Hati siapa yang
takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi
rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu
rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam,
pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka
jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini
akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap
harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa
asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).
Rasa asin itu
berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan
pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl)
secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl).
Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
banyak (makronutrien)
(Agronet.id)
Menurut Anna Poedjiadi
bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat
badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan
klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk
ion-ion.
Natrium berbentuk ion positif (Na+)
dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut
merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi
menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot
manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :
1. Mengatur aliran tekanan darah
2. Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot
3. Membantu
proses pencernaan
Pada manusia
kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya
unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh
orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk
proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan
(akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.
Menurut Food and
Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia
3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari. Tetapi kita tidak perlu khawatir akan
keberadaan garam karena selalu melimpah di
alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah
memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif
murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di
Indonesia ada 2 jenis diantaranya:
a. Garam Laut
Garam laut adalah garam yang diproduksi melalui proses yang sangat
sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut
sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar
matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar pada air laut masih terdapat di dalam garam
tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar
b. Garam Meja
Garam meja merupakan garam yang
diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian
sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan
penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium
karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam
meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan
adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya. Keberadaan iodium ini penting karena
berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang
yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi
perkembangan janinnya. Garam yang
beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.
Dan selain manfaat garam yang
sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan: retensi cairan, tekanan darah tinggi,
mulut terasa kering, kepala terasa berat, sering buang air kecil dan bahkan sulit
berfikir.(Widiana, 2017)
Adapun penelitian terbaru
tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang
dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa air asin atau berkumur air garam dapat
meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona
karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan
bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih
berlanjut sampai saat ini. Semoga ini
bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan
pandemi covid-19 ini dari bumi ini.
Demikian pula Allah menjelaskan
dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:
“ Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus”
Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.
Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.

Tulisan yg menambah wawasan bu.
BalasHapusTerima kasih dinda
HapusBenda yg senantiasa dicari, di mana keberadaannya selalu menjadi pelengkap bagi kekurangan yg lain.
BalasHapusTerima kasih ats supportnya dlm berbagai kegiatan
HapusHebat tulisannya. Garam bermanfaat dalam jumlah sedikit, tapi sumber penyakit dalam jumlah banyak.
BalasHapusTerima kasih kanda doktor...
Hapus