Chemistry Writing Series
Senin, 03 Juli 2023
Rabu, 13 April 2022
Selasa, 29 Maret 2022
Sabtu, 07 November 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020
STYROFOAM DAN MAKANAN JAJANAN
Makanan (pangan)
adalah kebutuhan primer manusia. Kita tidak akan dapat bertahan hidup tanpa
adanya makanan yang disupply ke tubuh.Pola makan yang tidak teratur saja
dapat memberikan efek negatif bagi tubuh
apatah lagi kalau tidak makan. Makanan yang masuk ke dalam tubuhpun harus sehat
agar tidak mendatangkan penyakit. Ia dapat diperoleh dengan mudah melalui
pengolahan sendiri di rumah atau dari
luar rumah.
Saat ini warung-
warung, cafe, restoran berjamuran dan hampir di setiap sisi jalan kita temukan.
Tetapi hal itu sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan pokok. Terutama bagi
mereka yang hidup di kota sudah menjadi gaya hidup dengan membeli makanan yang
siap saji akibat dari aktivitas/ pekerjaan yang padat sehingga tidak sempat
untuk keluar kantor dan rumah. Dan sekarangpun banyak fasilitas jasa yang dapat
membantu kita seperti Grab dan kurir. Makanan biasanya hanya dipesan lalu
diantarkan di rumah. Demikian pula para pedagang atau penjual mengemas makanan
mereka dengan berbagai tempat yang menarik dan variatif sehingga menarik minat
para konsumen.
Untuk makanan
jajanan biasanya dikemas dengan menggunakan styrofoam karena
ringan, bentuk menarik dan harganya yang relatif murah. Styrofoam
adalah polimer atau plastik busa. Ia merupakan
polystyrene dengan monomer styrene,
benzena dan formalin. Styrene merupakan zat yang bersifat karsinogenik
(menyebabkan kanker)jika melebihi batas toleransi. Styrofoam juga
merupakan limbah abadi karena sukar terurai di dalam tanah. Ia membutuhkan
waktu ratusan tahun untuk dapat terdegradasi.
Menurut pakar
polimer Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc (2019) bahwa :
“Styrofoam aman buat mengemas makanan. Styrofoam aslinya itu adalah sebuah merek dagang. Merek dagangnya
dimiliki oleh The Dow Chemicals Company. Sementara nama teknisnya sendiri
adalah expanded polystyrene (EPS). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2009
mengungkapkan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan
styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Hal ini berdasarkan hasil
pengujian terhadap 17 produk kemasan styrofoam seperti gelas, mangkok, kotak
segi empat, lunch box, dan piring yang terbuat dari styrofoam, termasuk
kemasan produk mi instan, terbukti aman digunakan sebagai kemasan pangan jika
suhunya tidak melebihi 100oC”
Hal ini perlu diperhatikan karena makanan atau air yang dimasak akan mendidih jika suhu 100oC dan terkadang dibiarkan lama sehingga suhu mencapai di atas 100oC. Dan seketika itu makanan langsung dimasukkan ke wadah yang berbahan styrofoam. Maka stirena (styrene) dapat bermigrasi atau berpindah ke makanan. Sedangkan menurut peraturan BPOM No 16 tahun 2014 bahwa stryrofoam akan aman digunakan sebagai bahan pengemas jika kandungan stirena kecil dan memiliki batas maksimum 5000 ppm.
Dan dari hasil
penelitian Chairul ahmad dalam Simposium Nasional Polimer IV menyatakan bahwa
bahan kemasan makanan berbahan stryrofoam yang beredar di Serpong
berkisar (1- 1,7)% bobot dan Food and Drug Administration memberikan toleransi
sekitar 1% untuk makanan dan 5% untuk minuman dan lemak sehingga 1,7% sudah
melebihi ambang batas toleransi, sehingga berbahaya bagi Kesehatan.
Dan di dalam
Al-Qur’an QS Al Baqarah ayat168
yang artinya:
“Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah
kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu.”
Ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk makan
makanan yang halal lagi baik artinya
baik bagi Kesehatan tubuh kita. Kesehatan sangatlah penting artinya bagi
manusia. Jika kita sehat maka uang dapat dicari untuk membeli apapun yang kita
inginkan atas kehendak-Nya kecuali kesehatan itu sendiri. Kalau saja sehat
dapat dibeli maka tidak akan ada orang kaya yang sakit.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua, agar minum tak
serasa duri, makan tak serasa lilin, tidur terasa lena dan mandipun basah.
Sabtu, 08 Agustus 2020
SEBUAH PESAN DARI KOTA BEIRUT
(Tribuntimurnews.com)
Melihat dan membaca
pemberitaan selasa (4/8/2020) dari berbagai media tentang kota Beirut yang
diguncang ledakan dahsyat rasanya begitu menyayat hati, dan hati ini hanya bisa
bergumam kata innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'un. Ya Allah kami selalu
pasrah kepada-Mu atas kejadian yang selalu menimpa kami dan saudara-saudara
kami di dunia ini. Tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu.
Semua orang tercengang
dan penasaran akan penyebab kejadian tersebut, sehingga semua mata dunia
tertuju pada kota Beirut di Libanon. Hal ini sangat menggugah hati para pemimpin
dunia untuk turut memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan termasuk Raja
Salman dari Arab Saudi dan tidak ketinggalan pemimpin Rusia yakni Vladimir Putin
serta menyusul negara-negara lainnya.
Kejadian tersebut
memunculkan banyak spekulasi atau dugaan penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ada
yang menduga karena adanya andil dari islam sunni dan syiah, ada juga yang
menganggap hal tersebut adalah kiriman bom dari negara tetangga yaitu Israel. Tetapi
Presiden Libanon dalam postingannya di media sosial twitternya menyatakan bahwa ledakan tersebut
diakibatkan oleh bahan kimia Amonium Nitrat yang tersimpan di sebuah gudang
dekat pelabuhan sejak 6 tahun silam. Bahan kimia tersebut merupakan hasil
sitaan dari pihak bea cukai Libanon. Amonium Nitrat yang tersimpan di gudang tersebut
berjumlah 2.750 ton. Inilah adalah jumlah yang fantastik, jika dibandingkan kekuatan
ledakannya sekitar 15% dari kekuatan ledakan di Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar
13 dan 23 kilotons yang diledakkan di kedua kota tersebut sedangkan di
Libanon memilki 1,8 kilotons kekuatan
ledakan. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa kejadian di kota Beirut merupakan
bom mini dari Hiroshima dan Nagasaki atau kata Muhammad Gibran dalam CNBC
Indonesia bahwa “Hiroshima Mini di Libanon”. Berdasarkan data dari associated press Jumat (7/8/2020) bahwa jumlah korban yang meninggal bertambah 150 orang dan 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.
Amonium Nitrat (ammonium nitrate) dalam
kamus lengkap kimia Oxford adalah senyawa kimia dalam bentuk garam
nitrat dengan rumus molekul kimia NH4NO3 atau N2H4O3.
Ia berbentuk padatan kristal putih dan larut di dalam air. Proses pembuatannya
di Laboratorium dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonium berair. Biasanya
senyawa tersebut banyak digunakan di bidang pertanian seperti pupuk dan dalam
bidang pertambangan digunakan sebagai bom untuk meledakkan batuan, seperti pada industri semen.
Senyawa kimia amonium
nitrat kini menjadi perhatian publik. Para pakar Kimia dunia banyak berkomentar
tentang senyawa tersebut. Sebuah kutipan dari Newsweek, Gabriel da
Saliva merupakan dosen senior Teknik Kimia Univesitas Meulborne mengatakan bahwa pada suhu panas dan tekanan tinggi amonium
nitrat merupakan bahan yang mudah meledak. Dan jika terjadi ledakan amonium
nitrat maka zat-zat seperti amonia, karbon dioksida
dan nitrogen oksida akan terlepas ke udara. Sedangkan menurut American
Lung Association menyatakan paparan nitrogen oksida berefek
peradangan di paru-paru atau timbul batuk mengi (suara siulan bernada tinggi saat
bernafas), hal inilah yang menimbulkan asma.
Gas
nitrogen oksida ini terdapat di lingkungan kita sehari-hari seperti
asap kendaraan di jalanan yang menggunakan bahan bakar bersumber dari fosil
seperti batubara, minyak atau solar. Hal ini menimbulkan masalah pada kardiovaskular
(penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah). Jika dihirup oleh
bayi dapat menurunkan berat badannya dan resiko kematian. Sedangkan gas amonia
merupakan gas korosif yang dapat mematikan
sel-sel tubuh. Pada kadar tinggi menyebabkan mata, hidung, tenggorokan dan
saluran pernafasan terbakar. Zat amonia juga
dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan paru-paru, hingga kematian.
Kejadian di kota Beirut mengingatkan penulis
pada seorang dosen Dr. Ir. La Ifa (saat itu belum doktor) yang mengajarkan mata
kuliah Proses Industri Kimia di jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim
Indonesia Makassar. Beliau mengatakan saat merancang pabrik maka storage
(tempat penyimpanan bahan baku atau produk) bahan kimia yang perlu diperhatikan
adalah sifat-sifat senyawa kimia tersebut yakni volatile (mudah menguap), mudah
terbakar, korosif atau reaktif (mudah bereaksi dengan senyawa lainnya. Demikian
juga kualitas storagenya harus terjaga kelembabannya, tahan panas dan tekanan.
Dan yang terpenting lagi seberapa lama ia bertahan.
Kita dapat memetik pelajaran berharga
dari kejadian tersebut yaitu tentang sikap kepedulian dan perhatian dengan
linggkungan sekitar, tidak hanya hal yang berkaitan dengan bahan kimia saja
tetapi hal sepele yang terjadi di lingkungan kita. Terkadang kecerobohan kita
sendiri tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi dapat melibatkan orang lain.
Salah satu contoh ban mobil yang gundul yang tidak segera diganti, saat musim
hujan akan membuat jalanan licin, kita dapat tergelincir dan membuat
lakalantas di jalanan. Ataukah sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mengakibatkan penyumbatan saluran air
karena plastik tidak dapat hancur. Ia butuh ribuan tahun untuk dapat hancur di
dalam tanah.
Akhir kata Apa yang kamu tanam maka itulah yang kamu tuai. Marilah kita menabur kebaikan dalam hidup ini dengan peduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari segala bencana dan musibah. Dalam QS. Al-Isra ayat 7 yang artinya "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Sabtu, 01 Agustus 2020
KARYA IBU LEBIH DARI 1001 TULISAN
Chemistry artinya kimia dan ia merupakan
susunan, struktur, sifat dan perubahan materi dari suatu unsur atau zat. Dalam
zat terdapat ikatan-ikatan yang dapat menguatkan persenyawaan materi tersebut. Istilah
chemistry ini sudah menjadi umum dan dalam kehidupan sehari-hari,
orang-orang mengistilahkan chemistry sebagai ikatan lahir dan bathin seseorang. Hal
ini menjadi penguat hubungan seseorang ketika chemistry itu hadir di antara
keduanya.
Pada hakekatnya
kehidupan dalam rumah tangga seperti reaktor (tempat terjadinya reaksi) di
dalam suatu pabrik. Pabrik selalu menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.
Kualitas yang baik akan terbentuk jika bahan bakunya baik pula. Jadi semua
produk (hasil) tergantung sumbernya. Reaksi yang umum terjadi di dalam reaktor
adalah A ditambahkan B akan menghasilkan C atau reaktan menghasilkan produk.
Demikian pula di dalam rumah tangga yang telah dianugrahi anak, yang mengambil
peran sebagai reaktan adalah ayah dan ibu, sedangkan produk adalah anak. Anak
akan baik jika dididik oleh orang tua yang baik pula. Akan tetapi ibu merupakan
sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sebagaimana pepatah arab yang sangat
populer yaitu Al-Ummu madrsatul ula, iza a’dadtaha
a’dadta sya’ban thayyibal a’raq, yang artinya ibu adalah sekolah pertama (utama),
bila engkau mempersiapkannya maka engkau mempersiapkan generasi terbaik.(Sara
M, 2016)
Menurut James Esdras Faust seorang
pengacara, politikus dan pemuka agama di Amerika bahwa “ The influence
of mother in the lives of her children is beyond calculation”. Pengaruh Ibu
terhadap kehidupan anak-anak itu di luar perhitungan. Seorang Ibu adalah sosok
paling vital dalam perkembangan anak.
Di dalam rumah
ibulah yang memberi warna-warni kehidupan rumah tangga meski terkadang dalam
pengambilan keputusan tetap di tangan sang ayah. Kegiatan di rumah setiap hari,
ibu shalehah selalu bangun paling cepat dan tidur paling lambat. Saat semua
tertidur pulas iapun bangun menangis dan mengadu pada sang khalik agar seluruh
isi rumah dalam kondisi baik, sehat, panjang umur dan selalu dalam limpahan
rahmat-Nya. Iapun rutin melakukannya tanpa rasa lelah demi kebahagian semuanya.
Setelah shalat
subuh, iapun membangunkan anak-anak dan bergegas menyiapkan sarapan dengan
berbagai menu yang berganti setiap harinya agar orang di rumah tidak merasa
bosan. Saat masakpun bertaburan doa ibu panjatkan agar
anak-anaknya menjadi pribadi yang sabar dan penurut pada orang tua. Kemudian memasak
air sambil mencuci, membersihkan rumah bahkan terkadang menyetrika pakaian
hingga tak terasa matahari terbit. Bagi ibu
yang memilki bayi hingga anak berjalan lalu berlari semua terjaga dan terpantau
olehnya. Ia harus memandikan dan menyuapinya. Rasanya waktu begitu cepat saat
menjelang pagi karena semua sudah terkonsep apa saja yang harus diselesaikannya
pada hari itu dan untuk besok, lusa, minggu depan, bulan depan bahkan tahun
depan dst.
Bagi ibu yang bekerja sebagai penjual makanan maka ia meracik bumbunya di malam hari dan memasaknya di waktu subuh. Begitu pula ibu yang bekerja dengan berbagai profesi lainnya antara lain di kantor, sekolah dan kampus. Meski hal yang berbeda kadang terjadi bagi ibu rumah tangga yang mendelegasikan beberapa tugasnya pada asisten rumah tangga. Pastilah tidak sesibuk mereka bekerja sambil mengurus semuanya. Yang pasti semuanya merupakan ladang amal bagi sang ibu.
Begitu pula di siang
hari dan malam, pekerjaan rutin mengurus anak tidak akan pernah berhenti sampai
anak menjadi dewasa dan berkeluarga. Amanah itu selalu melekat pada dirinya
sehingga ibu selalu merencanakan hal-hal yang dilakukannya. Konsep-konsepnya
telah tertuang dalam setiap Langkah kakinya, gerakan tangannya, ucapan dan senyumannya.
Meminjam kata Dr. Ngainun Naim bahwa kita terkadang banyak menulis di
pikiran kita, dan ternyata itulah yang dilakukan Ibu. Ibu terlalu banyak
menulis di pikiran dan bahkan di hatinya. Jika dikalkulasikan dalam setahun maka
ia bisa melebihi 1001 tulisan. Karya ibu sudah ia torehkan pada anak-anaknya
sebagai generasi penerusnya.
Rasulullah SAW dalam haditsnya yang ditulis
Imam Rulyawan dalam koran Republika (12/12/2018) bahwa pertanyaan seorang
sahabat kepada Rabulullah "Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati
di dunia ini." Rasul menjawab, "Ibumu." Kemudian dia bertanya
lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab, "Ibumu." "Kemudian
lagi, ya Rasul," tanya orang itu. "Rasul menjawab, "Ibumu."
Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; "Kemudian, setelah itu siapa, ya
Rasul?" "Bapakmu," jawab Rasulullah. .
Akhir kata sayangi ibu kita selagi nafasnya masih bercokol pada jasadnya karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi esok. Kitakah atau beliau yang mendahului kita. Seorang akan selalu dirindukan keberadaannya di saat ia tidak ada di sisi kita. Dan jagalah chemistry dengannya agar ikatan lahir dan bathin itu begitu kuat. Jangan biarkan diri kita merintih penyesalan yang luar biasa karena waktu tak dapat diputar balik.
-
Dimana ada gula disitu ada semut Gula sangat identik dengan rasa manis akan tetapi pepatah ini bermakna tempat yang menyenangkan dan sem...



