Sabtu, 18 Juli 2020

TANPANYA HIDUP INI TAKKAN BERASA

Hati siapa yang takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam, pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).

Rasa asin itu berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl) secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl). Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak (makronutrien)

 

                                                  (Agronet.id) 

Menurut Anna Poedjiadi bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral  cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk ion-ion.

Natrium berbentuk ion positif (Na+) dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :

1.    Mengatur aliran tekanan darah

2.    Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot

3.    Membantu proses pencernaan

Pada manusia kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan (akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia 3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari.  Tetapi kita tidak perlu khawatir akan keberadaan garam karena  selalu melimpah di alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di Indonesia ada 2 jenis diantaranya:

a.  Garam Laut

Garam laut adalah garam  yang diproduksi melalui proses yang sangat sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar  pada air laut masih terdapat di dalam garam tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar

b.  Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya.  Keberadaan iodium ini penting karena berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi perkembangan janinnya.  Garam yang beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Dan selain manfaat garam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan:  retensi cairan, tekanan darah tinggi, mulut terasa kering, kepala terasa berat,  sering buang air kecil dan bahkan sulit berfikir.(Widiana, 2017)

Adapun penelitian terbaru tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa  air asin atau berkumur air garam dapat meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih berlanjut sampai saat ini.  Semoga ini bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan pandemi covid-19 ini dari bumi ini.

Demikian pula Allah menjelaskan dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus

Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun  rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.

Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat  Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.

6 komentar:

  1. Tulisan yg menambah wawasan bu.

    BalasHapus
  2. Benda yg senantiasa dicari, di mana keberadaannya selalu menjadi pelengkap bagi kekurangan yg lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ats supportnya dlm berbagai kegiatan

      Hapus
  3. Hebat tulisannya. Garam bermanfaat dalam jumlah sedikit, tapi sumber penyakit dalam jumlah banyak.

    BalasHapus

SK Fungsional Lektor