Sabtu, 25 Juli 2020

SI PAHIT, PELEPAS BEBAN DAN PENGIKAT RINDU


Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan

Pepatah di atas mengingatkan kita untuk tidak mudah terbuai dengan sesuatu yang terasa nikmat karena terkadang enak di pangkal namun pahit di ujungnya. Demikian pula sebaliknya sesuatu  yang terasa pahit jangan dijauhi atau dibuang karena ia akan menjadi obat/pelipur lara di akhirnya.

Pada kehidupan ini tidak pernah terlepas dengan masalah rasa, entah itu rasa manis dan pahitnya kehidupan yang kita alami serta urusan rasa yang terdapat di lidah. Dan dalam keadaan susah, senang dan rilex kita selalu mencari teman untuk bersantai dengan menyuguhkan makanan dan minuman untuk dinikmati. Tetapi pada umumnya orang akan mencari minuman yang menyegarkan.

Di Indonesia, jika kita melakukan survey tentang minuman favorit setelah air putih maka akan ditemukan jawaban beragam yaitu teh atau kopi. Jadi apakah masih ada orang yang tidak mengenal kedua rasa minuman tersebut?

Dari dulu hingga saat ini minuman yang tidak pernah alpha menemani hari-hari kita di rumah adalah teh dan kopi. Teh selalu hadir dengan rasa pekatnya dan kopi selalu setia dengan pahitnya. Keduanya tidak pernah berdusta dan menyembunyikan rasanya. Tapi meskipun demikian orang tetap mencarinya, sehingga tidak heran warung atau warkop dan kedai menjamur (dimana-mana selalu tersedia). Bahkan ada yang membukanya hingga larut malam. Ini menunjukkan begitu banyak yang mencintai minuman ini.

Dan kedua minuman ini sudah banyak modifikasi, ia sudah disajikan dengan berbagai pilihan rasa. Ada teh hijau, teh hitam, teh putih, teh kunyit, kopi arabica, kopi robusta, kopi liberica, white coffee dll. Kedua minuman tersebut terkadang dicampurkan dengan rasa buah atau tanaman obat-obatan seperti teh jahe, kopi strawberry bahkan ada yang mencampurkan keduanya yakni teh rasa kopi.

Dan dalam suatu Riwayat As-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga. Ia berkata kepada Nabi SAW.: “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara.” Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits; yang antara lain dari 3 hadist yang disebutkan Rasulullah SAW adalah “ selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya”.(Kitab Tazdkir An-Nas: 77). Jadi pada masa Rasulullahpun minuman kopi sudah dikenal.

Pada hakekatnya, teh adalah minuman yang dibuat dari pucuk  atau daun kering tanaman teh sedangkan minuman kopi dari bijinya yang dikeringkan kemudian disangrai dan dihaluskan. Dalam teh dan kopi terdapat kandungan kimia yakni pada teh terdapat sellulosa, protein, klorofil, tanin, pati, kafein, asam amino, gula dan abu. Sedangkan pada kopi sellulosa, kafein, lemak, gula, air dan abu.(Hambali, E)

Di antara kandungan kimia di atas terdapat senyawa kafein (C8H10N4O2) yang dapat memberikan efek stimulasi terhadap sistem saraf pusat. Zat tersebut dapat mengurangi resiko penyakit kronis dan meningkatkan suasana hati sehingga seseorang yang merasa Lelah dan penat dapat merasa bugar kembali setelah minum teh atau kopi.

Menurut Nikolai Kuhnert (Ahli Kimia Jacobs Bremens University di Jerman) yang dilansir oleh Metro (22 Januari 2018) menyatakan bahwa pada saat minum teh maka senyawa kafein yang keluar pertama dari daun. Kafein menghalangi produksi adenosin (neurotaransmiter yang membuat kita Lelah sepanjang hari). Hal inilah yang mempengaruhi suasana hati kita dapat refresh setelah minum teh dan kopi.

Kafein biasanya terikat unsur Nitrogen, sehingga pada teh dan kopi jika diakumulasikan kandungan kafeinnya maka kopi jauh lebih tinggi dibandingkan teh. Para ahli mengatakan bahwa setiap 226 gram bubuk kopi mengandung 150 mg kafein. Teh hijau mengandung 75 mg, dan teh hitam 50 mg kafein.

kandungan kafein dalam teh dan kopi cukup tinggi untuk dapat dikonsumsi setiap hari. Apalagi bagi mereka yang sudah candu dan selalu dirundukan, sehingga akan merasa pusing jika tidak minum teh dan kopi dalam  sehari, bahkan hal tersebut menjadi kegiatan rutin di rumah atau di manapun  ia berada. Dan tanpa disadari kafein akan terakumulasi di dalam tubuh. Kafein pun jika berlebihan maka akan menimbulkan perasaan gelisah, susah tidur, gangguan pencernaan, merusak otot dan jika efek kafein dari teh dan kopi yang kita minum hilang maka kita akan merasa lelah kembali. Hal inilah yang membuat candu terhadap kedua minuman tersebut.

Dan hal yang sangat disayangkan minuman yang beredar di Indonesia khususnya teh dan kopi karena produsen minuman tidak pernah mencantumkan indikasi penggunaan dan informasi tentang siapa saja yang cocok meminumnya,  (tidak mencantumkan kontra indikasi atau peringatan akan bahaya minuman tersebut).  Sehingga kitalah yang perlu memilah-milah takaran minuman yang kita konsumsi setiap harinya.

Akhir kata meminjam pepatah penikmat kedua minuman ini bahwa teh dan kopi  selalu jujur akan pahitnya ,dan membuat kita sadar bahwa yang manis tak selalu berakhir indah. Dan ketika kata-kata tak lagi banyak berbicara, secangkir teh dan kopi bisa jadi perantara dan mencairkan suasana.

Namun sepahit-pahitnya rasa asli kopi dan teh itu tidak seberapa. Kata Ali bin Abu Thalib “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia”.

Sabtu, 18 Juli 2020

TANPANYA HIDUP INI TAKKAN BERASA

Hati siapa yang takkan hancur bila hidupnya mati rasa. Setiap orang pasti menginginkan variasi rasa terutama rasa yang ada di lidahnya. Dan akan membosankan bila hanya satu rasa saja yang dinikmati setiap harinya. Ada yang senang dengan rasa manis, asam, pedis, pahit dan asin. Tapi bila semua rasa itu bercampur menjadi satu maka jadi ramai rasanya. Masing-masing orang punya selera yang berbeda. Dan ini akan berimbas pada menu makanan akan disantapnya. Rasa yang selalu hadir setiap harinya pada makanan kita adalah rasa asin, tapi jangan sampai keasinan. Rasa asinnya membuat nikmat tapi keasinannya membuat puyeng (pusing).

Rasa asin itu berasal dari air laut yang diuapkan kandungan airnya menjadi garam dan pemanasannya menggunakan sinar matahari. Komposisi kimia garam dapur (NaCl) secara umum terdiri dari Natrium (Na) dan Klor (Cl). Kedua unsur tersebut merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak (makronutrien)

 

                                                  (Agronet.id) 

Menurut Anna Poedjiadi bahwa kebutuhan cairan tubuh terhadap kandungan garam berkisar 0,15% dari berat badan kita. Dan dari seluruh jumlah mineral  cairan tubuh terdapat kadar natrium 2% dan klor 3%. Cairan mineral garam ini terdapat di luar sel tubuh dan dalam bentuk ion-ion.

Natrium berbentuk ion positif (Na+) dan klor berbentuk ion negatif (Cl-), sehingga kedua unsur tersebut merupakan zat elektrolit (memiliki muatan listrik). Cairan elektrolit berfungsi menjaga keseimbangan dan pH (keasaman) cairan tubuh serta membantu kerja otot manusia. Jadi pada umumnya garam berfungsi untuk :

1.    Mengatur aliran tekanan darah

2.    Membantu mengirimkan pesan antara saraf dan serat otot

3.    Membantu proses pencernaan

Pada manusia kebutuhan akan garam itu berbeda- beda sesuai tingkatan usia/umur. Dan umumnya unsur atau senyawa kimia yang dibutuhkan oleh anak-anak, harus dihindari oleh orang tua. Demikian pula kadar garam, untuk anak-anak sangat membutuhkan untuk proses pertumbuhannya tetapi orang tua harus menguranginya agar tidak terjadi penumpukan (akumulasi) di dalam tubuhnya yang menyebabkan hipertensi.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) bahwa kebutuhan garam bagi anak di bawah usia 3tahun sekitar 1.500 mg/hari sedang untuk orang tua 500 mg/hari.  Tetapi kita tidak perlu khawatir akan keberadaan garam karena  selalu melimpah di alam ini baik yang telah maupun yang belum diolah. bahkan hampir setiap rumah memilikinya. Selain karena keberadaannya mudah didapatkan dan harga garam yang relatif murah. Akan tetapi garam yang beredar di pasaran dan paling umum dikonsumsi di Indonesia ada 2 jenis diantaranya:

a.  Garam Laut

Garam laut adalah garam  yang diproduksi melalui proses yang sangat sederhana (konvensional), dengan menguapkan kandungan air dari air laut sehingga yang tersisa hanya garamnya saja dan masih mengandalkan bantuan sinar matahari. Sehingga masih memungkinkan kandungan logam atau air tercemar  pada air laut masih terdapat di dalam garam tersebut. Umumnya garam laut ini memiliki ukuran yang besar dan bertesktur kasar

b.  Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang diperoleh dari air laut juga, tetapi melalui beberapa tahapan pemurnian sehingga kotoran air laut dapat dipisahkan melalui pengendapan, pemasakan dan penambahan bahan kimia. Dan dalam proses pengolahan tersebut ditambahkan natrium karbonat(Na2CO3) sebagai pengstabil kristal. Umumnya garam meja ini berukuran kecil dan halus. Ada garam meja yang ditambahkan iodium dan adapula tanpa iodium. Biasanya dituliskan pada label kemasannya.  Keberadaan iodium ini penting karena berhubungan dengan produksi hormon tiroid pada bagian depan leher. Sehingga orang yang kekurangan iodium akan mengalami penyakit gondok. Iodium ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena akan mempengaruhi perkembangan janinnya.  Garam yang beriodium akan mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Dan selain manfaat garam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan:  retensi cairan, tekanan darah tinggi, mulut terasa kering, kepala terasa berat,  sering buang air kecil dan bahkan sulit berfikir.(Widiana, 2017)

Adapun penelitian terbaru tentang garam oleh Tim Edinberg University di Inggris (26/6/2020) yang dimuat dalam Wartakota Tribun Timur bahwa  air asin atau berkumur air garam dapat meningkatkan mekanisme tubuh secara alami melawan virus termasuk virus corona karena garam memiliki efek toksik (racun) pada virus atau merangsang mekanisme kekebalan bawaan di dalam sel. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan masih berlanjut sampai saat ini.  Semoga ini bisa dibuktikan secara ilmiah dan bisa menjadi obat alami dan murah untuk melenyapkan pandemi covid-19 ini dari bumi ini.

Demikian pula Allah menjelaskan dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 53 yang artinya:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar dan segar dan yang lainnya asin lagi pahit dan Dia jadikan keduanya dinding batas yang tidak tembus

Maha besar Allah atas segala ciptaannya. Air laut yang diolah oleh manusia menjadi garam begitu banyak manfaatnya. Bahkan hampir semua masakan ditambahkan garam sebagai penyedap rasa. Salah satu contoh ikan yang dimasak, digoreng, dibakar bahkan dikeringkan akan terasa hambar tanpa tambahan garam. Begitu pula makanan lainnya, meskipun  rasanya manis terkadang ditambahkan secacah garam sebagai penguat rasa manis di dalam makanan.

Akhir kata marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat  Allah telah anugerahkan kepada kita terutama anugerah lidah yang masih bisa mengecap berbagai macam rasa sehingga hidup ini penuh warna dan bervariasi yang membuat kita tidak pernah merasa jenuh dalam kehidupan ini. Semoga kita bukan termasuk manusia yang sayang garam secacah dibusukkan kerbau seekor artinya karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikit baik berupa zakat ataupun sedekah (bagai garam secacah) menderita kerugian yang besar (bagai seekor kerbau). Akhirnya Allah mengambilnya sendiri hak orang lain yang terdapat pada harta kita. Kita perlu belajar dari saudara-saudara kita seperti yang terjadi pada Masamba saat ini, dalam sekejap semua harta, saudara, orang tua bahkan semua yang berharga bagi mereka diluluhlantakkan oleh murkanya Allah akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan terjadi pengupan air laut serta tidak terdapat sumber resapan air.

Sabtu, 11 Juli 2020

AIR PUTIHKU, OBAT ATAU RACUN



Noda setitik akan menghapus susu sebelanga

Air jernih atau putih bila dikenai kotoran sedikitpun maka akan mempengaruhi tampilan air yakni warna dan rasanya. Demikian pula perbuatan terkadang kebaikan segudang akan dihapus oleh sekeping keburukan. Kertas putih yang diberi titik hitam maka kebanyakan orang fokus pada titik hitam yang terdapat pada kertas tersebut dibandingkan  warna putih di sekitarnya. Hal tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Air yang sudah kotor membutuhkan waktu/proses pembilasan berkali-kali hingga warna air dapat jernih Kembali. Dan kertas putih yang dikenai noda hitam butuh penghapus untuk membersihkan titk hitam tersebut meski meninggalkan bekas dan tidak akan bisa kembali seputih aslinya.

Air putih adalah minuman terfavorit di dunia kemudian teh dan kopi. Tidak seorangpun yang tidak suka minum air putih. Air putih adalah air jernih yang telah melalui proses pengolahan atau pemanasan. Air putih selain berfungsi untuk melepas dahaga, ia juga dapat membantu metabolisme di dalam tubuh. Makanan sulit hancur  jika tidak dibantu oleh air atau cairan tubuh. Air putih dapat menjaga kelembaban kulit, sehingga dapat membuat seseorang awet muda. Air tersebut tak selamanya sehat perlu diuji dulu baru dikatakan sehat bagi tubuh kita. Ia dapat diperoleh dari  sumur, sungai, dan laut. Air putih mudah didapatkan, dan hampir setiap rumah memilikinya. Ia juga dapat diperoleh dalam bentuk kemasan di warung-warung, restoran, toko-toko, supermarket bahkan di mall-mall.

Air putih tersebut biasanya dikemas (air kemasan) dalam bentuk gelas, botol dan galon yang terbuat dari bahan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sepintas lalu air putih dan air kemasan akan tampak sama, padahal sangatlah berbeda. Kita bisa lihat perbedaan warna, tempat, proses pengolahan dan bahkan rasanya. Sejujurnya, Penulis terinspirasi dengan tema ini karena melihat video minggu lalu yang beredar di grup whatsapp. Videonya sangat menarik untuk ditonton dan cukup meyakinkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Perbedaan yang air putih dan air kemasan adalah sebagai berikut:

a.  Air Putih

Air  jernih yang kita masak dan minum di rumah biasanya disebut air putih. Dan air tersebut bersumber dari tempat-tempat yang telah disebutkan di atas. Air PAM atau PDAM juga bersumber dari tempat tersebut. Kandungan mineral yang terdapat pada air sangat ditentukan kondisi lingkungan sumber air kita. Dan pengolahan air putih di rumah-rumah penduduk umumnya tidak melewati uji laboratorium. Mereka hanya menampung air tersebut di ember atau tandon, kemudian mengendapkan lalu memasaknya. Ini dilakukan selama bertahun tahun, Sehingga terkadang tampak di dasar panci tersebut kerak putih. Kerak putih itu adalah kapur (kalsium). Kalsium merupakan salah satu unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi menurut Nyoman Getas (2017) dalam jumlah berlebihan akan mengakibatkan predeposisi batu saluran kemih.  Orang tua kita biasanya air putihnya tidak berwarna putih tapi merah karena mereka menambahkan "kayu secang" atau orang bugis mengistilahkan "aju seppang". Menurut orang tua sebagai obat anti kanker dan secara ilmiah memang sudah teruji.  Jika air putih kita bersumber dari sumur,  sungai, laut atau air hujan biasanya banyak mengandung logam seperti besi (Fe), mangan (Mg), seng (Zn) dan tembaga (Cu). Unsur-unsur ini adalah senyawa mikronutrien (dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil). Salah satu besi (Fe), jangan dibayangkan besi seperti paku yang dimakan. Unsur ini sangatlah penting untuk pembentukan zat padat dalam darah manusia yang disebut hemoglobin (Hb). Zat ini sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, menyusui dan wanita haid. Meskipun unsur tersebut dapat juga diperoleh dari makanan dan air kemasan lainnya.  Adapun logam yang sangat berbahaya dan tidak boleh ada dalam air meskipun dalam jumlah kecil adalah logam-logam berat seperti Arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Tb), Chrom (Cr) dan Cadmium(Cd).(Priyono,2018)

Logam berat tidak akan hancur meskipun telah melalui proses pemanasan dan ia akan menjadi pemicu kanker pada tubuh manusia.

b.  Air Kemasan

Air kemasan merupakan air putih yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat langsung diminum. Pengolahan air tersebut terdiri dari beberapa proses yaitu secara biologi, fisika dan kimia. Pada beberapa tahapan proses pengolahan terdapat penambahan bahan kimia yakni bahan-bahan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Air kemasan terdiri atas 2 yakni air mineral  dan  air non mineral. Air mineral merupakan zat elektolit (dapat menghantarkan listrik) dan bila dihubungkan dengan lampu maka lampu akan menyala. Jadi kita perlu memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di bawah ini, ketika membeli air kemasan. Pada penutup gelas atau label botol terdapat tulisan mineralisasi (terdapat kandungan mineral) atau demineralisasi (tidak terdapat kandungan mineral). Air kemasan yang kita butuhkan haruslah menyesuaikan kondisi tubuh kita. Unsur mineral akan membantu proses pembentukan tulang tetapi jika berlebihan akan menyumbat saluran kemih.

Menurut Permenkes No. 492 tahun 2010, air minum berkualitas perlu memperhatikan parameter mikrobiologinya yakni tidak ditemukannya bakteri coliform dan Escherichia coli (E.coli) dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meminum air putih atau mineral kemasan menurut dr. Imran Agus Nurali, SpKO (Dokter spesialis Kesehatan dan olahraga) yaitu suhu, bentuk kemasan, tempat penyimpanan, warna dan bau, perlu dikocok, harus terdaftar dan perhatikan komposisinya.

Kita terkadang menyimpan air yang terlalu lama di dalam mobil sehingga air minum kita berubah suhunya menjadi panas. Air tersebut akan teroksidasi dengan sinar ultraviolet sehingga air tersebut tidak sehat lagi untuk diminum. Dan perlunya dikocok karena terkadang terdapat serat-serat putih yang mengendap pada gelas/botol tersebut. Ini menunjukkan sudah terdapat mikroba dalam air tersebut.

Jadi pada prinsipnya kita lebih baik  mencegah dari pada mengobati dengan memperhatikan dan membaca label yang tertera pada air kemasan sebelum meminumnya. Dalam QS  Al-Waqiah disebutkan tentang air yang kita minum dan artinya:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?”.

Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya, air begitu melimpah dan tidak pernah habis untuk diminum hingga saat ini. Air laut menjadi asin karena adanya unsur natrium (Na) dan klor (Cl) di dalamnya. Dan manusia dapat mengolahnya menjadi air payau, air mineral yang sehat untuk diminum.

 

 


Sabtu, 04 Juli 2020

BERSELIMUTKAN KEKUATAN LEMAK (TRIGLISERIDA)

(Sumber: medium.com)

Tak ada gading yang tak retak

             Pada kehidupan ini tidaklah ada yang abadi, tidak ada benda yang dapat bertahan lama meski memiliki kualitas bagus atau luar biasa. Pada saatnya benda tersebut akan rusak sehingga tak layak pakai lagi.  Dan tidak seorangpun yang kuat dapat hidup selama-lamanya, karena pada akhirnya semua akan kembali ke sang Khalik. Tubuh manusiapun akan hancur, terurai oleh mikroba dan bersatu dengan tanah. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji'un.

Manusia merupakan makhluk sempurna yang di dalam tubuhnya terdiri dari zat-zat kimia di antaranya adalah lipid. Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak dapat larut di dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Lipidpun memiliki golongan yang sangat berpengaruh pada kehidupan ini antara lain: lemak, lilin dan steroid.

Lemak adalah satu di antara 3 zat utama di dalam tubuh setelah karbohidrat dan protein sehingga disebut makronutrien. Lemak berfungsi melindungi organ-organ dalam tubuh manusia, meningkatkan gula darah, membentuk sel-sel otak dan mengontrol rasa lapar. Iapun dapat menguatkan tubuh manusia dari serangan cuaca ekstrim seperti panas dan dingin.

Pada hakekatnya lemak dan minyak itu sama, yang membedakan hanya wujudnya. Pada suhu kamar atau ruang (37oC), lemak berwujud padat dan minyak berbentuk cair. Dan apabila kita mendengar kata lemak maka apakah yang terlintas di pikiran kita?

Pada umumnya mendengar kata lemak, maka yang terlintas di pikiran kita adalah obesitas (kegemukan), kolesterol atau penyakit jantung koroner. Padahal lemak tidak selamanya jahat tergantung  sumbernya.

Menurut dr. Vienna Rossimarina, SpJP (spesialis jantung dan pembuluh darah) bahwa lemak yang aman/sehat untuk dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang pada umumnya bersumber dari buah-buahan dan nabati atau tumbuhan kecuali kelapa, seperti lemak/minyak jagung, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian, ikan atau makanan yang mengandung omega-3. Sedangkan lemak jahat adalah lemak jenuh dan trans. Lemak tersebut bersumber dari hewan dan olahan suatu industri/pabrik. Lemak jenuh, contohnya keju, mentega, minyak kelapa, daging merah, dan minyak jelantah (bekas pakai) sedangkan lemak trans seperti produk kue dan  biskuit. Lemak baik akan meningkatkan kolesterol baik (LDL) dan lemak jahat dapat meningkatkan kolesterol jahat (HDL). Kolesterol ini termasuk golongan lipid jenis steroid.

Pada tubuh manusia yang terakumulasi lemak jahat maka darah menjadi kental, lemak tersebut sulit untuk terurai sehingga terjadi endapan kolesterol yang mengakibatkan  penyempitan pembuluh darah.  Dinding pembuluh darah menjadi tebal. Hal tersebut akhirnya darah menjadi kurang elastis dan kental serta memacu kerja jantung. Dan akhirnya aliran darah menjadi tidak lancar, jantungpun bekerja lebih  cepat dan pada akhirnya tidak dapat tertolong lagi.

Adapun lipid golongan lilin adalah zat yang memiliki kemiripan struktur kimia lemak yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Biasanya lilin terdapat pada kulit buah dan daun tanaman contohnya kulit apel dan daun talas. Jika zat tersebut masuk di dalam tubuh, lilin tersebut tidak hancur sehingga yang keluarnyapun tetap dalam bentuk lilin.

Akhir kata jagalah pola dan menu makan kita, upayakan mengkonsumsi makanan yang sehat (baik) dan halal  karena ia akan menjadi darah daging di dalam tubuh kita, yang akhirnya mempengaruhi karakter dan perilaku manusia. Sebagaimana firman Allah yang artinya:

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Q.S.Al-Baqarah: 168)

SK Fungsional Lektor