Sabtu, 11 Juli 2020

AIR PUTIHKU, OBAT ATAU RACUN



Noda setitik akan menghapus susu sebelanga

Air jernih atau putih bila dikenai kotoran sedikitpun maka akan mempengaruhi tampilan air yakni warna dan rasanya. Demikian pula perbuatan terkadang kebaikan segudang akan dihapus oleh sekeping keburukan. Kertas putih yang diberi titik hitam maka kebanyakan orang fokus pada titik hitam yang terdapat pada kertas tersebut dibandingkan  warna putih di sekitarnya. Hal tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Air yang sudah kotor membutuhkan waktu/proses pembilasan berkali-kali hingga warna air dapat jernih Kembali. Dan kertas putih yang dikenai noda hitam butuh penghapus untuk membersihkan titk hitam tersebut meski meninggalkan bekas dan tidak akan bisa kembali seputih aslinya.

Air putih adalah minuman terfavorit di dunia kemudian teh dan kopi. Tidak seorangpun yang tidak suka minum air putih. Air putih adalah air jernih yang telah melalui proses pengolahan atau pemanasan. Air putih selain berfungsi untuk melepas dahaga, ia juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Makanan sulit hancur  jika tidak dibantu oleh air atau cairan tubuh. Air putih dapat menjaga kelembaban kulit, sehingga dapat membuat seseorang awet muda. Air tersebut tak selamanya sehat perlu diuji dulu baru dikatakan sehat bagi tubuh kita. Ia dapat diperoleh dari  sumur, sungai, dan laut. Air putih mudah didapatkan, dan hampir setiap rumah memilikinya. Ia juga dapat diperoleh dalam bentuk kemasan di warung-warung, restoran, toko-toko, supermarket bahkan di mall-mall.

Air putih tersebut biasanya dikemas (air kemasan) dalam bentuk gelas, botol dan galon yang terbuat dari bahan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sepintas lalu air putih dan air kemasan akan tampak sama, padahal sangatlah berbeda. Kita bisa lihat perbedaan warna, tempat, proses pengolahan dan bahkan rasanya. Sejujurnya, Penulis terinspirasi dengan tema ini karena melihat video minggu lalu yang beredar di grup whatsapp. Videonya sangat menarik untuk ditonton dan cukup meyakinkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Perbedaan yang air putih dan air kemasan adalah sebagai berikut:

a.  Air Putih

Air  jernih yang kita masak dan minum di rumah biasanya disebut air putih. Dan air tersebut bersumber dari tempat-tempat yang telah disebutkan di atas. Air PAM atau PDAM juga bersumber dari tempat tersebut. Kandungan mineral yang terdapat pada air sangat ditentukan kondisi lingkungan sumber air kita. Dan pengolahan air putih di rumah-rumah penduduk umumnya tidak melewati uji laboratorium. Mereka hanya menampung air tersebut di ember atau tandon, kemudian mengendapkan lalu memasaknya. Ini dilakukan selama bertahun tahun, Sehingga terkadang tampak di dasar panci tersebut kerak putih. Kerak putih itu adalah kapur (kalsium). Kalsium merupakan salah satu unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi menurut Nyoman Getas (2017) dalam jumlah berlebihan akan mengakibatkan predeposisi batu saluran kemih.  Orang tua kita biasanya air putihnya tidak berwarna putih tapi merah karena mereka menambahkan "kayu secang" atau orang bugis mengistilahkan "aju seppang". Menurut orang tua sebagai obat anti kanker dan secara ilmiah memang sudah teruji.  Jika air putih kita bersumber dari sumur,  sungai, laut atau air hujan biasanya banyak mengandung logam seperti besi (Fe), mangan (Mg), seng (Zn) dan tembaga (Cu). Unsur-unsur ini adalah senyawa mikronutrien (dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil). Salah satu besi (Fe), jangan dibayangkan besi seperti paku yang dimakan. Unsur ini sangatlah penting untuk pembentukan zat padat dalam darah manusia yang disebut hemoglobin (Hb). Zat ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, menyusui dan wanita haid. Meskipun unsur tersebut dapat juga diperoleh dari makanan dan air kemasan lainnya.  Adapun logam yang sangat berbahaya dan tidak boleh ada dalam air meskipun dalam jumlah kecil adalah logam-logam berat seperti Arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Tb), Chrom (Cr) dan Cadmium(Cd).(Priyono,2018)

Logam berat tidak akan hancur meskipun telah melalui proses pemanasan dan ia akan menjadi pemicu kanker pada tubuh manusia.

b.  Air Kemasan

Air kemasan merupakan air putih yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat langsung diminum. Pengolahan air tersebut terdiri dari beberapa proses yaitu secara biologi, fisika dan kimia. Pada beberapa tahapan proses pengolahan terdapat penambahan bahan kimia yakni bahan-bahan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Air kemasan terdiri atas 2 yakni air mineral  dan  air non mineral. Air mineral merupakan zat elektolit (dapat menghantarkan listrik) dan bila dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Jadi kita perlu memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, ketika membeli air kemasan. Pada penutup gelas atau label botol terdapat tulisan mineralisasi (terdapat kandungan mineral) atau demineralisasi (tidak terdapat kandungan mineral). Air kemasan yang kita butuhkan haruslah menyesuaikan kondisi tubuh kita. Unsur mineral akan membantu proses pembentukan tulang tetapi jika berlebihan akan menyumbat saluran kemih.

Menurut Permenkes No. 492 tahun 2010, air minum berkualitas perlu memperhatikan parameter mikrobiologinya yakni tidak ditemukannya bakteri coliform dan Escherichia coli (E.coli) dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meminum air putih atau mineral kemasan menurut dr. Imran Agus Nurali, SpKO (Dokter spesialis Kesehatan dan olahraga) yaitu suhu, bentuk kemasan, tempat penyimpanan, warna dan bau, perlu dikocok, harus terdaftar dan perhatikan komposisinya.

Kita terkadang menyimpan air yang terlalu lama di dalam mobil sehingga air minum kita berubah suhunya menjadi panas. Air tersebut akan teroksidasi dengan sinar ultraviolet sehingga air tersebut tidak sehat lagi untuk diminum. Dan perlunya dikocok karena terkadang terdapat serat-serat putih yang mengendap pada gelas/botol tersebut. Ini menunjukkan sudah terdapat mikroba dalam air tersebut.

Jadi pada prinsipnya kita lebih baik  mencegah dari pada mengobati dengan memperhatikan dan membaca label yang tertera pada air kemasan sebelum meminumnya. Dalam QS  Al-Waqiah disebutkan tentang air yang kita minum dan artinya:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?”.

Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya, air begitu melimpah dan tidak pernah habis untuk diminum hingga saat ini. Air laut menjadi asin karena adanya unsur natrium (Na) dan klor (Cl) di dalamnya. Dan manusia dapat mengolahnya menjadi air payau, air mineral yang sehat untuk diminum.

 

 


18 komentar:

  1. Masya Allah, bagi sy sungguh sangat mendidik dan info yg sangat bermanfaat, apalagi belakangan ini isu tentang air banyak yg berseliweran, klu tdk didukung dgn pemahaman dan edukasi yg betul bisa2 kita terjebak.

    BalasHapus
  2. Super sekali bu...Air adalah kebutuhan utama manusia selain oksigen. Masyarakat perlu edukasi jenis2 air yg layak untuk dikomsumsi..

    BalasHapus
  3. MasyaAllah tulisan yg sgt bermnafaat bu. Hrus selalu minum air putih setiap saat.

    BalasHapus
  4. Mantap tulisannya ttng air. Air minum saya tdk putih tapi merah krn pakai 'aju Seppang'...ikut ala ala tempo doloe

    BalasHapus
  5. Keren bu.sangat informatif. Saya punya kebiasaan menyimpan air dalam mobil.pas diminum kok rasanya aneh,seperti ada sepet di tenggorokan.ternyata sy temukan jawabannya...😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dinda, sy jg kadang menyimpan air minum di mobil tp klu sdh bermalam biasanya dibuang sj atau dijadikan cuci tangan atau siram bunga

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Masya Allah terima kasih byk informasinya bu. Sy termasuk org yg agak kesulitan dlm memilih air. Alhmdulillah dpt ilmunya d sini

    D tunggu tulisan2 selanjutnya

    BalasHapus

SK Fungsional Lektor