(Tribuntimurnews.com)
Melihat dan membaca
pemberitaan selasa (4/8/2020) dari berbagai media tentang kota Beirut yang
diguncang ledakan dahsyat rasanya begitu menyayat hati, dan hati ini hanya bisa
bergumam kata innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un. Ya Allah kami selalu
pasrah kepada-Mu atas kejadian yang selalu menimpa kami dan saudara-saudara
kami di dunia ini. Tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu.
Semua orang tercengang
dan penasaran akan penyebab kejadian tersebut, sehingga semua mata dunia
tertuju pada kota Beirut di Libanon. Hal ini sangat menggugah hati para pemimpin
dunia untuk turut memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan termasuk Raja
Salman dari Arab Saudi dan tidak ketinggalan pemimpin Rusia yakni Vladimir Putin
serta menyusul negara-negara lainnya.
Kejadian tersebut
memunculkan banyak spekulasi atau dugaan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ada
yang menduga karena adanya andil dari islam sunni dan syiah, ada juga yang
menganggap hal tersebut adalah kiriman bom dari negara tetangga yaitu Israel. Tetapi
Presiden Libanon dalam postingannya di media sosial twitternya menyatakan bahwa ledakan tersebut
diakibatkan oleh bahan kimia Amonium Nitrat yang tersimpan di sebuah gudang
dekat pelabuhan sejak 6 tahun silam. Bahan kimia tersebut merupakan hasil
sitaan dari pihak bea cukai Libanon. Amonium Nitrat yang tersimpan di gudang tersebut
berjumlah 2.750 ton. Inilah adalah jumlah yang fantastik, jika dibandingkan kekuatan
ledakannya sekitar 15% dari kekuatan ledakan di Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar
13 dan 23 kilotons yang diledakkan di kedua kota tersebut sedangkan di
Libanon memilki 1,8 kilotons kekuatan
ledakan. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa kejadian di kota Beirut merupakan
bom mini dari Hiroshima dan Nagasaki atau kata Muhammad Gibran dalam CNBC
Indonesia bahwa “Hiroshima Mini di Libanon”. Berdasarkan data dari associated press Jumat (7/8/2020) bahwa jumlah korban yang meninggal bertambah 150 orang dan 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.
Amonium Nitrat (ammonium nitrate) dalam
kamus lengkap kimia Oxford adalah senyawa kimia dalam bentuk garam
nitrat dengan rumus molekul kimia NH4NO3 atau N2H4O3.
Ia berbentuk padatan kristal putih dan larut di dalam air. Proses pembuatannya
di Laboratorium dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonium berair. Biasanya
senyawa tersebut banyak digunakan di bidang pertanian seperti pupuk dan dalam
bidang pertambangan digunakan sebagai bom untuk meledakkan batuan, seperti pada industri semen.
Senyawa kimia amonium
nitrat kini menjadi perhatian publik. Para pakar Kimia dunia banyak berkomentar
tentang senyawa tersebut. Sebuah kutipan dari Newsweek, Gabriel da
Saliva merupakan dosen senior Teknik Kimia Univesitas Meulborne mengatakan bahwa pada suhu panas dan tekanan tinggi amonium
nitrat merupakan bahan yang mudah meledak. Dan jika terjadi ledakan amonium
nitrat maka zat-zat seperti amonia, karbon dioksida
dan nitrogen oksida akan terlepas ke udara. Sedangkan menurut American
Lung Association menyatakan paparan nitrogen oksida berefek
peradangan di paru-paru atau timbul batuk mengi (suara siulan bernada tinggi saat
bernafas), hal inilah yang menimbulkan asma.
Gas
nitrogen oksida ini terdapat di lingkungan kita sehari-hari seperti
asap kendaraan di jalanan yang menggunakan bahan bakar bersumber dari fosil
seperti batubara, minyak atau solar. Hal ini menimbulkan masalah pada kardiovaskular
(penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah). Jika dihirup oleh
bayi dapat menurunkan berat badannya dan resiko kematian. Sedangkan gas amonia
merupakan gas korosif yang dapat mematikan
sel-sel tubuh. Pada kadar tinggi menyebabkan mata, hidung, tenggorokan dan
saluran pernafasan terbakar. Zat amonia juga
dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan paru-paru, hingga kematian.
Kejadian di kota Beirut mengingatkan penulis
pada seorang dosen Dr. Ir. La Ifa (saat itu belum doktor) yang mengajarkan mata
kuliah Proses Industri Kimia di jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim
Indonesia Makassar. Beliau mengatakan saat merancang pabrik maka storage
(tempat penyimpanan bahan baku atau produk) bahan kimia yang perlu diperhatikan
adalah sifat-sifat senyawa kimia tersebut yakni volatile (mudah menguap), mudah
terbakar, korosif atau reaktif (mudah bereaksi dengan senyawa lainnya. Demikian
juga kualitas storagenya harus terjaga kelembabannya, tahan panas dan tekanan.
Dan yang terpenting lagi seberapa lama ia bertahan.
Kita dapat memetik pelajaran berharga
dari kejadian tersebut yaitu tentang sikap kepedulian dan perhatian dengan
linggkungan sekitar, tidak hanya hal yang berkaitan dengan bahan kimia saja
tetapi hal sepele yang terjadi di lingkungan kita. Terkadang kecerobohan kita
sendiri tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi dapat melibatkan orang lain.
Salah satu contoh ban mobil yang gundul yang tidak segera diganti, saat musim
hujan akan membuat jalanan licin, kita dapat tergelincir dan membuat
lakalantas di jalanan. Ataukah sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mengakibatkan penyumbatan saluran air
karena plastik tidak dapat hancur. Ia butuh ribuan tahun untuk dapat hancur di
dalam tanah.
Akhir kata Apa yang kamu tanam maka itulah yang kamu tuai. Marilah kita menabur kebaikan dalam hidup ini dengan peduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari segala bencana dan musibah. Dalam QS. Al-Isra ayat 7 yang artinya "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
MasyaAllah... selalu senang baca tulisanta bu.sarat informasi bermanfaat yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan dikembalikan ke agama...
BalasHapusTerima kasih dinda
HapusBencana alam muncul karena manusia tidak menjaga lingkungannya dengan baik. Oleh karena itu, perlu kesadaran diri dalam menjaga lingkungan kita.
BalasHapusSepakat ndi'
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasyaAllah bu
HapusSyukran dinda
HapusTulisan yg sangat bermanfaat bu..
BalasHapusTerima kasih dinda
HapusSalah satu bukti keajaiban Alquran dalam kasus ini sudah ditunjukkan langsung oleh Allah sebagai dampak dr ulah manusia itu sendri.
BalasHapusSalah satu bukti keajaiban Alquran dalam kasus ini sudah ditunjukkan langsung oleh Allah sebagai dampak dr ulah manusia itu sendri.
BalasHapusSelayaknya memang spt itu bhw iptek tdk boleh lepas dari agama, krn bagaiamanapun pintarnya seseorang dlm hal penguasaan suatu teknologi tdk boleh ceroboh & takabur, harus tetap berada pd jalur dan tatanan koridor serta aturan dari-Nya.
BalasHapus