dimaksud di atas adalah air dengan campuran madu, kismis yang direndam gula serta kurma.(Bahrain R, 2015) 

Gula dalam istilah kimia disebut glukosa dengan rumus molekul C6H12O6. Gula diperoleh dari hasil penguraian karbohidrat dari polisakarida menjadi tetrasakarida, trisakarida, dan disakarida kemudian dalam bentuk paling sederhana yaitu monosakarida. Monosakarida inilah gula (glukosa). Dan di dalam tubuh manusia ia dapat diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat.  Kandungan gula pada tanaman berasal dari reaksi fotosintesis sehingga energi yang dihasilkan dari gula tersebut bersumber dari cahaya matahari dengan reaksi kimia yang telah dijelaskan  oleh Anna Poedjiadi  di dalam buku Dasar-dasar Biokimia di bawah ini:


               

Pada Industri/ pabrik pembuatan gula biasanya bahan baku diperoleh dari bahan alami dan buatan (sintetik) sehingga dikenal 2 istilah berikut ini : 

a.  Gula Alami

Gula yang diperoleh dari bahan baku yang terdapat di alam seperti nasi,ubi, jagung, tebu dan buah-buahan. Gula ini akan menghasilkan kalori (energi) yang besar serta aman untuk dikonsumsi. Gula alami ini contohnya gula pasir, gula aren dan gula bit.

b.  Gula Buatan (sintetik)

Gula yang dibuat dari campuran bahan-bahan kimia seperti sakarin, aspartam, siklamat, sorbitol dan sylitol. Pemanis buatan ini memiliki nilai kalori (energi) rendah atau bahkan tidak menghasilkan energi sama sekali dan terkadang sulit dicerna oleh tubuh sehingga memiliki efek buruk bagi kesehatan. Jika terlalu banyak mengkonsumsi pemanis ini akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus atau kanker. Biasanya para pedagang makanan yang ingin mendapatkan banyak keuntungan menggunakan pemanis ini, karena harganya relatif murah dan penggunaannya hanya sedikit akan memiliki rasa manis 200 kali lebih manis dari pemanis alami. Kalau dalam istilah di pasaran pemanis buatan ini disebut sarimanis. Di antara ciri pemanis ini biasanya meninggalkan rasa pahit dan manis yang berbekas di lidah. Rasa manis yang timbul dari gula yang kita konsumsi hanya terasa di ujung lidah saja, rasa pahit pada pangkal lidah serta asin dan asam pada pinggir lidah.

Menurut Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) kandungan gula yang disarankan untuk dikonsumsi perhari sekitar 500 gr atau setara dengan 4 sendok makan. Jadi perlu kontrol komposisi gula makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Tapi dalam kehidupan ini bukan hanya gula saja yang manis tapi kata-kata yang menyenangkanpun jauh lebih manis sehingga banyak orang ingin mendengarkannya dan ingin lebih dekat dengan kita, asal jangan manis hanya di bibir saja tapi tidak sampai di hati . Allah selalu melihat apa yang bersemayam di dalam hati kita.

Seorang istri harus bisa menjadi gula bagi suaminya, selalu merasa senang di sampingnya. Dosen harus menjadi gula bagi mahasiswanya agar mahasiswa senang bila diajar dan dibimbing. Pemimpin harus menjadi gula bagi bawahannya, agar bawahan semangat bekerja.  Seorang anak menjadi gula bagi orang tuanya, agar senyuman senantiasa terpancar di wajahnya, demikian pula sebaliknya.

Akhir kata bersifatlah seperti gula yang selalu memberi rasa manis di hati tapi jangan bersifat sepert semut yang hanya datang kalau ada kepentingan atau hal yang menyenangkan dan sebaik-baik rasa manis bukan hanya manisnya gula tapi manisnya iman.


Sabtu, 20 Juni 2020

KARBOHIDRAT SANG PEMBAKAR SEMANGAT HIDUP


Menang jadi arang kalah jadi abu

          Suatu pertarungan selalu ada yang menang dan kalah. Tapi pada hakekatnya menang atau kalah kedua-duanya hancur, musnah, dan wujudnya  tidak bisa kembali ke bentuk sediakala  seperti yang terjadi pada proses kimia. Semua bagaikan kayu yang dilahap api, ia akan jadi arang atau abu. Energi yang dikeluarkan akan hilang percuma dan tanpa hasil alias sia-sia. Seperti itulah makna pepatah di atas.

         Pada hakekatnya, kayu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia yakni sebagai bahan bangunan, peralatan rumah tangga, bahan baku kertas dan bahan bakar. Dalam Al-quran Surah Yasin ayat 80 yang artinya:

“Dan Tuhan jadikan untukmu dari pohon kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari kayu itu”.

Kayu memiliki cadangan energi yang dapat menyala ketika  saling digesekkan seperti pohon Afar. Jika dalam bentuk mentah maka kayu secara langsung dapat dijadikan bahan bakar dan dalam jangka waktu yang lama (ribuan tahun) akan terjadi pelapukan tanaman di dalam tanah menjadi batu bara dan minyak bumi. Ia dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) mesin kendaraan manusia  seperti bensin. Demikian pula bijinya seperti biji jarak dapat diolah menjadi biodiesel. Kayu termasuk karbohidrat golongan sellulosa (serat) yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

Karbohidrat  secara etimologi berasal dari kata karbo (karbon) dan hidrat (air). Jadi karbohidrat adalah senyawa/ zat yang terdiri dari karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dengan rumus molekul Cx(H2O)n.

Penggolongan karbohidrat terdiri dari 3 bagian, di antaranya adalah polisakarida. Golongan polisakarida ini terdiri dari Amilum (pati) yang dapat dikonsumsi seperti nasi, jagung, ubi, mie dll. Sedangkan yang tidak dapat dikonsumsi/dimakan oleh manusia adalah karbohidrat golongan sellulosa (serat) seperti kayu, kulit buah dan daun pisang. Kenapa demikian? Karena pada kayu, kulit buah, daun pisang memiliki ikatan a (alfa) sellulosa dan di dalam tubuh manusia tidak terdapat enzim yang bisa mengurai ikatan tersebut. Jadi jika enzim pengurainya ada di dalam tubuh maka kayu dan daun pisangpun kita lahap. Berbeda dengan daun-daunan yang biasa dijadikan sayur memiliki ikatan β (beta) sellulosa sehingga dapat hancur di dalam tubuh oleh enzim sellulase. Kemudian polisakarida dalam bentuk khitin terdapat pada cangkang kepiting dan udang yang biasanya dibuat kapsul dan bahan kosmetik.

Karbohidrat dalam bentuk polisakarida di dalam tubuh manusia akan terurai menjadi monosakarida yakni glukosa (gula). Gula ini nantinya larut dalam darah yang akan diedarkan ke seluruh tubuh. Sehingga untuk mendiagnosa penyakit seseorang cukup mengambil sampel darahnya seperti penyakit diabetes. Jadi penyakit diabetes bukan diakibatkan oleh komsumsi gula semata tetapi sangat dipengaruhi oleh banyaknya asupan karbohidrat di dalam tubuhnya seperti mengkomsumsi nasi secara berlebihan.

Karbohidrat ini merupakan bahan bakar di dalam tubuh kita. Ia akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi tubuh untuk melakukan aktifivitas. Dalam sehari dibutuhkan kurang lebih 2000 kalori untuk melakukan aktivitas sedangkan dalam 1 gelas nasi yang kita konsumsi akan menghasilkan165 kalori.(Wisnubrata, 2017). Energi atau kalori yang dibutuhkan seseorang jauh lebih besar ketika ia berpikir dibandingkan aktivitas lainnya. Pada dasarnya energi (kalori) dari karbohidrat bersumber dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil (zat hijau daun) kemudian disimpan di dalam biji, umbi, buah dan batang tanaman.

Jika dalam sehari saja kita tidak makan maka tubuh akan terasa lemas dan kurang bersemangat dan imun menurun, tetapi  masih ada cadangan energi tubuh di dalam hati dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Itulah pentingnya kita selalu menjaga hati baik secara fisik maupun psikologis karena energi cadangan kita diproses di dalamnya. Dan apabila energi cadangan tersebut sudah habis maka akan diambil dari kandungan lemak yang terdapat dalam tubuh, hingga tidak ada lagi cadangan energi yang tersisa akhirnya seseorang tidak sadarkan diri.

Akhir kata, kita perlu mengontrol asupan zat gizi berupa karbohidrat dalam tubuh kita, karena ia akan menjadi bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas termasuk membaca, menulis dan berpikir. Di dalam tubuh, karbohidrat dalam jumlah kecil akan menjadi penyemangat hidup dan dalam jumlah besar atau berlebihan akan menjadi penyakit diabetes.

 

Sabtu, 13 Juni 2020

AIR (HIDROGEN OKSIDA)


AIR (DIHIDROGEN OKSIDA) PEMBERSIH JIWA DAN RAGA




Air beriak tanda tak dalam
tapi jangan disangka air tenang tak berbuaya

Kata air seperti pada kalimat di atas banyak dipakai dalam pribahasa. Istilah air tersebut menunjukkan karakter seseorang. Kata air beriak artinya air memiliki olakan (turbulensi), gelombang besar yang menunjukkan orang yang suka ribut, sering celoteh alias cerewet, dan suka marah. Dan tanda tak dalam artinya dangkal atau tidak begitu dalam. Hal ini menunjukkan orang yang suka marah dan sebagainya, sebagaimana yang telah dijelaskan biasanya ucapannya hanya di mulut saja dan tidak sampai di hati.
Sebaliknya air tenang tak berbuaya menggambarkan pribadi yang pendiam (tidak banyak bicara) jangan dikira tidak ganas, sehingga seenaknya mau berbuat sesuka hati terhadapnya, karena terkadang pemain tenang tapi suka menyimpan rasa/pendendam. Dulu orang tua kita terkadang menggunakan pribahasa ini untuk mengungkapkan karakter seseorang secara halus tanpa harus mempermalukan orang tersebut di depan orang lain. Tapi sayangnya peribahasa ini merupakan salah satu pelajaran  Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang jarang lagi terdengar  saat ini.
Hal tersebut di atas merupakan dua contoh makna kata air dari segi Bahasa,  dan bagaimana  air (H2O) serta  persenyawaannya  bila ditinjau dari aspek kimiawi?
Air merupakan gabungan atau ikatan antara 2 molekul Hidrogen dan 1 molekul Oksigen sehingga membentuk dihidrogen oksida (H2O). Air murni memiliki pH = 7 contohnya air zam-zam. Jika pH air kurang atau lebih 7 berarti ada campuran unsur atau senyawa lain yang terdapat dalam air tersebut. Jika pH air <7 maka ia bersifat asam seperti air sumur, sungai yang terdapat campuran logam di dalamnya. Sedangkan pH air > 7 bersifat basa seperti air oksi atau air kemasan yang umumnya dijual di pasaran. Sifat asam atau basa dari air tersebut bertujuan untuk menetralkan cairan dan menjaga keseimbangan metabolit (penguraian makanan) di dalam tubuh.
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Tidak bisa dibayangkan jika air tidak ada. Hanya beberapa saat saja air tidak mengalir, maka banyak orang berteriak tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti membersihkan, mencuci, masak, mandi, menyiram tanaman dan sebagainya. Untuk minum saja dibutuhkan sekitar 2,5 liter air atau setara dengan 8 gelas perhari untuk menggantikan air keringat yang keluar (1-3)% cairan tubuh. Apalagi di masa pandemi ini kita harus perbanyak minum air terutama air hangat. Demikian pula selama covid-19 ini hampir setiap rumah, toko, masjid atau tempat umum lainnya menyediakan air sebagai pembilas sabun untuk cuci tangan supaya steril dari virus covid-19. Bahkan seseorang disarankan mandi setelah bepergian dan segera mencuci pakaian yang telah ia pakai.
Selain fungsi air sebagai pembersih raga (tubuh) maka iapun dapat membersihkan jiwa manusia karena  pada hakikatnya air itu hidup bukan benda mati sebagaimana diungkapkan oleh peneliti dari Hado Institute di Tokyo-Jepang, Masuru Emoto (2003) dalam bukunya  Message from Water dan  The True Power Of Water . Dari 2000 sampel penelitian dan foto kristal air, ia mengungkapkan bahwa partikel molekul air dapat berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap karakterisasi molekul air terutama ikatan hidrogennya. Iapun menjelaskan bahwa Ketika ucapan/reaksi baik seperti doa dan bacaan Al-quran diberikan ke air maka struktur molekul air akan tersusun indah dan mengagumkan. Tetapi sebaliknya jika air diberikan ucapan/reaksi negatif seperti kata-kata kasar, musik rock atau metal, berupa kesedihan maka struktur molekul air hancur berantakan dengan terlepasnya ikatan hidrogen yang terdapat di dalam air.



Gambar 1. Beberapa Struktur Molekul Kristal Air Hasil Penelitian Emoto
                      (www.idn time.com, 2018)

Pada gambar di atas 1,2 dan 3 adalah struktur molekul air yang hancur ketika diberi ucapan buruk dan 4,5 serta 6 adalah struktur kristal air yang diberi ucapan baik. Hal inilah yang diterapkan dalam Thibbun Nabawi khususnya pengobatan dengan menggunakan air yang diberi doa.
Dan dari hasil penelitian tersebut Emoto membuktikan pula keistimewaan dan keunikan air zam-zam dari zaman ke zaman. pH air zam-zam adalah 7 yang menunjukkan sifat netral. Subhanallah penelitian tersebut akhirnya membuat beliau memeluk agama Islam.
Dalam ajaran Islam juga menjelaskan bahwa air dapat menyejukkan hati yang gundah gulana.  Sebagaimana di dalam Hadits Rasullullah SAW yang artinya :
Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api, api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah maka hendaklah berwudhu” (HR. Abu Daud)
            Berkaitan dengan penjelasan hadits di atas secara kimiawi sifat air pada hakekatnya dapat menurunkan tegangan permukaan benda seperti muka dan anggota tubuh lainnya. Ketika air mengenai benda maka luas permukaan benda tersebut menjadi lebih besar sehingga pori-pori terbuka dan otot menjadi renggang. Makanya Ketika kita merasa lelah kemudian membasuh muka dengan air, berwudhu atau bahkan mandi maka perasaan menjadi lebih segar karena sifat air tersebut yang membuat kulit lebih elastis dan rilex.
            Jadi sebagai kesimpulan bahwa air memiliki kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan ini, jika ia diberi aura positif atau negatiif akan menghasilkan keadaan sesuai yang ada dipikiran kita. Jagalah ia karena air dalam jumlah sedikit akan menjadi sahabat dan dalam jumlah besar bisa jadi bencana. 
Allahu Akbar atas segala nikmatnya

Sabtu, 06 Juni 2020

PABRIK KIMIA BERJALAN DAN HERD IMMUNITY


Suatu pabrik akan selalu menghasilkan barang yang mempunyai nilai komersil (nilai jual) dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Pada umumnya posisi/ lokasi pabrik tetap dan tidak berpindah-pindah tempat.  Di dalam pabrik biasanya memiliki unit-unit pengelolaan dengan fungsi masing-masing. Dan setiap unit terdapat penanggung jawab yang  mengontrol proses pengolahannya.  Tahapan produksi  suatu pabrik dimulai dari penyiapan bahan baku, pengolahan (processing) hingga menghasilkan produk.

Proses pengolahan makanan di dalam tubuh manusia tak ubahnya seperti suatu pabrik kimia yang berjalan. Pengolahan makanannya dimulai dari mempersiapkan makanan yang biasanya dibeli di pasar, kantin, mini market atau bahkan di mall-mall yang terdekat dari tempat tinggalnya. Makanan yang masuk di dalam tubuh kita ada yang melalui proses pemasakan dulu dan ada pula bahan mentah yang hanya dicuci saja lalu dimakan.

Pada saat makanan masuk di dalam mulut maka mesin mekanik pertama yang menghancurkan makanan adalah gigi yang dibantu oleh enzim amilase (katalisator yang mempercepat terjadinya reaksi tapi tidak ikut bereaksi) bersama  saliva (ludah) hingga makanan menjadi ukuran lebih kecil.  Enzim amilase berfungsi untuk mengurai amilum (polisakarida) yang terdapat di dalam karbohidrat (nasi) menjadi maltosa (disakarida). Kemudian masuk ke dalam lambung melalui kerongkongan.

Pada lambung enzim yang berperan adalan renin, pepsin dan lipase. Makanan yang mengandung protein dan lemak  diurai di dalam lambung. Enzim pepsin bertugas untuk menghancurkan protein dan lipase merupakan enzim penghancur lemak. Selain enzim yang telah disebutkan di atas, di dalam lambungpun terdapat senyawa kimia  yaitu HCl (Hydrogen chloride) yang membantu kerja enzim agar makanan lebih mudah hancur. HCl ini bersifat asam pekat memiliki pH=2 di dalam lambung. Sehingga ketika seseorang tidak makan maka perut akan terasa perih karena tidak terjadi proses netralisasi asam di dalamnya.

Setelah proses di dalam lambung kemudian  makanan menuju usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) yang menyalurkan makanan, usus kosong (jejunum) untuk menyerap garam dan makanan yang tidak dapat dicerna, dan usus penyerapan (ileum) untuk pencernaan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Dari usus halus makanan menuju usus besar, dengan pH > 6 atau bersifat basa. Pencernaan makanan di dalam usus dibantu oleh cairan pankreas dan empedu. Usus besar tersebut berfungsi  menyerap air dan mineral dari sisa makanan sehingga berubah menjadi suspensi (padat) lalu membentuk tinja. Dan tinja akan terdorong menuju rektum hingga dikeluarkan melalui anus dalam bentuk feses. Feses yang dikeluarkan merupakan limbah pabrik kimia manusia.  Ia  terfermentasi  menjadi biogas di dalam septik tank. Bagi orang kreatif maka limbah biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan menghubungkannya ke kompor gas mereka.

Selain proses di atas sebagian  sari-sari makanan masuk ke dalam aliran darah melalui  dinding usus dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam darah racun-racun disaring oleh hati. Darah juga memiliki sel yakni sel darah merah dan putih. Sel darah putih inilah yang berperan terhadap imunitas seseorang tergantung pada makanan yang dikonsumsinya seperti buah dan sayur. Imunitas seseorang tidak hanya diperoleh dari makanan saja tetapi faktor psikologi juga sangat berperan misalnya stres dapat menurunkan imunitas. Demikian pula orang yang  sembuh  dari suatu penyakit maka orang tersebut akan kebal dari penyakit tersebut termasuk pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

Imunitas adalah daya tahan tubuh (kekebalan) seseseorang terhadap benda asing yang masuk di dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Jika  terdapat sekelompok orang yang memiliki imunitas yang baik maka dikenal dengan istilah herd immunity. Jadi kelompok orang yang sudah sembuh dari covid-19 ini masuk dalam kategori herd immunity. Imunitas mereka  terbentuk secara alami bukan buatan seperti vaksin,  tapi rasanya kurang bijak jika  harus menunggu sembuh dari sakit dulu kemudian menunggu pembentukan herd immunity.

Jadi intinya imunitas dapat terbentuk dengan menjaga pola makan, kondisi fisik dan psikis, sehingga kita dapat terhindar dari penyakit. Demikian pula jagalah pabrik kimia atau mesin tubuh kita  agar tidak berproses terus menurus tanpa henti  karena suatu saat akan aus juga seperti mesin-mesin pada suatu pabrik. Ini dapat dilakukan dengan mengistirahatkannya beberapa saat agar tetap awet seperti yang kita lakukan pada saat bulan Ramadhan. Sebagaimana hadis Nabi Saw “Shumu Tashihhu” yang artinya Puasalah niscaya kamu akan sehat (HR Ath -Thabrani). Dengan berpusa maka tubuh akan mendetoksifikasi racun yang ada di dalamnya sehingga mesin tubuh kita awet hingga akhir hayat.

SK Fungsional Lektor