Menang jadi arang kalah jadi abu
Pada hakekatnya, kayu memiliki banyak manfaat bagi
kehidupan manusia yakni sebagai bahan bangunan, peralatan rumah tangga, bahan
baku kertas dan bahan bakar. Dalam Al-quran Surah Yasin ayat 80 yang artinya:
“Dan Tuhan
jadikan untukmu dari pohon kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari
kayu itu”.
Kayu memiliki
cadangan energi yang dapat menyala ketika saling digesekkan seperti pohon Afar. Jika dalam
bentuk mentah maka kayu secara langsung dapat dijadikan bahan bakar dan dalam
jangka waktu yang lama (ribuan tahun) akan terjadi pelapukan tanaman di dalam tanah
menjadi batu bara dan minyak bumi. Ia dapat diolah menjadi bahan bakar minyak
(BBM) mesin kendaraan manusia seperti bensin. Demikian pula bijinya seperti biji
jarak dapat diolah menjadi biodiesel. Kayu termasuk karbohidrat golongan
sellulosa (serat) yang tidak dapat dikonsumsi manusia.
Karbohidrat secara etimologi berasal dari kata karbo
(karbon) dan hidrat (air). Jadi karbohidrat adalah senyawa/
zat yang terdiri dari karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O)
dengan rumus molekul Cx(H2O)n.
Penggolongan karbohidrat
terdiri dari 3 bagian, di antaranya adalah polisakarida. Golongan polisakarida
ini terdiri dari Amilum (pati) yang dapat dikonsumsi seperti nasi,
jagung, ubi, mie dll. Sedangkan yang tidak dapat dikonsumsi/dimakan oleh manusia
adalah karbohidrat golongan sellulosa (serat) seperti kayu, kulit buah dan daun
pisang. Kenapa demikian? Karena pada kayu, kulit buah, daun pisang memiliki ikatan
a (alfa) sellulosa dan di dalam tubuh manusia tidak terdapat enzim yang
bisa mengurai ikatan tersebut. Jadi jika enzim pengurainya ada di dalam tubuh
maka kayu dan daun pisangpun kita lahap. Berbeda dengan daun-daunan yang biasa
dijadikan sayur memiliki ikatan β (beta) sellulosa sehingga dapat hancur
di dalam tubuh oleh enzim sellulase. Kemudian polisakarida dalam
bentuk khitin terdapat pada cangkang kepiting dan udang yang biasanya
dibuat kapsul dan bahan kosmetik.
Karbohidrat dalam
bentuk polisakarida di dalam tubuh manusia akan terurai menjadi monosakarida
yakni glukosa (gula). Gula ini nantinya larut dalam darah yang
akan diedarkan ke seluruh tubuh. Sehingga untuk mendiagnosa penyakit seseorang
cukup mengambil sampel darahnya seperti penyakit diabetes. Jadi penyakit
diabetes bukan diakibatkan oleh komsumsi gula semata tetapi sangat dipengaruhi
oleh banyaknya asupan karbohidrat di dalam tubuhnya seperti mengkomsumsi nasi
secara berlebihan.
Karbohidrat ini
merupakan bahan bakar di dalam tubuh kita. Ia akan menghasilkan energi yang
luar biasa bagi tubuh untuk melakukan aktifivitas. Dalam sehari dibutuhkan
kurang lebih 2000 kalori untuk melakukan aktivitas sedangkan dalam 1 gelas nasi
yang kita konsumsi akan menghasilkan165 kalori.(Wisnubrata, 2017). Energi atau kalori yang dibutuhkan seseorang jauh
lebih besar ketika ia berpikir dibandingkan aktivitas lainnya. Pada dasarnya energi
(kalori) dari karbohidrat bersumber dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil
(zat hijau daun) kemudian disimpan di dalam biji, umbi, buah dan batang
tanaman.
Jika dalam sehari saja
kita tidak makan maka tubuh akan terasa lemas dan kurang bersemangat dan imun
menurun, tetapi masih ada cadangan
energi tubuh di dalam hati dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Itulah pentingnya kita selalu menjaga hati baik secara fisik maupun psikologis karena energi cadangan kita diproses di dalamnya. Dan
apabila energi cadangan tersebut sudah habis maka akan diambil dari kandungan
lemak yang terdapat dalam tubuh, hingga tidak ada lagi cadangan energi yang
tersisa akhirnya seseorang tidak sadarkan diri.
Akhir kata, kita
perlu mengontrol asupan zat gizi berupa karbohidrat dalam tubuh kita, karena ia
akan menjadi bahan bakar tubuh untuk melakukan aktivitas termasuk membaca,
menulis dan berpikir. Di dalam tubuh, karbohidrat dalam jumlah kecil akan
menjadi penyemangat hidup dan dalam jumlah besar atau berlebihan akan menjadi penyakit diabetes.

Suatu pelajaran yg sangat berharga, bahwa segala yg berlebihan itu kebanyakan efeknya akan berakibat negatif bagi kita sendiri.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusInspiratif Bu
BalasHapusTerima kasih pak Doktor
Hapuskerenn sekali tulisannya bu, membuka cakrawala. ternyata pelajaran2 IPA sangat menarik jika dikaitkan dgn kehidupan nyata kita :)
BalasHapusTerima kasih bu
HapusTulisan Hebat. Mengingatkan untuk makan dan minum tapi tdk berlebihan
BalasHapusSyukran kanda
HapusSubhanallah makasi ilmunyailmunya ibu
BalasHapusSyukran pak
HapusMasya Allah.... informatif bu...
BalasHapusThanks dinda
HapusMasya Allah, terima kasih sharingnya bu😍😍😍
BalasHapusSyukran juga dinda
Hapus